Hadiri HLM TPID Ciayumajakuning, Bupati Imron: Stabilitas Pangan Harus Dijaga Lewat Sinergi Lintas Daerah
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 11 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Hal tersebut disampaikan Imron saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Ciayumajakuning Tahun 2026 di Hotel Luxton Cirebon, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Cirebon ini mengusung tema memperkuat resiliensi melalui pengendalian inflasi dan akselerasi transformasi digital. Imron menilai, karakteristik ekonomi Kabupaten Cirebon yang sangat terhubung dengan kawasan perkotaan sekitarnya membuat pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan oleh satu daerah saja, karena pasokan dan distribusi pangan di wilayah Ciayumajakuning saling berkaitan. Kita harus melihat ini sebagai satu ekosistem ekonomi,” ujar Imron.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Cirebon masih bergantung pada daerah tetangga, khususnya Kabupaten Kuningan dan Majalengka, untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan tertentu. Oleh karena itu, Pemkab Cirebon terus konsisten menerapkan strategi 4K: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
“Kerja sama antardaerah perlu diperkuat agar intervensi pasar bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Jangan sampai ada kelangkaan di satu sisi, sementara di sisi lain terjadi surplus yang tidak tersalurkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, memaparkan hasil pemetaan neraca pangan regional. Data menunjukkan adanya ketimpangan produksi antarwilayah. Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon tercatat mengalami defisit beras, sehingga perlu didukung oleh daerah surplus seperti Indramayu, Kuningan, dan Majalengka.
“Indramayu, Kuningan, dan Majalengka merupakan sentra produksi yang potensial untuk menopang kebutuhan pangan di Ciayumajakuning. Selain beras, komoditas cabai juga perlu menjadi perhatian khusus karena fluktuasinya yang tinggi,” jelas Wihujeng.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, BI Cirebon mengusulkan beberapa langkah strategis, termasuk pembentukan atau penugasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus pada sektor pangan, integrasi sistem informasi harga antar-daerah, serta penguatan kemitraan dengan offtaker (pembeli siaga).
Bupati Imron menyambut positif usulan tersebut dan berharap forum koordinasi yang difasilitasi BI dapat berlangsung rutin. Ia menilai langkah ini krusial untuk mengantisipasi guncangan ekonomi global yang berpotensi menekan daya beli masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan inflasi di wilayah Ciayumajakuning tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar