UNICEF Perkuat Fondasi Literasi Anak Kabupaten Kupang, Ribuan Buku Bermutu Disalurkan ke Sekolah Dasar
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen UNICEF dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Nusa Tenggara Timur kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata bagi penguatan literasi kelas awal di Kabupaten Kupang.
Bersama DBS Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kupang, UNICEF terus mendorong lahirnya generasi pembelajar yang memiliki kemampuan membaca dan memahami informasi sejak usia dini.
Melalui program pendidikan dan gizi terintegrasi yang dijalankan di sejumlah sekolah dasar, UNICEF tidak hanya menghadirkan pelatihan bagi guru dan kepala sekolah, tetapi juga memperluas akses anak-anak terhadap buku bacaan bermutu sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang UNICEF dalam memperkuat kualitas pembelajaran di kelas awal sekolah dasar.
Dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan anak, UNICEF mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan literasi secara bertahap dan berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan buku bacaan bermutu yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang bersama UNICEF dan DBS Foundation di Hotel Neo Kupang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas PKO Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, S.Pi., M.Si., dan diikuti 32 peserta yang terdiri dari kepala sekolah serta guru kelas awal dari delapan sekolah dasar pilot program di Kecamatan Amabi Oefeto.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku bacaan bermutu kepada delapan sekolah penerima manfaat program pendidikan dan gizi terintegrasi dukungan UNICEF dan DBS Foundation.
Dalam sambutannya, Marthen Rahakbauw menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah dibangun UNICEF dan DBS Foundation dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Kupang.
Menurutnya, melalui program yang menjangkau 19 sekolah dasar di empat kecamatan, yakni Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Takari, dan satu sekolah di Kupang Timur, berbagai upaya peningkatan literasi dan numerasi mulai menunjukkan dampak positif.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Kupang pada tahun 2025 telah mencapai status tuntas muda dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan. Namun demikian, capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menempatkan Kabupaten Kupang di posisi 17 dari 22 kabupaten/kota di NTT masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Karena itu, dukungan UNICEF dan DBS Foundation melalui peningkatan kapasitas guru serta penyediaan buku bacaan bermutu dinilai sangat membantu dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, S.Pd., M.A., mengingatkan bahwa meskipun NTT tercatat sebagai provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia, ketersediaan buku bacaan yang memadai masih menjadi tantangan besar.
Ia mendorong para guru untuk memanfaatkan berbagai platform digital guna memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan. Menurutnya, Balai Bahasa telah mendistribusikan lebih dari 43 juta judul buku ke berbagai daerah di Indonesia, meski belum seluruh wilayah dapat dijangkau secara optimal.
Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah fasilitator literasi, di antaranya Robertus Fahik dari YASPENSI serta para pelatih literasi kelas awal Kabupaten Kupang seperti Wilibrodus Karangora, Ribka Kekado, Yanti Aly, Ros Kase, dan Denny Balukh.
Dalam sesi praktik, para guru mendemonstrasikan metode membaca nyaring atau read aloud yang kemudian mendapatkan masukan langsung dari para pelatih guna meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas.
Education Officer UNICEF, Robertus Raga Djone, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran kapasitas guru kelas awal yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan terkait sembilan komponen literasi baca tulis.
“Berdasarkan monitoring di beberapa SD ditemukan bahwa selain kekurangan buku bacaan bermutu, buku bacaan bermutu yang ada juga belum dimanfaatkan secara optimal. Buku bacaan yang ada seharusnya dimanfaatkan untuk membantu peserta didik meningkatkan kemampuan literasi mereka secara berjenjang,” jelasnya.
Ia menambahkan, UNICEF bersama DBS Foundation akan melanjutkan program dengan pelatihan yang lebih intensif bagi 19 sekolah pilot program di Kabupaten Kupang. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam membantu peserta didik menguasai sembilan komponen literasi secara sistematis melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid.
Pada sesi penutupan, narasumber dari BPMP Provinsi NTT, Muhammad Nasir, memaparkan capaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan di Kabupaten Kupang dan NTT secara umum. Berdasarkan data yang dipresentasikan, capaian literasi pada seluruh jenjang pendidikan terdiri atas kategori kurang sebesar 38 persen, sedang 29 persen, dan baik 25 persen.
Selain itu, terdapat sekitar 30 sekolah atau delapan persen yang belum menyediakan data, sehingga turut memengaruhi penilaian capaian SPM Pendidikan Kabupaten Kupang.
Mewakili Ketua Pokja Bunda Literasi NTT, Polikarpus Do menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun budaya literasi di daerah. Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia NTT melalui literasi sejak usia dini, Pokja Bunda Literasi NTT menjalankan sejumlah program seperti satu desa satu ruang baca satu relawan, distribusi 100 ribu buku bermutu ke wilayah terpencil, serta penyelenggaraan Festival Literasi Rakyat.
Melalui sinergi antara UNICEF, pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai mitra pembangunan, upaya meningkatkan kemampuan literasi anak-anak di Kabupaten Kupang diharapkan semakin kuat, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar