Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tak Sekadar Jual Laptop, Injeksi Creative Center Cetak SDM Muda NTT dan Siapkan Penemu Jus Pepaya Hijau Pertama di Dunia

Tak Sekadar Jual Laptop, Injeksi Creative Center Cetak SDM Muda NTT dan Siapkan Penemu Jus Pepaya Hijau Pertama di Dunia

  • account_circle Mario
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di balik reputasinya sebagai “pasar laptop murah” di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan slogan “Laptop Bos, Harga Kos”, Injeksi Creative Center atau yang lebih dikenal sebagai Injeksi Laptop Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) muda di daerah.

Tidak hanya menjadi pusat penjualan perangkat teknologi, Injeksi secara rutin menggelar berbagai kegiatan pengembangan kapasitas seperti pelatihan public speaking, seminar kewirausahaan, kelas pengembangan bisnis, pelatihan kepemimpinan, literasi digital, branding usaha, hingga pendampingan lahirnya ide-ide inovatif berbasis potensi lokal.

Direktur Utama Injeksi Creative Center, Jeksi Siokain, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda NTT untuk berani berinovasi dan menciptakan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu inovasi yang kini sedang dikembangkan adalah Jus Pepaya Hijau (buah pepaya mentah) yang diyakini menjadi inisiatif pertama di dunia.

“Jadi sebenarnya ide-ide seperti ini sudah saya bawa sejak tahun 2022. Setiap kali saya mengisi seminar kewirausahaan di kampus, komunitas maupun gereja, saya selalu menawarkan berbagai ide usaha berbasis pangan lokal. Bukan hanya jus pepaya hijau, tetapi juga bakso pepaya, pepaya goreng, dan banyak ide lainnya. Namun selama ini belum ada yang benar-benar berani memulai,” ujar Jeksi, (24/7/2026).

Menurutnya, titik balik terjadi ketika dirinya mengisi seminar di Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya mahasiswa Program Studi Farmasi.

Ia menilai mahasiswa farmasi memiliki bekal pengetahuan mengenai kandungan dan manfaat buah pepaya sehingga peluang mengembangkan produk tersebut menjadi lebih besar.

Awalnya, Jeksi menantang sekitar 80 mahasiswa untuk menyusun konsep atau skrip pembuatan jus pepaya hijau. Hampir seluruh peserta antusias membuat konsep.

Namun ketika tantangan ditingkatkan menjadi praktik langsung membuat produk sekaligus mendokumentasikan prosesnya dalam bentuk video, hanya empat mahasiswa yang berhasil menghasilkan karya dengan baik dan memenuhi kriteria.

Keempat mahasiswa tersebut yakni Christo Dwi Mahendra Mbura, Archangela Ghirlani Nino, Ristawanti Abas, dan Indah Yunita Luin. Mereka akan menjadi finalis yang menampilkan demonstrasi pembuatan Jus Pepaya Hijau pada tahap penilaian akhir.

“Dari sekitar 80 orang yang membuat konsep, akhirnya hanya empat yang benar-benar membuat dan mendemonstrasikan produk dengan sangat baik. Ini membuktikan bahwa ide saja belum cukup, tetapi keberanian untuk memulai jauh lebih penting,” katanya.

Keempat finalis tersebut akan mengikuti demonstrasi langsung pada 30 Juli mendatang.

Mereka diberi waktu maksimal 15 menit untuk menyajikan Jus Pepaya Hijau layaknya produk yang siap dipasarkan kepada konsumen.

Penilaian tidak hanya melihat kecepatan, tetapi juga mencakup aspek higienitas, sanitasi, rasa, tekstur, kandungan serat, hingga kualitas penyajian.

Jeksi menjelaskan peserta diperbolehkan menambahkan bahan lain, namun komposisi utama tetap harus didominasi buah pepaya hijau.

Menurut hasil penelusuran berbagai jurnal yang dipelajarinya, sudah terdapat produk jus daun pepaya, tetapi hingga kini belum ditemukan produk jus dari buah pepaya hijau yang dikembangkan sebagai minuman komersial.

“Ternyata di dunia sudah ada jus daun pepaya, tetapi jus buah pepaya hijau belum kami temukan. Karena itu kami ingin menghadirkan inovasi baru yang lahir dari NTT,” ujarnya.

Ia mengaku, pada awalnya para mahasiswa termotivasi mengikuti tantangan karena adanya peluang memperoleh beasiswa. Namun seiring proses berjalan, motivasi mereka berubah menjadi keinginan untuk menjadi pencipta produk baru yang bisa dikenal dunia.

“Mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa menjadi penemu Jus Pepaya Hijau pertama di dunia. Itu yang sebenarnya ingin kami bangun, keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru,” katanya.

Mahasiswa terbaik nantinya tidak hanya memperoleh beasiswa.

Injeksi Creative Center juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan, mulai dari promosi, penguatan merek, proses legalitas, pendampingan pengurusan izin BPOM, pelabelan produk, hingga peluang bantuan permodalan apabila inovasi tersebut berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Kalau perkembangan produknya bagus, tentu kami siap membantu eksposur, pendanaan, proses BPOM, branding sampai membuka peluang gerai usaha. Kami ingin anak NTT tidak berhenti pada ide, tetapi benar-benar melahirkan produk yang bisa dipasarkan,” jelasnya.

Jeksi menilai NTT memiliki potensi besar karena ketersediaan buah pepaya yang melimpah serta harga bahan baku yang murah. Kondisi tersebut memungkinkan produk dijual dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas.

Ia berharap inovasi ini menjadi awal lahirnya berbagai produk pangan lokal lainnya yang memiliki nilai tambah.

“Harapan kami sederhana, bagaimana menghasilkan produk baru yang berbasis kearifan lokal. Kalau ini berhasil, nanti akan lahir inovasi-inovasi berikutnya. Kita selesaikan satu per satu dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di NTT,” tutupnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Jeje Salurkan Rp320 Juta DTH untuk Korban Longsor Cisarua: Kondisi Psikologis Harus Diutamakan 

    Bupati Jeje Salurkan Rp320 Juta DTH untuk Korban Longsor Cisarua: Kondisi Psikologis Harus Diutamakan 

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    NGAMPRAH. JARRAKPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) menunjukkan keseriusan dalam menangani dampak bencana longsor yang terjadi di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sementara tahap kedua bagi warga terdampak. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan bantuan tersebut merupakan […]

  • Pacitan Bersiap Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan 30 September

    Pacitan Bersiap Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan 30 September

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Yuniardi Sutondo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Pacitan,JarrakPos.com-Pemerintah Kabupaten Pacitan bersiap memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Hesti Suteki, menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan, lembaga swasta, hingga masyarakat di Kabupaten Pacitan diimbau […]

  • Tujuh Tim Formatur Melaksanakan fit And Proper Test Terhadap Calon Ketua Umum Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR)

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dewan pendiri Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) yang tergabung ke dalam tim formatur melaksanakan fit and proper test. Acara di selenggarakan di Sekretariat PWCR Jln. Raya Ki Ageng Tapa, Komplek Perumahan Pejambon, Kelurahan Pejambon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Sabtu 15/02/25. Acara di hadiri oleh 7 orang tim formatur diantaranya Bambang Ekosukoco, Qoharudin, […]

  • Perkuat Sayap Hukum dan Tanggap Bencana, DPC PDIP Cirebon Lantik BBHR dan BAGUNA Periode 2026-2030

    Perkuat Sayap Hukum dan Tanggap Bencana, DPC PDIP Cirebon Lantik BBHR dan BAGUNA Periode 2026-2030

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 66
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cirebon secara resmi mengukuhkan dua badan otonom strategis, yakni Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHR) serta Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) untuk masa bakti 2026-2030. Pelantikan ini dilakukan dalam rangkaian Rapat Konsolidasi Internal yang digelar di Kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Cirebon, […]

  • Harper Hotel Kupang Hadirkan Promo Christmas Day & Christmas Dinner All You Can Eat, Cuma Rp125 Ribu!

    Harper Hotel Kupang Hadirkan Promo Christmas Day & Christmas Dinner All You Can Eat, Cuma Rp125 Ribu!

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 307
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Menyambut kemeriahan Natal 2025, Harper Hotel Kupang kembali memanjakan masyarakat dengan promo kuliner spesial yang sayang untuk dilewatkan. Bertempat di Rustik Bistro & Bar, hotel berbintang ini menghadirkan Christmas Day Chinese Food All You Can Eat serta Christmas Dinner All You Can Eat dengan harga super terjangkau, hanya Rp125.000 per orang. Manager Harper […]

  • Kejari Ponorogo Geledah Kantor Dinsos P3A Terkait Dugaan Korupsi Bansos 2023–2024

    Kejari Ponorogo Geledah Kantor Dinsos P3A Terkait Dugaan Korupsi Bansos 2023–2024

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Ponorogo, jarrakpos – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Ponorogo melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Ponorogo, Selasa (16/12/2025). Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pemberian bantuan sosial tahun anggaran 2023 hingga 2024. Penggeledahan berlangsung di sejumlah ruangan kantor Dinsos P3A Pemerintah Kabupaten […]

expand_less