Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI Jakarta » HAMI Minta Komjen Dwiyono Patuhi Putusan MK: Segera Mundur atau Pensiun dari Polri

HAMI Minta Komjen Dwiyono Patuhi Putusan MK: Segera Mundur atau Pensiun dari Polri

  • account_circle Ridho
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta — Sekumpulan Aktivis yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jakarta, hari ini. Mereka menuntut kejelasan status kedinasan Sekretaris Jenderal BP2MI Komjen Dwiyono, yang menurut data publik masih merupakan anggota Polri aktif.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa poster bertuliskan “Mendesak Kapolri untuk menegakkan kepatuhan internal agar anggota Polri Komjen Dwiyono tidak menduduki jabatan sipil tanpa mekanisme pengunduran diri atau pensiun sesuai hukum” serta “Komjen Dwiyono harus dicopot dari jabatan Sekjen BP2MI atau mengundurkan diri dari kepolisian” Koordinator Lapangan aksi, Bung Faris, menegaskan bahwa langkah turun ke jalan ini merupakan bentuk tekanan moral terhadap pemerintah, kementerian terkait, dan BP2MI agar segera mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dinilai bersifat final dan mengikat.

Dipicu Putusan MK dan Status Sekjen BP2MI

Polemik jabatan Sekjen BP2MI mencuat setelah MK melalui Amar Putusannya atas Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, menegaskan secara eksplisit bahwa anggota Polri aktif tidak diperbolehkan menduduki jabatan sipil, termasuk melalui mekanisme “penugasan”, yang sebelumnya dianggap menjadi celah hukum. Dengan putusan tersebut, setiap anggota Polri yang hendak menduduki jabatan sipil diwajibkan untuk mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif.

Faris menilai penempatan Komjen Dwiyono sebagai Sekjen BP2MI berpotensi bertentangan dengan keputusan MK dan prinsip netralitas birokrasi. “BP2MI adalah lembaga sipil yang mengurus perlindungan pekerja migran. Lembaga ini tidak boleh berada dalam potensi konflik fungsi dengan aparat penegak hukum aktif. Ketidakjelasan status Sekjen hari ini menimbulkan keraguan publik terhadap integritas tata kelola pemerintahan,” ujarnya dalam orasi.

Ia menambahkan bahwa aksi kali ini tidak hanya menyasar BP2MI, tetapi juga menjadi dorongan bagi Presiden RI, Polri dan KemenPAN-RB untuk menertibkan seluruh jabatan sipil yang masih ditempati polisi aktif. Menurut HAMI, kasus Sekjen BP2MI hanyalah salah satu contoh dari masalah struktural yang lebih luas dalam manajemen jabatan publik.

HAMI menyampaikan lima tuntutan utama:

1. BP2MI dan Kemenaker diminta menyampaikan klarifikasi terbuka mengenai status kedinasan Komjen Dwiyono, apakah telah mengundurkan diri, dinonaktifkan, atau masih berstatus aktif di Polri.

2. Presiden RI, Polri dan KemenPAN-RB diminta menertibkan seluruh jabatan sipil yang masih ditempati polisi aktif sebagai implementasi wajib putusan MK.

3. Kapolri didesak menegakkan kepatuhan internal agar setiap anggota Polri tidak menduduki jabatan sipil tanpa mekanisme pengunduran diri atau pensiun.

4. BP2MI diminta menghormati putusan MK dan menyesuaikan struktur jabatannya sesuai prinsip supremasi konstitusi.

5. HAMI menuntut pencopotan atau pengunduran diri Komjen Dwiyono dari jabatan Sekjen BP2MI apabila statusnya masih aktif di kepolisian.

Faris mengatakan, “Kami tidak menolak individu. Yang kami perjuangkan adalah kepastian hukum dan penghormatan terhadap putusan MK. Negara harus memberi contoh dalam menaati konstitusi.”

Pantauan di lapangan menunjukkan aksi berjalan damai. Massa membentangkan spanduk, dan membakar ban serta menyampaikan orasi secara bergantian, dan menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan BP2MI. Aparat keamanan turut berjaga untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas kantor.

HAMI menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga Komjen Dwiyono dicopot/mundur atau nonaktif dari kepolisian. Mereka juga membuka kemungkinan melanjutkan aksi berjilid-jilid di BP2MI, Mabes Polri dan Istana Negara bila respons pemerintah dianggap tidak memadai.

“Sikap kami jelas: patuhi putusan MK, tegakkan konstitusi, dan bersihkan jabatan sipil dari rangkap kedinasan. Ini bukan sekadar isu personal, tetapi soal martabat hukum di negara ini, kami akan terus melakukan aksi berjilid-jilid” tegas Faris.

Hingga berita ini diturunkan, BP2MI dan pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai status kedinasan Komjen Dwiyono maupun respons atas tuntutan para demonstran.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usman Husin Salurkan 600 Ayam Petelur untuk Warga Desa Pathau, Dorong Ekonomi Lokal Kabupaten Kupang

    Usman Husin Salurkan 600 Ayam Petelur untuk Warga Desa Pathau, Dorong Ekonomi Lokal Kabupaten Kupang

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 249
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Momen yang cukup berbeda di Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Di halaman sederhana tempat kelompok tani berkumpul, suara ayam-ayam petelur bercampur tawa warga. Di sanalah, Selasa (23/12/2025), Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menyerahkan 600 ekor ayam petelur kepada Kelompok Tani Tunas Harapan. Bagi […]

  • KPK Diteriakkan Untuk Periksa Aliran Dana “Suap” Ke Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Terkait Rumah Badjora

    KPK Diteriakkan Untuk Periksa Aliran Dana “Suap” Ke Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Terkait Rumah Badjora

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ali Imran
    • visibility 363
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN, JARRAKPOS – Menyusul terdapatnya berbagai kejanggalan terhadap proses eksekusi rumah kediaman Dokter Badjora M. Siregar, Kuasa Hukum dokter Badjora meneriakkan agar KPK turun ke Padangsidimpuan. Kehadiran KPK kali ini bukan soal korupsi uang negara melainkan dugaan Gratifikasi / Suap Penyalahgunaan Wewenang oleh Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan atas : 1. Putusan dilaksanakannya […]

  • Admin Mensos Ditangkap Polisi, Diduga Pemicu Tawuran Antar Kelompok di Borobudur

    Admin Mensos Ditangkap Polisi, Diduga Pemicu Tawuran Antar Kelompok di Borobudur

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Jajaran Polresta Magelang mengamankan seorang admin media sosial yang diduga menjadi salah satu pemicu tawuran antar kelompok di wilayah Borobudur, Jumat (22/5/2026). Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, SH.MH mengatakan, pengamanan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan 110 terkait potensi gangguan keamanan dan tawuran. “Awalnya terdapat laporan dari […]

  • Alamak ! Honor Pengganti Transport Atlet Sumut Cekak

    Alamak ! Honor Pengganti Transport Atlet Sumut Cekak

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MEDAN – Bayang-bayang melemahnya kekuatan Sumatera Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai terasa. Lebih dari 50 atlet dikabarkan mengajukan permohonan pindah ke provinsi lain. Di balik gelombang ini, tersimpan kegelisahan akan honor dinilai tak sebanding dengan perjuangan. Sejumlah atlet mengaku mulai kehilangan motivasi setelah merasa kurang dihargai secara finansial. Pengganti transport yang diterima […]

  • Kasus Petronela Tilis, DPRD NTT Akan Cek Langsung: Kapolda Harus Beri Sanksi Tegas

    Kasus Petronela Tilis, DPRD NTT Akan Cek Langsung: Kapolda Harus Beri Sanksi Tegas

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 554
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Laporan dugaan mal administrasi dan sejumlah dugaan pelanggaran kewenangan penyidik juga dugaan pembelokan kasus hukum Petronela Tilis Versus Terlapor Blasius Lopis yang dilaporkan Petronela Tilis ke Propam Polda NTT yang salah satu tembusannya disampaikan kepada Kapolda NTT, disikapi serius Yohanis Rumat, S.E anggota DPRD NTT Fraksi PKB. Dirinya tegas meminta Kapolda NTT […]

  • Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Seberang SPBU Simpang Kiri, Puluhan Jerigen Ditemukan

    Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Seberang SPBU Simpang Kiri, Puluhan Jerigen Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, Jarrakpos.com — Dugaan penimbunan BBM bersubsidi ditemukan di seberang SPBU Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Temuan ini merupakan hasil penelusuran langsung wartawan di lapangan, yang mendapati puluhan jerigen berisi bahan bakar tersusun di lokasi, bersama satu unit mobil pickup. (18/04) Saat berada di lokasi, wartawan juga mengamati adanya aktivitas pengisian dan pemindahan BBM ke dalam […]

expand_less