Dari Pagi hingga Larut Malam, Usman Husin Tuntas Salurkan 9,05 Ton Benih Jagung dari Fatuleu hingga Amarasi Timur
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dari pagi hingga larut malam, perjalanan penyaluran bantuan benih jagung hibrida bagi petani di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung menyusuri tiga kecamatan. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, menuntaskan penyaluran 9,05 ton benih jagung hibrida untuk 42 kelompok tani sebagai dukungan menghadapi musim tanam pertama (MT I).
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, bantuan tersebut menjangkau petani di Kecamatan Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, hingga Amarasi Timur. Di balik angka ribuan kilogram benih yang disalurkan, ada harapan petani untuk mengolah lahan dengan lebih baik, menanam tepat waktu, dan memperoleh hasil panen yang dapat menopang kehidupan keluarga.
Bagi petani, musim tanam bukan sekadar pergantian waktu untuk kembali menanam. Ada persiapan lahan, kebutuhan benih, tenaga, dan biaya yang harus diperhitungkan. Karena itu, dukungan benih menjadi salah satu kebutuhan penting agar petani dapat memulai musim tanam dengan lebih siap.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kegiatan pertanian sekaligus mendukung petani dalam memanfaatkan lahan produktif di Kabupaten Kupang.
Di Kecamatan Fatuleu, sebanyak 2.300 kilogram atau 2,3 ton benih jagung hibrida disalurkan kepada 12 kelompok tani.
Bantuan tersebut diharapkan membantu para petani memenuhi kebutuhan benih untuk musim tanam pertama. Ketersediaan benih menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan budidaya, terutama bagi petani yang harus menyesuaikan kebutuhan produksi dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Dari Fatuleu, penyaluran berlanjut ke Kecamatan Amabi Oefeto Timur. Sebanyak 2.250 kilogram atau 2,25 ton benih jagung hibrida disalurkan untuk 10 kelompok tani.
Dua kecamatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyaluran bantuan yang menjangkau kelompok tani di wilayah Kabupaten Kupang. Setiap kilogram benih yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan lahan dan rencana tanam masing-masing kelompok.
Bagi Usman Husin, dukungan kepada petani perlu diwujudkan melalui bantuan yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka. Petani merupakan bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah yang kehidupan keluarganya banyak bergantung pada usaha pertanian.
Perjalanan penyaluran bantuan kemudian menjangkau Kecamatan Amarasi Timur. Wilayah ini menerima alokasi terbesar, yakni 4.500 kilogram atau 4,5 ton benih jagung hibrida.
Bantuan tersebut menyasar petani di Desa Oebesi, Desa Pakubaun, dan Desa Rabeka.
Dengan tambahan alokasi untuk Amarasi Timur, total bantuan yang disalurkan di tiga kecamatan mencapai 9.050 kilogram atau 9,05 ton benih jagung hibrida.
Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 42 kelompok tani sebagaimana tercatat dalam keseluruhan penyaluran bantuan. Dukungan ini diharapkan membantu petani menyiapkan kebutuhan tanam dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Bagi Usman, perhatian terhadap petani tidak cukup berhenti pada penyampaian komitmen. Dukungan harus diwujudkan melalui langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh kelompok tani.
“Bagi saya, membantu petani bukan sekadar menyerahkan bantuan. Yang terpenting adalah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan baik. Petani harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan lahannya, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarganya,” ucap Usman Husin.
Ia berharap benih yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara optimal, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan sarana produksi yang memadai, bantuan tersebut diharapkan berkontribusi terhadap hasil pertanian dan pendapatan keluarga petani.
Bagi petani penerima bantuan, benih jagung bukan sekadar sarana produksi. Benih menjadi salah satu modal awal untuk memulai musim tanam dan mengusahakan lahan agar kembali menghasilkan.
Tenaga ahli Usman Husin, Yorim Boimau, turut menekankan pentingnya memastikan bantuan pertanian menjangkau kelompok yang membutuhkan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Bantuan benih ini diharapkan menjadi modal bagi petani untuk menghadapi musim tanam. Karena itu, benih yang telah diterima perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat mendukung peningkatan produksi. Harapannya, bantuan ini tidak hanya tersalurkan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan keluarganya,” imbuh Yorim Boimau.
Penyaluran 9,05 ton benih jagung hibrida di Fatuleu, Amabi Oefeto Timur, dan Amarasi Timur menjadi salah satu bentuk dukungan bagi petani Kabupaten Kupang dalam menghadapi musim tanam pertama.
Dari pagi hingga malam, bantuan tersebut menjangkau kelompok tani di tiga kecamatan dengan kebutuhan dan kondisi lahan yang beragam. Harapan yang menyertainya pun serupa: petani dapat menanam dengan lebih siap, mengelola lahan secara optimal, dan memperoleh hasil panen yang lebih baik.
Pada akhirnya, keberhasilan pertanian tidak hanya diukur dari jumlah benih yang disalurkan atau luas lahan yang ditanami. Yang lebih penting adalah bagaimana dukungan tersebut membantu petani meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan keluarga, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
Sebab, ketika petani memperoleh dukungan yang tepat, yang tumbuh bukan hanya tanaman di ladang, melainkan juga harapan bagi keluarga dan masa depan pertanian di Kabupaten Kupang.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar