Bupati Dian Tekankan Etika Jurnalistik dan Sinergi Saat Ngopi Bareng Jurnalis di Talaga Surian
- account_circle Ghana
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan pentingnya konsistensi insan pers dalam mengedepankan etika jurnalistik serta akurasi fakta di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya di hadapan puluhan wartawan dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Pokja Polres Kuningan yang digelar di Talaga Surian Camperpark, Kabupaten Kuningan, Jumat (16/10/2026) malam.
Acara yang dikemas hangat dan akrab dalam balutan suasana “ngopi bareng” ini turut dimeriahkan oleh hiburan musik dari Grup Band Samgo bersama vokalis Dr. Ukas Suharfapitra, S.P., M.P. Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pimpinan daerah, aparat kepolisian, serta insan pers untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., serta Wakapolres Kuningan, Kompol Eryda Kusumah, CPHR., S.I.K., M.H., yang mewakili Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H.
Keseimbangan antara Kompetensi, Etika, dan Kontrol Sosial
Dalam arahannya, Bupati Dian mengapresiasi upaya peningkatan kapasitas wartawan, termasuk melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kendati demikian, ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga integritas dan tanggung jawab moral dalam pemberitaan.
”Kompetensi tidak semata-mata berkaitan dengan jenjang atau sertifikasi, tetapi juga bagaimana seorang wartawan menjalankan tugas secara profesional, cermat, dan bertanggung jawab dengan mengedepankan verifikasi fakta,” ujar Dian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada awak media yang selama ini aktif memberikan masukan konstruktif lewat karya jurnalistik. Menurutnya, berbagai persoalan di lapangan sering kali teridentifikasi dan mendapat penanganan cepat berkat fungsi kontrol sosial yang dijalankan media.
Meski demikian, Dian berharap komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pers tetap terjaga tanpa menghilangkan independensi media dalam menyampaikan kritik yang objektif demi perbaikan pelayanan publik.
Dialog Terbuka: Dari Isu Pabrik Garmen hingga Sektor Pendidikan
Meski berlangsung santai, forum malam itu diwarnai dengan sesi dialog interaktif. Sejumlah jurnalis melontarkan pertanyaan dan menyoroti isu-isu aktual, di antaranya dugaan persoalan perizinan pembangunan pabrik garmen di Desa Cieurih, Kecamatan Cidahu, serta evaluasi terhadap Kabupaten Kuningan yang pernah mencanangkan diri sebagai Kabupaten Pendidikan.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Bupati Dian turut melibatkan Sekretaris Daerah Uu Kusmana—yang memiliki latar belakang pengalaman sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan—untuk memberikan penjelasan komprehensif.
Peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan turut disorot sebagai jembatan strategis yang menghubungkan kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan informasi publik. Keterbukaan informasi dan responsivitas koordinasi dinilai krusial agar program-program pembangunan dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat.
Komitmen Sinergitas Kepolisian dan Media
Dari unsur kepolisian, Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah menegaskan bahwa jajaran Polres Kuningan senantiasa membuka ruang koordinasi yang luas dengan kalangan media. Sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers dipandang vital dalam menjaga kondusivitas, keamanan, serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Kuningan. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar