Cita Madani dan ChildFund Teguhkan Kolaborasi: Workshop Stakeholder Learning Dorong Masa Depan Anak yang Lebih Baik
- account_circle Mario
- calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya memperkuat layanan pendidikan dan pengasuhan anak kembali mendapat dorongan penting melalui Workshop Stakeholder Penguatan Komitmen dan Kolaborasi untuk Keberlanjutan Program Learning, yang digelar dengan agenda penyusunan serta penandatanganan rekomendasi bersama dan MoU lintas sektor.
Kegiatan ini menghadirkan Dinas Pendidikan, Dinas PMD, Bunda PAUD, DP3A, lembaga PAUD, Posyandu, tokoh agama, serta mitra pembangunan lainnya, menjadikannya salah satu momentum kolaboratif dalam penguatan layanan pengasuhan dan pendidikan anak di tingkat daerah.
Sebagai penutup, para peserta mengikuti demo masak pangan lokal oleh Meliana Bureni, Juara I Lomba Masak Pangan Lokal Tingkat Provinsi NTT 2025. Sesi ini menegaskan pentingnya pangan lokal sebagai bagian dari praktik pengasuhan responsif di PAUD dan Posyandu.
Senior Program Officer ChildFund International di Indonesia, Itha Kale, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi keberhasilan Program Learning.
“Kolaborasi adalah kunci. Pengasuhan responsif, pengasuhan positif, dan kecakapan hidup tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi antara pemerintah, PAUD, sekolah, Posyandu, dan masyarakat. Workshop ini menyatukan langkah sekaligus memperkuat komitmen demi keberlanjutan program,” ucapnya dalam kegiatan yang berlangsung di Kristal Hotel Kupang pada Rabu, 26 November 2025.
Itha menjelaskan bahwa workshop menghasilkan peta kolaborasi lintas sektor, rekomendasi teknis, hingga rencana aksi yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah maupun layanan PAUD–Posyandu.
Program Learning diyakini memberi dampak signifikan pada kesejahteraan anak, pembentukan karakter, serta kesiapan remaja melalui literasi keuangan dan kecakapan hidup, selaras dengan tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Bunda PAUD Kabupaten TTS, Ny. Ana Ani Lioe Ataupah menilai Program Learning membuka ruang besar bagi penguatan fondasi tumbuh kembang anak.
“Program Learning memberikan ruang bagi kita untuk memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang aman, penuh kasih, dan berkualitas,”
“Kolaborasi seperti ini memperkuat peran PAUD sebagai fondasi tumbuh kembang anak sejak dini,” ucap Ny.Ana Ani Lioe Ataupah.
Dari sisi perencanaan pembangunan, BP4D menekankan pentingnya memasukkan hasil workshop ke dalam dokumen perencanaan daerah agar implementasinya berkelanjutan.
“Rencana aksi yang dihasilkan hari ini perlu diintegrasikan dalam dokumen perencanaan daerah. Ketika semua pihak bergerak dengan peta jalan yang sama, keberlanjutan program dapat terjamin,” ungkap Sekretaris BP4D Kabupaten Kupang, Thoby Messakh.
Kepala Dinas P2KB3A Kabupaten Kupang, Tjokorda Swastika, melihat pengasuhan responsif dan positif sebagai bagian dari upaya perlindungan anak yang harus didukung bersama.
“Pengasuhan responsif dan positif adalah bagian penting dari upaya perlindungan anak. Dengan dukungan lintas sektor, kita bisa mengurangi risiko kekerasan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.”
Kabid Pemenuhan Hak Anak, DP3A Kota Kupang, Dinson D. L. Ludji menilai pendekatan Program Learning selaras dengan kebutuhan kota yang terus tumbuh dan membutuhkan layanan keluarga yang kuat.
“Pendekatan Program Learning membantu pemerintah daerah memperkuat layanan berbasis keluarga dan komunitas. Ini sangat relevan bagi kota yang terus berkembang seperti Kupang.”
Pengawas Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang, Yeri Bani mengatakan bahwa workshop ini memperluas perspektif pendidik untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan suportif.
“Workshop ini memperkaya perspektif pendidik dalam mendampingi anak. Kolaborasi sekolah–PAUD–Posyandu menjadi kunci untuk memastikan anak belajar, tumbuh, dan terlindungi.”
Direktur Yayasan Cita Masyarakat Madani, Silvester Seno, menegaskan kembali visi lembaganya dalam mendampingi anak dan komunitas melalui pendekatan pemberdayaan.
Sejak 2017, Cita Madani bermitra dengan ChildFund dalam menjalankan Program Learning di empat kabupaten/kota.
“Cita Madani bekerja dengan pendekatan pemberdayaan, menempatkan anak sebagai pintu masuk pengembangan program. Kami hadir di 19 desa dan 2 kelurahan, mendampingi anak dan komunitas agar berdaya, terlindungi, dan mampu menjadi agen perubahan.”
Silvester menambahkan bahwa tiga pilar Program Learning Pengasuhan Responsif, Pengasuhan Positif, serta Pendidikan Kecakapan Hidup & Literasi Keuangan, dirancang untuk memastikan anak tumbuh sehat, terampil, aman, dan siap menghadapi masa depan.
Dengan rangkaian komitmen, penandatanganan MoU, dan kerja kolaboratif lintas sektor ini, Workshop Stakeholder Program Learning menjadi langkah penting dalam memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan pengasuhan dan pendidikan yang lebih baik, sebuah investasi jangka panjang bagi keluarga, komunitas, dan masa depan daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar