Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Siswa SMP di Kuningan Babak Belur Dianiaya Pelajar SMK, Korban Dirawat di RSUD 45

Siswa SMP di Kuningan Babak Belur Dianiaya Pelajar SMK, Korban Dirawat di RSUD 45

  • account_circle Ghana
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan kembali tercoreng oleh aksi kekerasan antar-pelajar. MN (15), seorang siswa SMP warga Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, menjadi korban penganiayaan brutal hingga harus dilarikan dan mendapat perawatan intensif di RSUD 45 Kuningan.

​Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian bermula saat terduga pelaku berinisial KN (18), seorang siswa SMK di Kuningan, mendatangi rumah korban di Blok Cantilan, Desa Babakanmulya. Pelaku kemudian mengajak korban pergi ke kawasan Objek Wisata Balong Dalem.

​Sesampainya di lokasi kejadian, beberapa rekan pelaku ternyata sudah menunggu. Tanpa ada adu mulut terlebih dahulu, pelaku mendadak melayangkan pukulan bertubi-tubi ke area kepala dan dada korban. Bahkan saat korban sudah tersungkur, pelaku tetap menginjak-injak tubuh korban. Mirisnya, rekan-rekan pelaku yang berada di lokasi hanya menonton tanpa berupaya melerai atau menolong.

​Setelah korban tak berdaya, pelaku mengantarkannya pulang ke rumah lalu melarikan diri. Pihak keluarga yang melihat kondisi korban penuh luka langsung melarikannya ke RSUD 45 Kuningan untuk penanganan medis.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, motif di balik aksi penganiayaan ini diduga dipicu oleh masalah asmara. Hingga saat ini, pihak keluarga korban tercatat belum melayangkan laporan resmi ke kepolisian.

​Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pihak korban untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

​”Kami belum menerima laporan resmi. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, silakan melapor agar kami dapat menindaklanjuti dan mengusut tuntas peristiwa ini,” tegas AKP Abdul Aziz.

​Kasus ini kembali menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan setempat. Masyarakat berharap sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dapat bekerja sama lebih ketat guna mencegah aksi kekerasan serupa tidak terulang kembali di masa depan. (Agh@N)

  • Penulis: Ghana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Diserahkan Sejak 2 Juni, Pansus TRAP Pertanyakan Nasib Rekomendasi BTID di Pimpinan DPRD Bali

    Sudah Diserahkan Sejak 2 Juni, Pansus TRAP Pertanyakan Nasib Rekomendasi BTID di Pimpinan DPRD Bali

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DENPASAR – Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Provinsi Bali mendesak pimpinan DPRD Bali agar segera menjadwalkan Rapat Paripurna untuk membacakan sekaligus menyerahkan rekomendasi hasil kerja Pansus kepada pihak eksekutif. Desakan tersebut disampaikan menyusul belum adanya tindak lanjut sejak rekomendasi resmi diserahkan kepada pimpinan DPRD pada 2 Juni 2026.   Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dewa […]

  • Pemkot Lantik 44 Penjabat Eselon II, III dan IV

    Pemkot Lantik 44 Penjabat Eselon II, III dan IV

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 196
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Pemerintah Kota Bengkulu kembali melakukan penyegaran dalam struktur birokrasi dengan melantik puluhan pejabat di lingkungan pemerintah daerah, Jumat (6/3/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Total terdapat 44 pejabat yang dilantik dalam kesempatan itu, terdiri dari 2 pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) serta 42 pejabat administrator dan […]

  • Modus Baru, Demi Menguntit Dana Desa Oknom Camat di Sumenep Jadi Makelar Jasa Wibsite

    Modus Baru, Demi Menguntit Dana Desa Oknom Camat di Sumenep Jadi Makelar Jasa Wibsite

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 372
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Oknom camat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Mewajibkan setiap kepala desa harus membayar belasan juta rupiah dengan alasan untuk pembuatan website desa. Pasalnya, oknom camat tersebut terkesan memaksa bahkan mengancam, jika pembayaran itu tidak dipenuhi oleh kepala desa akan mempersulit ketika ada kepentingan yang melibatkan dengan dengan camat. “Saya tidak mau ribet, […]

  • Anton Sukartono Suratto Kembali Bidik Kursi Ketua Demokrat Jabar

    Anton Sukartono Suratto Kembali Bidik Kursi Ketua Demokrat Jabar

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Putu Gede Sudiatmika
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JABAR, jarrakpos.com – Bukan sekadar datang mendaftar, Anton Sukartono Suratto datang membawa sinyal politik yang sulit diabaikan. Kamis (13/8), incumbent Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat itu kembali menyerahkan berkas pencalonannya ke kantor DPD Demokrat Jabar. Yang membuat langkahnya semakin menarik, Anton tidak datang seorang diri. Sebanyak 27 pentolan DPC Partai Demokrat dari seluruh kabupaten/kota […]

  • Polres Magelang Kota Sekarang Punya Kapolres Baru

    Polres Magelang Kota Sekarang Punya Kapolres Baru

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polres Magelang Kota Polda Jateng menggelar acara pisah sambut Kapolres Magelang Kota dari AKBP Anita Indah Setyaningrum kepada AKBP Dikri Olfandi. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres setempat, Senin sore (12/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Polres Magelang Kota, para Kapolsek, Perwira, Bintara, PNS Polri Polres Magelang […]

  • Jenazah Pendaki yang Tewas di Merapi Tak Boleh Dibawah ke Kampung

    Jenazah Pendaki yang Tewas di Merapi Tak Boleh Dibawah ke Kampung

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    KLATEN,JARRAKPOS.COM – Terdapat kearifan lokal di lereng Merapi yang melarang jenazah pendaki yang meninggal dunia dibawa ke kampung, sehingga ambulans BPBD Klaten harus menunggu di lapangan terbuka dan mengambil rute yang tidak melewati perkampungan saat menjemput jenazah Aldo (22), pendaki asal Jogja yang ditemukan tewas. Proses evakuasi jenazah Aldo dinilai tidak terlalu sulit dibandingkan dengan […]

expand_less