Kisah Inspiratif Didin: Dari “Magang” di Ciwaru Hingga Menjadi Juragan Tahu Sukses di Timbang
- account_circle Ghana
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Kesuksesan bukanlah buah yang jatuh tiba-tiba dari pohonnya. Ia adalah hasil dari ketekunan, proses belajar yang panjang, dan keberanian untuk memulai. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Didin (44), seorang pria asal Cangkuang, Kecamatan Kuningan, yang kini memetik manisnya perjuangan sebagai pengusaha tahu sukses.
Berguru pada Sang Kakak
Perjalanan Didin tidak dimulai dengan modal besar, melainkan dengan kemauan untuk belajar. Sebelum mandiri, ia menghabiskan waktu selama dua tahun ikut bekerja bersama kakaknya, Ade Supriatna (50), di wilayah Ciwaru. Ade, yang sudah lebih dulu sukses di bidang kuliner tradisional ini, menjadi mentor utama bagi Didin dalam memahami seluk-beluk produksi hingga strategi pemasaran tahu yang berkualitas.

”Belajar itu butuh kesabaran. Saya ikut kakak selama dua tahun untuk benar-benar paham bagaimana mengelola usaha ini dari nol,” kenang Didin saat ditemui di lokasi usahanya, Selasa (14/04/2026).
Ekspansi ke Desa Timbang
Setelah dirasa cukup ilmu dan mental, Didin memberanikan diri membuka unit usahanya sendiri di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar mulai tahun 2011 dengan label “Tahu Lamping Timbang Sari”
Langkah ini terbukti tepat. Berkat kualitas rasa yang konsisten dan manajemen yang baik, tahu produksinya langsung mendapat tempat di hati masyarakat.
Kini, usaha tahu milik Didin bukan lagi sekadar usaha rumahan kecil. Ia telah bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal.
Memberdayakan Masyarakat:
Memperkerjakan 8 orang karyawan dari lingkungan sekitar.
Pemasaran Luas: Produk tahunya tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi merambah hingga ke wilayah Beber, Kabupaten Cirebon.

Permintaan Tinggi:
Setiap harinya, stok tahu miliknya selalu habis terjual alias “laku keras”.
Pelajaran dari Sang Pengusaha
Keberhasilan Didin memberikan pesan kuat bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia bisnis: jangan takut untuk memulai dari bawah. Melalui proses magang dan kerja keras, Didin berhasil mengubah statusnya dari seorang pembelajar menjadi seorang penyedia lapangan kerja.
Di tengah ketatnya persaingan usaha, Didin membuktikan bahwa makanan tradisional seperti tahu, jika dikelola dengan ketekunan dan kualitas yang terjaga, mampu memberikan kesejahteraan yang luar biasa bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar