Wali Kota Kupang Apresiasi Perbanas NTT, Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Pengelolaan Sampah Modern
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 25 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor demi kemajuan kota.
Pada Jumat (11/4), ia menerima audiensi dari Perhimpunan Bank Nasional Nusa Tenggara Timur (Perbanas NTT) di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang penting membahas kontribusi nyata dunia perbankan dalam mendukung program pendidikan dan kebersihan lingkungan.
Rombongan Perbanas NTT yang dipimpin oleh Sekretaris Ady Seputro bersama Bendahara Sandra Imelda Leo dan Pengawas Budi Halan menyampaikan laporan terkait aksi sosial yang telah dilakukan.
Salah satunya adalah penyerahan bantuan 20 unit komputer untuk SMP Negeri 7 Kota Kupang pada 11 Maret 2025 lalu, yang diberikan langsung oleh Wakil Bendahara Dio Alexander Samsoeri.
Bantuan ini menjadi bukti kepedulian perbankan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kupang.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Perbanas NTT.
Ia menegaskan bahwa kontribusi tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang yang terus berupaya menyiapkan generasi unggul melalui pendidikan yang berkualitas.
Lebih dari itu, ia berharap kolaborasi antara Pemkot dan Perbanas dapat diperluas ke berbagai sektor, termasuk program prioritas daerah dalam penanganan sampah secara terpadu.
Wali Kota kemudian menjelaskan program pengelolaan sampah dengan sistem pemilahan dari rumah tangga melalui tiga jenis tempat sampah: hijau untuk organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah berbahaya.
Bagi warga yang belum memiliki, diarahkan menggunakan kantong plastik sesuai kategori. Pemkot sendiri telah menyiapkan 1.300 kontainer plastik besar di tingkat RT, sebagian hasil kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha.
Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kota juga mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, lengkap dengan mesin pencacah plastik, pengolah sampah organik menjadi pupuk dan maggot, serta conveyor pemilah sampah.
TPST ini nantinya juga menjadi pusat koordinasi bank sampah dengan harga dasar yang transparan agar masyarakat turut merasakan keuntungan ekonominya.
Untuk mengoptimalkan sistem tersebut, Pemkot menyiapkan armada pengangkut mulai dari truk Amrol, motor listrik, hingga 68 kontainer besi yang ditempatkan di zona rawan sampah liar, dilengkapi kamera CCTV dan jadwal pengangkutan yang jelas.
Wali Kota menegaskan akan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar, termasuk denda maupun kerja sosial membersihkan sampah.
Menurutnya, program ini bukan hanya soal menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memberdayakan pemulung, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Saya berharap ke depan Pemkot dan Perbanas dapat terus bersinergi, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah dapat diselesaikan bersama-sama,” pungkas Wali Kota.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar