Wabup Bandung Barat Kawal Program Rutilahu Tepat Sasaran
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat penerima manfaat.
Mewakili Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail turun langsung meninjau progres pembangunan Rutilahu di kawasan kumuh Kampung Warung Domba, RT 01/RW 03, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Asep melihat langsung proses pembangunan sejumlah rumah penerima bantuan, di antaranya milik Ajang Saepudin dan Endang Sutardi.
Peninjauan lapangan itu sekaligus menjadi bagian dari pengawasan Pemkab Bandung Barat untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, transparan, serta memenuhi standar hunian yang layak dan sehat.
“Mewakili Bapak Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan Pemkab Bandung Barat, hari ini kami turun langsung ke Kp. Warung Domba, Desa Mandalawangi, untuk memantau pengerjaan program Rutilahu. Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” kata Asep.
Menurut Asep, keberadaan rumah yang aman dan sehat tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal. Hunian yang layak merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat sekaligus salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup.
Karena itu, program Rutilahu dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat penanganan kemiskinan.
“Hunian yang layak, aman, dan sehat adalah hak dasar seluruh warga Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.
Pada 2026, Pemkab Bandung Barat mengalokasikan bantuan Rutilahu untuk 367 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 unit berada di kawasan kumuh, sementara 249 unit lainnya berada di luar kawasan kumuh.
Asep turut mengapresiasi pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang terlibat dalam proses pembangunan melalui semangat gotong royong.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pengerjaan rumah penerima manfaat dapat berjalan efektif dan memberikan hasil maksimal bagi keluarga yang mendapatkan bantuan.
Pemkab Bandung Barat memastikan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Rutilahu 2026 akan terus dilakukan. Pengawalan tersebut diperlukan agar pembangunan ratusan rumah penerima bantuan dapat diselesaikan tepat waktu dengan proses yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan, program Rutilahu diharapkan mampu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan sehat. Pada akhirnya, perbaikan kualitas hunian diharapkan turut menopang peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat di Kabupaten Bandung Barat.***
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar