AVI Danau Kuranding, Inovasi Pembelajaran Digital Berbasis Kearifan Lokal Bengkulu Mulai Diuji Bersama Guru PAUD
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

BENGKULU, jarrakpos.com — Upaya menghadirkan inovasi pembelajaran digital yang tetap berakar pada budaya lokal terus dikembangkan oleh tim peneliti melalui Uji Model dan Prototipe Audio Visual Interaktif atau AVI Danau Kuranding bersama mitra Gugus PAUD Kota Bengkulu.
Penelitian ini diketuai oleh Fina Hiasa, M.A., dengan anggota Prof. Nina Kurniah, M.Pd. dan Dewi Suranti, M.Kom.. Tim mengembangkan AVI Danau Kuranding sebagai media pembelajaran digital yang memadukan cerita rakyat Bengkulu, ilustrasi, audio narasi, animasi, dan interaksi pengguna dalam satu media pembelajaran yang ramah bagi anak. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung literasi ekologis sekaligus menjaga keberlanjutan cerita rakyat dan kearifan lokal Bengkulu di tengah perkembangan teknologi pendidikan.
Pengembangan AVI Danau Kuranding berangkat dari produk awal berupa buku cerita bergambar Danau Kuranding. Produk tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh menjadi media digital interaktif sehingga pengalaman belajar anak tidak hanya bergantung pada teks dan gambar, tetapi juga didukung unsur suara, visual bergerak, serta fitur interaktif.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penggunaan barcode pada buku cerita yang dapat dipindai untuk menghubungkan media cetak dengan konten digital. Setelah dipindai, aplikasi dapat menghadirkan narasi audio dan konten pendukung. Sistem ini juga dirancang dengan pilihan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, sehingga teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pembelajaran tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan bahasa serta budaya lokal kepada anak sejak usia dini.
AVI Danau Kuranding juga membawa pendekatan pembelajaran yang inklusif. Pengembangan prototipe memperhatikan kebutuhan anak usia dini berkebutuhan khusus, terutama anak dengan hambatan penglihatan, melalui optimalisasi audio narasi, suara yang jelas, efek suara lingkungan, serta navigasi sederhana. Dalam konsep yang dikembangkan tim peneliti, teknologi tidak dimaksudkan menggantikan peran guru. Guru tetap menjadi aktor utama dalam pembelajaran, sedangkan AVI hadir sebagai media pendamping yang membantu anak memahami cerita dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Uji Bersama Pengguna untuk Menyempurnakan Prototipe
Keterlibatan Gugus PAUD Kota Bengkulu menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk. Guru sebagai pengguna langsung dapat memberikan masukan mengenai kemudahan penggunaan media, kesesuaian narasi dengan karakteristik anak usia dini, daya tarik visual dan audio, serta kemungkinan penerapan AVI Danau Kuranding dalam kegiatan pembelajaran sehari hari.
Tahapan pengujian prototipe memang dirancang melibatkan guru PAUD dan anak usia dini melalui uji keterpakaian. Aspek yang dinilai antara lain kemudahan penggunaan, kejelasan narasi, ketertarikan anak terhadap media, serta efektivitas kolaborasi antara guru, buku cerita, dan aplikasi AVI di lingkungan pembelajaran nyata.
Hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pengembangan media ini. Penelitian melibatkan 120 responden, dengan hasil sebanyak 89 persen menyatakan perlunya media digital AVI berbasis kearifan lokal. Sebanyak 81 persen menunjukkan motivasi dan minat terhadap penggunaan aplikasi cerita interaktif berbasis barcode, sedangkan 85 persen mengalami kendala dalam menyampaikan literasi ekologis dan cerita rakyat apabila hanya mengandalkan media konvensional.
Ketua tim peneliti, Fina Hiasa, M.A., menyampaikan bahwa pengembangan AVI Danau Kuranding menjadi salah satu bentuk upaya mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan kebutuhan pembelajaran anak di era digital.
“Cerita rakyat memiliki banyak nilai yang sangat dekat dengan kehidupan anak dan lingkungannya. Melalui AVI Danau Kuranding, kami ingin nilai budaya dan kepedulian terhadap alam tidak hanya tetap dikenali oleh generasi berikutnya, tetapi juga hadir dalam bentuk media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.
AVI Danau Kuranding membawa sejumlah pesan ekologis sederhana yang mudah dikenalkan kepada anak, seperti pentingnya air bersih bagi kehidupan, danau sebagai habitat makhluk hidup, tanggung jawab menjaga alam, serta membangun rasa cinta terhadap lingkungan.
Guru PAUD Berikan Respons Positif
Kehadiran prototipe AVI Danau Kuranding juga mendapat respons positif dari kalangan pendidik PAUD. Media yang menggabungkan buku cerita dengan audio dan visual dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus membantu guru mengenalkan budaya lokal kepada anak.
Misnoni, S.Pd (Guru Paud):
“Menurut kami, AVI Danau Kuranding sangat menarik karena anak tidak hanya mendengarkan cerita dari guru, tetapi juga dapat melihat visual dan mendengarkan suara yang mendukung isi cerita. Anak menjadi lebih penasaran dan lebih mudah mengikuti alur cerita. Yang paling menarik, cerita yang digunakan berasal dari budaya Bengkulu sendiri sehingga anak juga belajar mengenal daerah dan lingkungannya. Media seperti ini sangat membantu guru karena teknologi tetap digunakan tanpa menghilangkan interaksi antara guru dan anak.”
Dukungan DPPM Kemendiktisaintek
Tim peneliti juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan dan pendanaan yang diberikan terhadap pelaksanaan penelitian.
“Tim peneliti menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPPM Kemendiktisaintek yang telah memberikan dukungan penuh serta pendanaan sehingga seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan prototipe AVI Danau Kuranding dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai dengan tahapan yang direncanakan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi pendidikan berbasis hasil penelitian yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.”
Apresiasi juga disampaikan kepada Gugus PAUD Kota Bengkulu, para guru, pendidik, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pengujian dan memberikan masukan bagi penyempurnaan prototipe.
Dari Budaya Lokal Menuju Inovasi Pendidikan yang Lebih Luas
Pengembangan AVI Danau Kuranding tidak berhenti pada tahap uji model. Berdasarkan roadmap penelitian, produk ini diarahkan melalui tahapan pengembangan prototipe dan validasi menuju uji lapangan yang lebih luas, penyempurnaan produk, hingga peluang distribusi dan pemanfaatan sebagai konten pendidikan digital. Model serupa juga memiliki peluang untuk direplikasi pada cerita rakyat dari daerah lain di Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pendidikan anak usia dini, teknologi digital, literasi ekologis, dan budaya lokal, AVI Danau Kuranding diharapkan menjadi salah satu contoh bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih dari sekadar digitalisasi cerita rakyat, AVI Danau Kuranding membawa gagasan bahwa perkembangan teknologi pendidikan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya. Dari Bengkulu, cerita lokal kini mendapatkan ruang baru untuk dikenalkan kepada generasi muda melalui media pembelajaran yang lebih interaktif, inklusif, dan relevan dengan zaman.
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar