Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Hesti, Fira, Enggar: Tiga Srikandi yang Kini Jadi Sorotan di Tengah Wacana Mutasi Pejabat Pacitan?

Hesti, Fira, Enggar: Tiga Srikandi yang Kini Jadi Sorotan di Tengah Wacana Mutasi Pejabat Pacitan?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Di balik tenangnya roda pemerintahan Kabupaten Pacitan, selalu ada dinamika yang bergerak pelan. Tak terdengar riuh, namun sesekali namanya mengemuka, menjadi bahan perbincangan di lorong-lorong birokrasi.

Belakangan, wacana pergeseran gerbong jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menyeruak. Mutasi, rotasi hingga promosi pejabat menjadi perbincangan yang menghangat.

Di antara sekian banyak nama yang beredar, tiga sosok perempuan aparatur sipil negara (ASN) senior turut menjadi sorotan.

Mereka adalah Hesti Suteki, Fira Anggraini, dan Ririh Enggar Murwati.

Ketiganya memiliki jalan pengabdian yang berbeda. Namun ada satu benang merah yang mempertemukan mereka: pengalaman panjang, rekam jejak birokrasi, serta posisi strategis yang selama ini mereka emban.

Tak berlebihan jika kemudian ketiganya disebut-sebut masuk dalam radar kandidat pejabat pimpinan tinggi pratama, seiring kemungkinan adanya penyegaran komposisi jabatan di lingkungan Pemkab Pacitan.

Tentu, semua itu masih sebatas dinamika dan wacana. Sebab dalam birokrasi pemerintahan, nama yang diperbincangkan belum tentu berujung pada keputusan. Ada proses, pertimbangan, penilaian kinerja, hingga kewenangan pejabat pembina kepegawaian yang pada akhirnya menentukan.

Namun, menarik melihat rekam jejak ketiga “Srikandi Birokrasi” tersebut.

Hesti Suteki, Meniti Jalan dari Kepegawaian hingga Pemerintahan

Nama Hesti Suteki bukan sosok baru dalam denyut birokrasi Pacitan.

Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan kepamongprajaan itu telah melewati sejumlah fase penting dalam perjalanan kariernya sebagai ASN.

Sejumlah bidang pernah dipercayakan kepadanya. Di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah. Setelah itu, ia juga dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata pada Dinas Pariwisata.

Kini, Hesti mengendalikan salah satu bagian yang cukup strategis di lingkungan sekretariat daerah, yakni sebagai Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pacitan.

Pengalaman lintas bidang tersebut membuat namanya dinilai memiliki modal birokrasi yang cukup panjang.

Dalam wacana yang berkembang, Hesti bahkan disebut-sebut memiliki kans untuk menempati posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Jika kelak benar demikian, perjalanan kariernya seolah menemukan titik temu. Pengalaman di bidang kepegawaian yang pernah digelutinya menjadi salah satu bekal yang relevan dengan posisi tersebut.

Di luar perjalanan kariernya, Hesti juga tumbuh dalam lingkungan keluarga birokrasi yang cukup dikenal.

Ia merupakan istri dari Heru Tunggul Widodo, ASN senior yang kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Ayah mertuanya, almarhum Sugiyono, juga pernah menjadi salah satu pejabat penting di lingkungan Pemkab Pacitan. Jabatan terakhir yang pernah diembannya adalah Kepala Bappeda Pacitan.

Sementara kakek mertuanya, almarhum Mbah Patmohardjo, dikenal masyarakat sebagai tokoh yang lekat dengan cerita-cerita masa lalu di Desa Wonokarto, tokoh yang dikenal sakti mandraguna.

Namun, pada akhirnya, perjalanan seorang ASN tetaplah ditentukan oleh rekam pengabdian dan penilaian atas kinerjanya.

Dan di titik itulah nama Hesti kembali mengemuka.

Fira Anggraini, Menjaga Integritas di Rumah Pengawasan

Jika Hesti dikenal dengan pengalaman lintas bidang pemerintahan, nama Fira Anggraini lekat dengan dunia pengawasan.

Cukup lama Fira berproses di lingkungan Inspektorat Pacitan. Di tempat yang menuntut ketelitian, keteguhan sikap dan integritas tersebut, ia dipercaya membantu mengawal berbagai tugas pengawasan pemerintahan daerah.

Kini, Fira menduduki posisi sebagai Sekretaris Inspektorat Pacitan.

Posisi tersebut tentu bukan ruang yang ringan. Sebab Inspektorat merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor aturan.

Dari perjalanan itu pula, muncul wacana agar Fira dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Inspektur Inspektorat Pacitan.

Bukan sekadar karena posisinya saat ini, melainkan juga pengalaman panjang yang telah dilaluinya di lingkungan pengawasan.

Integritas menjadi kata yang kerap dilekatkan dengan sosok Fira.

Namun sekali lagi, nama yang beredar belumlah menjadi keputusan. Semua masih menunggu bagaimana peta kebutuhan organisasi dan penilaian terhadap para kandidat nantinya.

Ririh Enggar Murwati, Sang Doktor dari Dunia Pendidikan

Sementara itu, ada Ririh Enggar Murwati.

Perempuan bergelar doktor ini memiliki perjalanan birokrasi yang tak kalah panjang.

Dunia pendidikan menjadi ruang pengabdiannya selama bertahun-tahun. Salah satu fase penting dalam kariernya adalah ketika ia dipercaya memimpin UPT Sanggar Kegiatan Belajar.

Di tempat tersebut, Enggar disebut banyak menorehkan prestasi dan pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan nonformal.

Kini, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Pacitan. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan.

Latar belakang tersebut membuat namanya juga masuk dalam radar pembicaraan terkait kemungkinan promosi jabatan pimpinan tinggi pratama.

Salah satu posisi yang disebut-sebut berpotensi menjadi ruang pengabdiannya berikutnya adalah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pacitan.

Ada alasan tersendiri mengapa dunia pendidikan begitu lekat dengan sosok Enggar.

Ia dibesarkan dari keluarga pendidik. Ayahandanya, almarhum Hendro, merupakan seorang guru yang pernah mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah pada Sekolah Teknik Menengah (STM).

Jejak pendidikan itu kemudian seperti mengalir dalam keluarga.

Salah satu saudara kandungnya diketahui berprofesi sebagai dokter senior yang bertugas di Surakarta. Sementara suaminya juga berkecimpung sebagai pendidik.

Maka ketika nama Enggar disebut dalam bursa calon pejabat pimpinan tinggi pratama, pengalaman panjangnya di dunia pendidikan menjadi salah satu catatan yang menarik untuk dicermati.

Pada Akhirnya, Semua Kembali kepada Keputusan
Tiga perempuan. Tiga perjalanan. Tiga ruang pengabdian yang berbeda.

Hesti dengan pengalaman pemerintahan dan kepegawaiannya.

Fira dengan dunia pengawasan yang menuntut keteguhan dan integritas.

Sementara Enggar tumbuh dari panjangnya pengalaman di dunia pendidikan.

Ketiganya kini berada pada satu persimpangan yang sama: wacana mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pacitan.

Sekretaris Daerah Pacitan, yang juga menjadi Ketua Tim Penilai Kinerja ASN (dulu Bapperjakat,Red), Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait kabar tersebut.

Namun beberapa waktu lalu, Sekda Maulana Heru sempat menyampaikan apresiasi terhadap ketiganya, terutama menyangkut rekam jejak mereka selama menjalani karier sebagai ASN.

Apresiasi itu tentu belum berarti tiket menuju sebuah jabatan.

Sebab dalam birokrasi, ada banyak nama yang muncul, tetapi hanya sedikit yang akhirnya sampai pada ruang keputusan.

Di ujung perjalanan itu, ada Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.

Dialah yang memiliki kewenangan dalam menentukan arah promosi dan penempatan pejabat ASN di lingkungan Pemkab Pacitan, tentu dengan tetap memperhatikan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Maka, untuk sementara, nama-nama itu masih sebatas berembus.

Menjadi percakapan dari satu meja ke meja lainnya.

Menjadi kemungkinan yang belum menemukan kepastian.

Dan bagi tiga “Srikandi Birokrasi” Pacitan itu, barangkali yang paling penting bukanlah ke mana gerbong mutasi akan membawa mereka, melainkan sejauh mana perjalanan panjang pengabdian mereka akan terus memberi arti bagi pemerintahan dan masyarakat.

Sebab jabatan boleh berganti.

Kursi kekuasaan bisa berpindah.

Tetapi rekam jejak pengabdian, pada akhirnya, akan selalu menjadi catatan yang tinggal lebih lama daripada sekadar nama dalam sebuah surat keputusan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Pekerja Kritis Dilarikan ke PKU Korban Gudang Diduga Penampungan Minyak Ilegal Yang Terbakar

    Seorang Pekerja Kritis Dilarikan ke PKU Korban Gudang Diduga Penampungan Minyak Ilegal Yang Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 80
    • 0Komentar

      ROKAN HULU — Kebakaran dilaporkan terjadi pada sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penampungan minyak di wilayah Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Peristiwa tersebut dilaporkan mengakibatkan seorang pekerja mengalami kondisi kritis dan harus dilarikan ke Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari masyarakat setempat yang meminta […]

  • Wajib Tau! Pasal-Pasal KUHP Baru yang Mengintai Kehidupan Sehari-Hari

    Wajib Tau! Pasal-Pasal KUHP Baru yang Mengintai Kehidupan Sehari-Hari

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Indonesia resmi menapaki babak baru dalam sejarah hukum pidana. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) versi terbaru mulai berlaku efektif, 2 januari 2026 menggantikan warisan kolonial Belanda yang telah berusia lebih dari satu abad. Namun di balik gegap gempita reformasi hukum ini, ada pertanyaan mendasar yang harus […]

  • Bupati Dian Lepas Kontingen Atletik Kuningan menuju BK Porprov XV Jabar

    Bupati Dian Lepas Kontingen Atletik Kuningan menuju BK Porprov XV Jabar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Sebanyak 37 atlet siap memperkuat kontingen Cabang Olahraga Atletik Kabupaten Kuningan dalam gelaran babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Jawa Barat ke XV. Secara resmi, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Msi, melepas para atlet tersebut pada Senin siang (01/12/2025) bertempat di Teras Pendopo Kuningan. Puluhan atlet tersebut terdiri dari […]

  • KPK Resmi Tetapkan Bupati Pati Tersangka Korupsi

    KPK Resmi Tetapkan Bupati Pati Tersangka Korupsi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI,JARRAKPOS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1). Selain Sudewo, KPK juga menjerat Abdul Suyono selaku Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Sumarjiono selaku Kades Arumanis, […]

  • HPN Tahun 2025, Wartawan Magelang Raya Gelar Silaturahmi dan Bhakti Sosial

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 511
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Peringati hari pers Nasional (HPN) Tahun 2025, beberapa wartawan di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang (Magelang Raya) dari naungan Persatuan Pewarta Nasional (Satu Pena), Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI), PWI dan lainya menggelar acara silaturahmi dan bhakti sosial dengan membagikan satu paket alat tulis untuk anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah. […]

  • Turunkan Angka Kemiskinan, Wawali Ronny Tobing Ajak OPD dan Camat Solid Bedah Data DT-SEN

    Turunkan Angka Kemiskinan, Wawali Ronny Tobing Ajak OPD dan Camat Solid Bedah Data DT-SEN

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan Kota Bengkulu, menegaskan komitmennya untuk mencapai penurunan angka kemiskinan yang signifikan di Kota Bengkulu. Untuk mewujudkan misi ini, Ronny mengharapkan kolaborasi penuh dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat. Komitmen tersebut disampaikan Ronny saat memimpin Rapat Koordinasi […]

expand_less