Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kesenjangan Kesejahteraan ASN: Pusat Terima Uang Makan, Daerah Tidak

Kesenjangan Kesejahteraan ASN: Pusat Terima Uang Makan, Daerah Tidak

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Kesenjangan dalam pemberian hak kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) kembali menjadi sorotan. Di tengah penerapan standar biaya pemerintah yang terus diperbarui, ASN pemerintah pusat memiliki ketentuan uang makan berdasarkan golongan, sementara ASN pemerintah daerah di Pacitan disebut belum memperoleh fasilitas serupa.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun Anggaran 2026, besaran uang makan bagi pegawai ASN pada pemerintah pusat ditetapkan berdasarkan golongan. Ketentuannya mencapai Rp35.000 per hari untuk golongan I dan II, Rp37.000 per hari untuk golongan III, serta Rp41.000 per hari untuk golongan IV.

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari standar biaya dalam pengelolaan anggaran pemerintah pusat. Namun, penerapannya tidak serta-merta menjadi hak yang otomatis diberikan kepada ASN pemerintah daerah, karena pengelolaan belanja pegawai daerah mengikuti kerangka penganggaran pemerintah daerah dan kemampuan APBD masing-masing.

Persoalannya, di Kabupaten Pacitan, ASN pemerintah daerah selama ini disebut belum mendapatkan uang makan sebagaimana yang diterima ASN pada instansi pemerintah pusat.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Deni Cahyatoro, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, ASN pemerintah daerah memang tidak menerima uang makan berdasarkan golongan seperti ASN pemerintah pusat.

“Itu (uang makan) hanya untuk ASN pusat,” kata Deni, Kamis (17/9).

Deni menjelaskan, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan selama ini memperoleh komponen tunjangan berupa uang beras. Nilainya disebut sebesar Rp72.420 untuk satu bulan.

“Kalau ASN daerah hanya mendapatkan uang beras. Kalau uang makan tidak pernah mendapatkan,” tegasnya.

Jika angka tersebut dihitung secara sederhana untuk kebutuhan 30 hari, nilainya setara sekitar Rp2.414 per hari. Angka itu tentu bukan uang makan dalam pengertian sebagaimana standar uang makan ASN pemerintah pusat, melainkan nilai tunjangan beras yang selama ini diterima ASN daerah.

Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya persoalan yang lebih luas dalam tata kelola kesejahteraan ASN: bagaimana memastikan aparatur yang sama-sama berstatus ASN memperoleh perlakuan yang adil, tanpa mengabaikan perbedaan kewenangan dan sumber pembiayaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Secara regulatif, standar biaya yang ditetapkan Kementerian Keuangan berlaku sebagai acuan dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran pemerintah pusat. Sementara itu, pemerintah daerah memiliki mekanisme penganggaran sendiri melalui APBD dengan tetap berpedoman pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, keberadaan standar uang makan dalam SBM pemerintah pusat tidak secara otomatis berarti pemerintah daerah wajib membayarkan nominal yang sama kepada ASN daerah. Namun, perbedaan tersebut tetap membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengkaji kebijakan kesejahteraan ASN sesuai kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di titik inilah prinsip kesetaraan menjadi penting. Kesetaraan tidak selalu berarti setiap ASN harus menerima nominal tunjangan yang persis sama, tetapi memastikan tidak ada perbedaan perlakuan yang tidak memiliki dasar regulasi, serta setiap kebijakan kesejahteraan memiliki alasan yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi ASN daerah di Pacitan, persoalan uang makan bukan sekadar soal tambahan penghasilan. Lebih jauh, hal itu menyangkut bagaimana pemerintah memberikan penghargaan yang proporsional terhadap aparatur yang menjalankan pelayanan publik setiap hari.

Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, pembahasan mengenai kesejahteraan ASN pun menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang adil.

Pemerintah daerah memiliki ruang untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, prioritas pembangunan, serta koridor regulasi yang berlaku.

Dengan begitu, aspirasi mengenai uang makan ASN daerah dapat ditempatkan bukan semata sebagai tuntutan tambahan pendapatan, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesejahteraan aparatur yang lebih proporsional dan berkeadilan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ucapan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M dari Kepala BPKH Wilayah XIV Kupang, Hengky Wijaya

    Ucapan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M dari Kepala BPKH Wilayah XIV Kupang, Hengky Wijaya

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 284
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penuh hikmah untuk merefleksikan arti keikhlasan, pengorbanan, dan pengabdian dalam kehidupan. Dalam suasana yang penuh berkah ini, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Kupang, Hengky Wijaya, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat. Keluarga Besar Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Kupang mengucapkan Selamat Hari […]

  • Akademisi Untidar Soroti Pencabutan Bansos bagi Warga Terindikasi Judol

    Akademisi Untidar Soroti Pencabutan Bansos bagi Warga Terindikasi Judol

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Persoalan judi online (judol) di Kota Magelang turut menjadi sorotan dari sisi hukum, khususnya terkait pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terindikasi terlibat. Akademisi Hukum Universitas Tidar, Anidaul Khanifah, menjelaskan persoalan tersebut memiliki aspek hukum pidana dan administrasi negara. Dari sisi pidana, Anidaul menjelaskan bahwa pertanggungjawaban atas tindak pidana pada dasarnya […]

  • Dede Yusuf Persilahkan APH Telusuri Polemik Pager Laut di Tangerang

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf mengomentari polemik pagar laut yang berbuntut pemecatan kepada oknum pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menurut Dede, pihaknya menyerahkan tindakan di ranah pidana kasus sertifikat pagar laut ini kepada aparat penegak hukum. “Apakah bisa ATR BPN memberikan tindakan hukum kepada […]

  • Penyalahgunaan BBM Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Magelang Kota

    Penyalahgunaan BBM Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Magelang Kota

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polres Magelang Kota mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak di wilayah hukumnya. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam kegiatan press release bersama pejabat utama dan rekan media. Kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan. Jumat (17/04/2026). Petugas menerima informasi adanya seseorang yang melakukan pengisian BBM secara tidak wajar di sejumlah […]

  • Aksi Unjuk Rasa Serikat Tani Indramayu Mentut Pemda Indramayu membikin saluran sodetan Irigasi.

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 759
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Serikat Tani Indramayu (STI) mengadakan unjuk rasa didepan Pendopo dan DPRD Indramayu Rabu (05/02/25) menuntut janji pemerintah dalam memperhatikan hak para petani Khususnya di wilayah kecamatan Kroya, Haurgelis dan Gantar yang selalu tidak mendapatkan air yang memadai memasuki musim tanam sadon. Dalam orasinya Wanto ketua STI menuntut agar Pemda Indramayu segera membuat regulasi […]

  • Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah

    Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Senin (9/3/2026), dibuka melemah ke level Rp17.019 per dolar AS, atau terkoreksi 0,56 persen dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu yang berada di posisi Rp16.925. Angka ini menjadi catatan sejarah baru karena telah melewati rekor pelemahan terdalam saat pandemi Covid-19 Maret 2020 (Rp16.600-Rp16.700), […]

expand_less