Dari Talun, Sumpia Udang Maksum Tembus Pasar Jatim hingga Palembang, Produksi Capai 1 Ton per Hari
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 36 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Camilan kecil berbentuk mirip lumpia ini memiliki daya magis yang sulit ditolak. Kulitnya yang tipis dan renyah berpadu dengan isian udang rebon yang gurih, asin, dan sedikit manis. Di balik rasanya yang sederhana, sumpia udang produksi Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, ternyata menjadi penggerak ekonomi warga yang cukup signifikan.
Salah satu pelaku usaha yang konsisten menekuni bisnis ini selama lebih dari dua dekade adalah Maksum. Sejak tahun 2000, ia mengembangkan usahanya dari skala rumahan sederhana hingga kini menggunakan peralatan semi-modern. Hasilnya, produksi sumpia udangnya kini mampu mencapai 1 ton per hari.
Angka produksi tersebut tidak dicapai oleh Maksum seorang diri. Ia melibatkan puluhan warga sekitar dalam proses pembuatan hingga pengemasan, sehingga usahanya turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Bukan hanya mengejar keuntungan, saya ingin aktivitas produksi ini memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dengan menyerap tenaga kerja,” ujar Maksum, Senin (7/9/2026).
Kunci kelezatan sumpia buatan Maksum terletak pada racikan rempah-rempah dan penggunaan udang rebon berkualitas sebagai bahan utama. Camilan ini praktis dikonsumsi dan cocok menjadi teman minum teh atau kopi.
Berkat kualitasnya, produk Maksum tidak hanya beredar di Kabupaten Cirebon. Jaringan pemasarannya telah merambah berbagai kota di Jawa Timur, seperti Blitar, Kediri, Tuban, Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Bahkan, produknya juga telah menjangkau pasar di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk kemasan berat 5 kilogram (1 ball), sumpia ini dijual dengan harga Rp115.000.
Meski demikian, Maksum mengakui masih menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan baku udang rebon dan kelancaran distribusi ke luar daerah.
Melihat potensi yang besar, Maksum berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan dan fasilitasi agar produk UMKM lokal bisa menembus pasar ekspor.
“Saya berharap produksi sumpia ini terus berkembang. Jika difasilitasi untuk ekspor, kami yakin bisa bersaing di pasar internasional dan memperluas lapangan pekerjaan,” harapnya.
Potensi UMKM di Talun juga mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Camat Talun, Agustino Alamsyah, menyatakan bahwa wilayahnya memiliki banyak pelaku UMKM dengan produk beragam, mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Untuk mendukung pemasaran, Pemkab melalui kecamatan tengah menginisiasi kegiatan Car Free Day yang melibatkan kelompok pemuda Talun. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi langsung bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekosistem desa wisata di Talun.
“Kami ingin produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal. Dengan begitu, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga membawa pulang produk khas buatan masyarakat setempat,” tegas Agustino.
Dari adonan tepung dan udang rebon, lahirlah harapan besar bagi ekonomi kerakyatan di Talun. Konsistensi Maksum selama 20 tahun membuktikan bahwa UMKM lokal memiliki potensi raksasa jika dikelola dengan disiplin dan mendapatkan dukungan yang tepat.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar