Dari Pagi hingga Larut Malam, Usman Husin Tuntaskan Penyaluran 21,05 Ton Benih Jagung untuk Petani Kabupaten Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dari Kupang Barat dan Nekamese hingga Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur, dukungan bagi petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bergerak. Selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 15–16 Oktober 2026, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menuntaskan penyaluran 21,05 ton benih jagung hibrida untuk mendukung petani menghadapi musim tanam pertama (MT I).
Di balik puluhan ribu kilogram benih yang disalurkan, ada harapan petani untuk mempersiapkan lahan, memulai penanaman tepat waktu, dan memperoleh hasil panen yang lebih baik. Bagi mereka yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, ketersediaan benih menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memulai musim tanam.
Rangkaian penyaluran tersebut berlangsung dalam dua tahap. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebanyak 12 ton benih jagung hibrida disalurkan bagi petani di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese. Sehari kemudian, Jumat, 16 Oktober 2026, bantuan kembali menjangkau petani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, hingga Amarasi Timur dengan total 9,05 ton.
Dengan demikian, total bantuan benih jagung hibrida yang disalurkan dalam dua hari tersebut mencapai 21.050 kilogram atau 21,05 ton untuk petani di lima kecamatan Kabupaten Kupang.
Penyaluran bantuan pada Kamis diawali dengan menjangkau petani di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese. Sebanyak 12 ton benih jagung hibrida berkualitas unggul disalurkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat di sejumlah desa.
Bantuan tersebut diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan benih dan mempersiapkan lahan yang akan ditanami. Ketersediaan benih menjadi salah satu faktor penting agar petani dapat memulai musim tanam dengan lebih siap.
Perjalanan penyaluran berlanjut pada Jumat, 16 Oktober 2026. Di Kecamatan Fatuleu, sebanyak 2.300 kilogram atau 2,3 ton benih jagung hibrida disalurkan kepada 12 kelompok tani.
Dari Fatuleu, bantuan berlanjut ke Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Sebanyak 2.250 kilogram atau 2,25 ton benih jagung hibrida dialokasikan untuk 10 kelompok tani.
Sementara itu, Kecamatan Amarasi Timur menerima 4.500 kilogram atau 4,5 ton benih jagung hibrida. Bantuan tersebut menyasar petani di Desa Oebesi, Desa Pakubaun, dan Desa Rabeka.
Penyaluran di tiga kecamatan pada Jumat itu mencapai 9.050 kilogram atau 9,05 ton. Berdasarkan data keseluruhan penyaluran tersebut, bantuan diperuntukkan bagi 42 kelompok tani.
Jika digabungkan dengan bantuan 12 ton yang disalurkan sehari sebelumnya di Kupang Barat dan Nekamese, totalnya mencapai 21,05 ton benih jagung hibrida selama dua hari.
Bagi Usman Husin, perhatian terhadap petani harus diwujudkan melalui dukungan yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan, menggerakkan perekonomian daerah, dan menopang kehidupan keluarga.
Karena itu, bantuan benih tidak boleh sekadar tercatat sebagai angka penyaluran. Benih yang diterima harus dimanfaatkan secara optimal agar dapat membantu petani mengembangkan lahan dan meningkatkan hasil produksi.
“Bagi saya, membantu petani bukan sekadar menyerahkan bantuan. Yang terpenting adalah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan baik. Petani harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan lahannya, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya,” ucap Usman Husin.
Ia berharap benih jagung hibrida yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan lahan dan rencana tanam masing-masing kelompok tani. Proses penanaman, perawatan, serta pengelolaan lahan yang baik menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan produksi.
Menurutnya, petani juga membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak hanya berupa benih, tetapi juga alat dan mesin pertanian (alsintan) serta fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan sarana produksi yang memadai diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan petani dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Bagi petani penerima bantuan, benih jagung bukan sekadar sarana produksi. Benih menjadi modal awal untuk memulai musim tanam dan mengusahakan lahan agar kembali menghasilkan.
Namun, pekerjaan petani tidak berhenti pada kegiatan menanam. Mereka masih harus menghadapi berbagai kebutuhan, mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga biaya produksi yang menentukan keberhasilan panen.
Karena itu, dukungan benih diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meringankan beban petani, terutama dalam mempersiapkan musim tanam pertama. Bantuan tersebut juga diharapkan memberi ruang bagi petani untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki bagi kebutuhan pertanian lainnya.
Petani berharap perhatian terhadap sektor pertanian terus berlanjut, sehingga kebutuhan benih, alsintan, pengairan, dan fasilitas pendukung lainnya dapat dipenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Tenaga ahli Usman Husin, Yorim Boimau, turut menekankan pentingnya memastikan bantuan pertanian menjangkau kelompok yang membutuhkan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Bantuan benih ini diharapkan menjadi modal bagi petani untuk menghadapi musim tanam. Karena itu, benih yang telah diterima perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat mendukung peningkatan produksi. Harapannya, bantuan ini tidak hanya tersalurkan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan keluarganya,” imbuh Yorim Boimau.
Penyaluran 21,05 ton benih jagung hibrida selama dua hari di lima kecamatan menjadi bagian dari upaya mendukung petani Kabupaten Kupang menghadapi musim tanam pertama.
Dari Kupang Barat dan Nekamese hingga Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur, bantuan tersebut menjangkau petani di wilayah dengan kebutuhan pertanian yang beragam. Tujuannya tetap sama, yakni membantu petani mempersiapkan musim tanam dan mendorong pemanfaatan lahan secara produktif.
Bagi Usman Husin, dukungan terhadap petani perlu berorientasi pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Sebab, pertanian bukan hanya urusan produksi pangan, tetapi juga berkaitan langsung dengan pendapatan rumah tangga, keberlangsungan usaha tani, dan kesejahteraan keluarga.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar