Lagi, Hari Ini Usman Husin Berangkatkan Anak NTT Kuliah Gratis ke Jawa, Masih Ada Gelombang Berikutnya
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 28 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Langkah anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju bangku perguruan tinggi kembali berlanjut. Hari ini, Senin, 28 September 2026, kembali ada anak NTT yang diberangkatkan menuju Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa penuh yang diperjuangkan Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin.
Kali ini, sebanyak sembilan calon mahasiswa asal Kabupaten Kupang dan Kota Kupang berangkat meninggalkan NTT untuk berkuliah di Universitas Sunan Giri Surabaya. Mereka membawa harapan baru untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus terbebani biaya kuliah.
Keberangkatan sembilan calon mahasiswa ini sekaligus menjadi kelanjutan dari pemberangkatan sebelumnya yang telah membuka jalan bagi puluhan anak NTT dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi di Pulau Jawa.
Sebelumnya, sebanyak 44 calon mahasiswa dari empat kabupaten di Pulau Sumba, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur, diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan di Jawa melalui beasiswa penuh.
Tidak lama berselang, tujuh anak asal Kabupaten Rote Ndao juga diberangkatkan menuju Surabaya untuk menempuh pendidikan S1 Kebidanan di Universitas Sunan Giri Surabaya.
Kini, gelombang berikutnya kembali bergerak. Sembilan Anak Kabupaten dan Kota Kupang Berangkat
Tenaga Ahli Usman Husin, Yorim Boimau, turut mengantar para calon mahasiswa tersebut di Pelabuhan Tenau Kupang, Senin (28/9/2026).
Yorim mengatakan, sembilan calon mahasiswa yang diberangkatkan kali ini berasal dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
“Untuk sembilan orang ini ada dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang,” ujar Yorim saat mengantar keberangkatan mereka.
Menurutnya, keberangkatan hari ini bukan menjadi akhir dari program tersebut. Masih terdapat calon mahasiswa lainnya yang sedang menjalani proses seleksi untuk mengikuti pemberangkatan pada gelombang berikutnya.
“Untuk gelombang berikutnya masih ada, sekarang sedang tahap tes,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan bagi anak-anak NTT untuk melanjutkan pendidikan melalui program ini masih terus dibuka secara bertahap.
Program pendidikan yang diperjuangkan Usman Husin sebelumnya telah menyentuh anak-anak dari sejumlah daerah di NTT.
Pada Agustus 2026, sebanyak 44 calon mahasiswa dari empat kabupaten di Pulau Sumba dipersiapkan berangkat menuju Surabaya. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa penuh.
Pendamping calon mahasiswa sekaligus relawan Usman Husin di Sumba, Alan Maguro, sebelumnya mengatakan bahwa anak-anak tersebut berasal dari berbagai pelosok Sumba.
Menurut Alan, perjuangan membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu menjadi harapan baru bagi keluarga yang selama ini terkendala biaya.
“Walaupun Bapak Usman bukan dari komisi yang membidangi pendidikan, tetapi usaha dan perjuangannya untuk memperjuangkan anak-anak kurang mampu tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Alan.
Tenaga Ahli Usman Husin, Yorim Boimau, sebelumnya mengatakan bahwa program tersebut memang tidak hanya diperuntukkan bagi satu daerah.
Bhkan, pada gelombang pertama, terdapat 71 calon mahasiswa asal NTT yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan, terdiri dari 44 anak dari Sumba, tujuh dari Rote Ndao, serta penerima dari Kabupaten Kupang dan wilayah lainnya.
Usman Husin dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh membuat anak-anak NTT yang memiliki kemauan dan cita-cita harus berhenti mengejar pendidikan.
“Jangan sampai anak-anak kita yang punya kemauan dan cita-cita untuk kuliah harus berhenti karena persoalan biaya. Kalau ada kesempatan, kita harus buka jalan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Usman.
Ia juga meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Saya berharap mereka bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Setelah selesai, saya berharap ilmu yang diperoleh bisa digunakan untuk membantu masyarakat dan membangun daerah,” katanya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar