Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Kasus Kekerasan Anak di Jalaksana Ditangani Polres Kuningan, Terlapor Masih di Bawah Umur

Kasus Kekerasan Anak di Jalaksana Ditangani Polres Kuningan, Terlapor Masih di Bawah Umur

  • account_circle Ghana
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kini ditangani Satreskrim Polres Kuningan. Keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada polisi dan penyidik mulai melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Aziz mengatakan, laporan dugaan kekerasan tersebut diterima dari orang tua korban pada Senin. Polisi kemudian melakukan sejumlah langkah awal untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

“Dari orang tua korban telah kami terima, selanjutnya kami melakukan penyelidikan kasus tersebut,” ujar AKP Abdul Aziz kepada awak media, Selasa (15/9/2026). Selain melakukan penyelidikan, polisi juga telah meminta pemeriksaan visum terhadap korban di RSUD 45 Kuningan. Sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian.

Menurut polisi, berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga membutuhkan sekitar 30 jahitan. “Dari hasil laporan, korban itu luka di bagian kepala, kurang lebih 30 jahitan,” katanya.

Sementara itu, terlapor dalam perkara tersebut diketahui masih berstatus sebagai pelajar dan diperkirakan berusia sekitar 16 tahun. Namun, kepastian mengenai usia terlapor masih akan didalami melalui pemeriksaan penyidik.

“Kalau dari laporan itu sekitar 16 tahunan, tapi nanti kita lihat hasil dari pemeriksaannya,” ungkapnya. Terkait informasi mengenai dugaan korban dikeroyok oleh beberapa orang, polisi belum mengambil kesimpulan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan fakta sebenarnya, termasuk peran pihak lain yang berada di lokasi kejadian.

“Untuk sementara yang dilaporkan satu orang,” jelas Abdul Aziz.
Meski terlapor masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan. Namun, penanganannya akan mengacu pada ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak dengan memperhatikan hak dan kepentingan anak. “Tetap kami lakukan pemeriksaan walaupun itu di bawah umur karena ada proses pendampingan nanti dari Komnas Anak, terus orang tua, dan dari sekolah perlu ada pendampingan karena ini masih di bawah umur,” jelasnya.

Perkara tersebut dilaporkan sebagai dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, polisi belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai kemungkinan penahanan maupun perkembangan status hukum terlapor. Hal itu masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan, mengingat terlapor masih berusia anak. “Kami baru menerima laporan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang tertuang dalam laporan, dugaan kekerasan tersebut bermula dari persoalan komunikasi antara korban dengan seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan terlapor. Persoalan tersebut kemudian diduga memicu kecemburuan hingga terlapor mengajak korban bertemu untuk membicarakan masalah tersebut. Dalam perjalanan menuju kawasan Balong Dalem, korban diduga mengalami pemukulan.

Sesampainya di area persawahan, dugaan kekerasan kembali terjadi. Sejumlah orang disebut berada di sekitar lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut. Setelah kejadian, korban diantar pulang dalam kondisi lemas. Kondisinya kemudian memburuk hingga sulit dibangunkan dan mengalami muntah. Keluarga akhirnya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami cedera serius pada bagian kepala dan harus menjalani operasi. Sempat dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan terkait biaya pengobatan korban. Namun, upaya tersebut belum terealisasi sehingga keluarga kemudian memilih menempuh jalur hukum.

Polisi kini masih mendalami perkara tersebut guna memastikan kronologi, penyebab, serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. (Agh@N)

  • Penulis: Ghana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi Tanama Cabe Rawit, Bhabinkamtimas STDI bersama Petani 

    Pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi Tanama Cabe Rawit, Bhabinkamtimas STDI bersama Petani 

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 176
    • 0Komentar

      Dumai, JARRAKPOS. Com – Personil Bhabikatibmas Kelurahan STDI bersama Petani turun langsung ke lapangan untuk mengecek lahan pekarangan pangan bergizi yang sedang di galakkan untuk mendukung program Ketahnan pangan nasional. Kegiatan di laksanakan pada hari Jum’at tanggal 05 Juni 2026 sekira jam 09.00 Wib, jalan  Asri Rt.15 Keluragan Simpang Tetap Darul Ikhsan Kecamatan Dumai […]

  • Pererat Tali Silaturahmi, Kapolres Bintan Kunjungi Warakauri Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke 79

    Pererat Tali Silaturahmi, Kapolres Bintan Kunjungi Warakauri Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke 79

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Kepri, jarrakpos.com | Menyambut Hari Bhayangkara ke 79, Polres Bintan Polda Kepri telah melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan salah satunya yaitu kegiatan Anjangsana kepada Warakauri dan personil Polres Bintan yang sedang sakit pada Rabu (18/6/2025). Kegiatan Anjangsana tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si., didampingi beberapa pejabat utama Polres Bintan dan Kapolsek […]

  • Aniaya Selingkuhan Isterinya, Suami Terancam 7 Tahun Penjara

    Aniaya Selingkuhan Isterinya, Suami Terancam 7 Tahun Penjara

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Kepolisian Resort Kuningan menetapkan seorang pria berinisial B (38), warga Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kawasan Taman Kota Kuningan. Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 21.15 WIB di kawasan Taman Kota Kuningan, […]

  • 14 Bus Trans Jateng Magelang- Temanggung akan Disiapkan

    14 Bus Trans Jateng Magelang- Temanggung akan Disiapkan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Trans Jateng koridor Magelang-Temanggung (Gelangmanggung) beroperasi pada 2027. Sebanyak 14 bus disiapkan untuk melayani rute ini.Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, sementara ini bus-bus tersebut akan tetap menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Sementara untuk rencana penggunaan bus listrik masih dikaji. “Sementara masih konvensional. Yang (model) listrik […]

  • BULOG NTT: Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H Jaga Harga dan Stok Tetap Aman

    BULOG NTT: Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H Jaga Harga dan Stok Tetap Aman

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 239
    • 0Komentar

    NTT, Liputan68.com- Komitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan kembali ditegaskan oleh Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Pasar Murah Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor TVRI NTT, Rabu (11/3/2025), menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjelang Idul Fitri. Dalam operasi pasar […]

  • Megawati Beri Instruksi, Kepala dan Wakil Kepala Daerah Tunda Keberangkatan Retret di Magelang

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Seluruh kepala daerah yang tergabung dalam PDIP dijadwalkan mengikuti retret di Magelang, Jawa Tengah, mulai Jumat, 21 Februari 2025, hingga sepekan ke depan. Namun, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi mendadak yang meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP menunda keberangkatan mereka. Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap penahanan […]

expand_less