Sinergi Pemerintah dan Pers, Diskominfo Kuningan Bekali Jurnalis Lewat Capacity Building di Talaga Surian
- account_circle Ghana
- calendar_month 29 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan turut ambil bagian dalam acara Jurnalis Gathering & Capacity Building yang dihelat oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Polres Kuningan. Kegiatan ini berlangsung di Talaga Surian Camp, Palutungan, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (16/10/2026).
Mengusung tema “Sendiri Kita Setetes, Bersama Kita Lautan, Bersinergi, Berkolaborasi, Menguatkan Negeri”, acara tersebut dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkuat kapasitas serta profesionalisme insan pers di era digital.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., hadir langsung sebagai narasumber didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, M.Pd. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Literasi Media dan Tantangan Disinformasi: Strategi Publikasi Berita di Era Digital”, Ucu menyoroti krusialnya aspek akurasi, verifikasi, serta tanggung jawab moral dalam mempublikasikan berita di tengah gempuran arus informasi digital.
Tantangan Disinformasi dan Peran di Era Digital
Ucu mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah drastis cara masyarakat mengonsumsi dan menyebarkan informasi—dari portal berita konvensional hingga media sosial, video pendek, dan grup percakapan. Meskipun memperluas jangkauan, kondisi ini turut melipatgandakan risiko penyebaran hoaks.
”Kecepatan publikasi harus tetap mengutamakan ketepatan. Berita berkualitas wajib disajikan secara akurat, berimbang, menarik tanpa sensasionalisme, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Ucu.
Ia juga mengingatkan para jurnalis mengenai kompleksitas ancaman misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang kian diperparah oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). AI saat ini mempermudah manipulasi foto, video, dan audio agar tampak sangat meyakinkan.
Oleh karena itu, Ucu berpesan agar jurnalis selalu disiplin melakukan verifikasi—mulai dari mengecek sumber, tanggal, konteks, hingga keaslian konten—serta mampu membedakan secara tegas antara fakta, dugaan, dan opini.
Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat
Selain literasi media, materi tersebut juga menggarisbawahi pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah dan pers. Pemerintah bertindak sebagai penyedia informasi publik dan responsif terhadap konfirmasi, sementara pers menjalankan fungsi verifikasi, kontrol sosial, serta penyampai informasi kepada masyarakat.
Ketua Pokja Wartawan Polres Kuningan, Elly Said Karta, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan gathering tahun ini dikemas secara khusus dengan konsep camping di alam terbuka agar suasana kebersamaan antarjurnalis terjalin lebih erat dan santai.
”Meski dengan keterbatasan dukungan donatur dan sponsor yang membuat belum seluruh jurnalis terakomodasi, kami berharap pertemuan ini tetap menjadi ruang untuk merawat solidaritas dan memperkuat peran jurnalis dalam mengawal pembangunan daerah,” ujar Elly.
Agenda Jurnalis Gathering & Capacity Building ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari (16–17 Oktober 2026). Selain sesi materi dari Diskominfo Kuningan, rangkaian acara turut diisi oleh pemaparan dari Dandim 0615 Kuningan dan Kapolres Kuningan, malam kebersamaan bersama jajaran Forkopimda Kuningan, serta ditutup dengan kegiatan olahraga bersama dan fun games pada Sabtu pagi.
Melalui kegiatan ini, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan insan pers diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar