Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » KPK Diteriakkan Untuk Periksa Aliran Dana “Suap” Ke Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Terkait Rumah Badjora

KPK Diteriakkan Untuk Periksa Aliran Dana “Suap” Ke Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Terkait Rumah Badjora

  • account_circle Ali Imran
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PADANGSIDIMPUAN, JARRAKPOS – Menyusul terdapatnya berbagai kejanggalan terhadap proses eksekusi rumah kediaman Dokter Badjora M. Siregar, Kuasa Hukum dokter Badjora meneriakkan agar KPK turun ke Padangsidimpuan.

Kehadiran KPK kali ini bukan soal korupsi uang negara melainkan dugaan Gratifikasi / Suap Penyalahgunaan Wewenang oleh Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan atas :

1. Putusan dilaksanakannya lelang rumah kediaman dokter Badjora, padahal masih ada solusi yang dilanggar, yakni musyawarah dan pembagian secara Natura sebagaimana perintah Mahkamah Agung.

2. Pelaksanaan lelang yang singkat dan hanya menghasilkan penawar tunggal, serta pelaksanaan lelang hanya mengandalkan alas hak Surat Keterangan Lurah (tanpa Sertifikat Hak Milik)

3. Pelaksanaan Konstatering (pencocokan data ) tanpa data kongkrit seperti ukuran Panjang, ukuran luas dan batas-batas tetangga.

4. Menanggapi Eksekusi telah dicabut oleh Pemohon karena sudah berdamai secara kekeluargaan dan didaftarkan lagi. Seyogyanya untuk menciptakan kedamaian di tubuh waris keluarga besar BM. Muda pihak Pengadilan Agama melakukan konfirmasi saat penarikan permohonan eksekusi dan pendaftaran kembali permohonan eksekusi .Tentu kalau Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan bersikap netral murni untuk menyatukan waris keluarga besar BM. Muda Siregar , maka saat itu Pengadilan Agama seharusnya bertanya kenapa dicabut dan kenapa didaftarkan lagi permohonan eksekusi tersebut. Dipastikan alasan pencabutan permohonan eksekusi tersebut jawabannya adalah sudah damai, nah si saat mendaftarkan kembali permohonan eksekusi tersebut tentu seharusnya Pengadilan Agama mempertanyakan kenapa Permohonan Eksekusi harus didaftar kembali padahal sudah berdamai ?

Secara detail terjadinya Pencabutan Permohonan Eksekusi rumah kediaman dokter Badjora dikarenakan seluruh keluarga waris BM. Muda berkumpul di Jakarta pada Januari 2025 untuk penyelesaian sengketa rumah tersebut. Secara lisan seluruh keluarga sepakat kalau rumah kediaman dokter Badjora tukar guling dengan klinik dokter Badjora yang ada di sampingnya.

 

kemudian dikarenakan izin sekolah Yayasan Nurul Ilmi terancam tidak bisa diperpanjang karena ternyata alas hak kepemilikan lahan tempat berdirinya sekolah Nurul Ilmi belum ada (masih milik waris BM. Muda dan/atau tidak milik yayasan), selaku salahsatu waris BM. Muda dokter Badjora bersedia menghibahkan tanah waris dengan membubuhkan tandatangan pemberi hibah dengan syarat rumah kediaman dokter Badjora sepenuhnya menjadi hak miliknya.

 

 

Dikarenakan kesepakatan tersebut tidak sempat dibuatkan ke dalam bentuk surat mengingat waktu rapat kesepakatan sudah jam 3 subuh, maka surat tersebut ditunda dibuat dan diserahkan sepenuhnya pembuatannya kepada Notaris Nur Oloan, SH. Ternyata janji tinggal janji sejak Januari 2025 hingga saat ini , Notaris Nur Oloan tak kunjung menyelesaikan tugasnya membuat Surat Perjanjian Kesepakatan dimaksud.

 

 

Karena tidak ada surat kesepakatan, maka dokter Badjora merasa Terzholimi dikarenakan rumah tak jadi dimilikinya sedangkan beliau sudah membubuhkan tandatangan pemberian hibah kepada yayasan Nurul Ilmi dan dokter Badjora akhirnya terpaksa angkat kaki dari rumah milik ayahnya karena rumah tersebut sudah dimiliki oleh Keponakan kandungnya. Demikian disampaikan kuasa hukum dokter Badjora kepada wartawan saat konferensi pers usai pelaksanaan eksekusi kemarin Selasa (14/042026). *(Ali Imran).

  • Penulis: Ali Imran

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Asongan Manfaatkat Dampak Pengecoran Jalan yang bikin Macet, bisa Mendapat Hasil 500-1jt setiap Hari

    Pedagang Asongan Manfaatkat Dampak Pengecoran Jalan yang bikin Macet, bisa Mendapat Hasil 500-1jt setiap Hari

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    KENDAL,JARRAKPOS.COM – Dampak pengecoran jalan di Pantura Brangsong Kendal tak sepenuhnya menimbulkan kemacetan. Sejumlah pedagang asongan memanfaatkan momen itu sebagai ladang mengais rezeki. Di tengah terik matahari yang mencapai 29 derajat, Ridwan pun tetap duduk di atas lemari pendingin yang dibawanya di tepian jalan lingkar Brangsong – Kaliwungu. Sesekali dia menawarkan sebotol minuman dingin kepada […]

  • KDKMP Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Bagi Warga Magelang

    KDKMP Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Bagi Warga Magelang

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Rusunawa Wates, Kecamatan Magelang Utara, diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga setempat. Berbeda dari toko ritel biasa, fasilitas tersebut merupakan wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis asas gotong royong hasil inisiasi pemerintah pusat. Minggu,(24/5/2026) Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan […]

  • Pembukaan MusabaqohTilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke 11 Tingkat kecamatan Sindang.

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 890
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPost.Com- Dalam rangka pembentukan akhlak yang mulia dan memperdalam ilmu agama bagi generasi muda serta membenuk negara badatul toyibatul ghofur Pemerintah kecamatan Sindang menyelenggarakan kegiatan MusabaqohTilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke 11. Bertempat di Pendopo kecamatan Sindang Kamis (16/10/25). Hadir pada acara tersebut Camat Sindang Ahmad Fauzi, Kapolsek Sindang AKP Suhendri, Kepala KAU Kecamatan […]

  • Demo DPD PETIR ke DLH dan BP Batam Tak Terlaksana, Ada Apa?

    Demo DPD PETIR ke DLH dan BP Batam Tak Terlaksana, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BATAM, jarrakpos.com — Rencana aksi demonstrasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) Kota Batam yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) lalu tidak terlaksana. Aksi yang rencananya ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut sebelumnya telah diberitahukan kepada Sat Intelkam Polresta Barelang pada 9 Oktober […]

  • Sat Res Narkoba Polres Dumai Ringkus Pria inisial A Di Kampung Dalam

    Sat Res Narkoba Polres Dumai Ringkus Pria inisial A Di Kampung Dalam

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Jarrakpos. Com Dumai – Aksi tegas kembali ditunjukkan jajaran Satres Narkoba Polres Dumai dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, seorang pria berinisial A berhasil diringkus saat berusaha melarikan diri usai diduga terlibat dalam transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Dalam, Kota Dumai. Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Kamis, 30 April 2026 […]

  • Tampil Perdana di Festival Budaya Tode Kisar, Enam Siswi SMA Tim S3 Bermimpi Tembus Panggung Besar

    Tampil Perdana di Festival Budaya Tode Kisar, Enam Siswi SMA Tim S3 Bermimpi Tembus Panggung Besar

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 131
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Siapa sangka, penampilan yang memukau di panggung Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar 2026 datang dari enam siswi SMA yang baru membentuk kelompok tari sepekan sebelumnya. Berbekal semangat, kreativitas, dan latihan tanpa henti, Tim S3 (Six Star Sikumana) sukses mencuri perhatian lewat tarian kreasi yang memadukan budaya Rote dan Timor Tengah Selatan […]

expand_less