Mikael Manu Apresiasi Hus Kuda Usman Husin, Usul Piala Bergilir Ikuti Lokasi Juara
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Fraksi Partai Perindo, Mikael Manu, mengapresiasi penyelenggaraan Hus Kuda Usman Husin Cup II di Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Menurutnya, event budaya yang digagas Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, telah membangkitkan kembali tradisi Hus atau Limbe sekaligus memberi dampak positif terhadap pelestarian budaya dan perekonomian masyarakat.
Sebagai pegiat kuda, Mikael menilai penyelenggaraan Hus Kuda yang kini memasuki tahun kedua menjadi bukti bahwa budaya leluhur Rote masih mendapat tempat di hati masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan setiap tahun dengan konsep yang semakin baik dan menjangkau lebih banyak wilayah di Rote Ndao.
“Sebagai penunggang kuda dan masyarakat Rote, kami sangat mengapresiasi event ini. Budaya Hus yang sempat mulai hilang kini dibangunkan kembali. Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin besar setiap tahunnya,” ujar Mikael.
Mikael kemudian mengusulkan agar penyelenggaraan Hus Kuda tidak lagi dipusatkan di lokasi yang sama setiap tahun. Menurutnya, event budaya tersebut sebaiknya digelar secara bergilir mengikuti domisili pemegang piala bergilir, sehingga manfaat ekonomi dan pelestarian budaya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Rote Ndao.
“Kalau saya boleh memberi masukan, jangan terus dilaksanakan di Rote Barat Laut. Piala bergilir itu ada maknanya. Kalau pialanya dibawa ke suatu daerah, maka tahun berikutnya kegiatan bisa dilaksanakan di daerah tersebut, selama lokasinya memungkinkan,” katanya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Mikael menjadi peserta paling sukses. Kuda miliknya Bukan Sinetron berhasil meraih Juara I, sementara Sadi Tebe, yang juga miliknya, keluar sebagai Juara II. Dengan hasil tersebut, piala bergilir dibawa ke Desa Mbokak, Kecamatan Rote Barat Daya, tempat asal Mikael.
Selain dua juara tersebut, Juara III diraih Putra Bunugu milik Soleman Sodik dari Landeoe, Juara IV diraih Langgobeba milik Jonas Mooy dari Busalangga Barat, Juara V diraih CBR milik Darwin Ndolu dari Amalou, dan Juara VI diraih Panggran Peama milik Robin Mbau dari Feama.
Mikael mengatakan, sistem bergilir akan membuat masyarakat di berbagai kecamatan ikut merasakan dampak penyelenggaraan Hus Kuda, baik dari sisi pelestarian budaya, promosi daerah, maupun peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar ke depan Hus Kuda diperkenalkan hingga ke wilayah Rote bagian timur yang selama ini lebih dikenal dengan tradisi pacuan kuda.
“Rote bagian timur lebih mengenal budaya pacuan kuda. Ke depan, Hus juga perlu dikenalkan ke sana agar masyarakat semakin mengenal budaya Limbe sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk melestarikannya,” ujarnya.
Menurut Mikael, penyelenggaraan Hus Kuda tahun ini membuktikan bahwa budaya Limbe masih mendapat tempat di hati masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang mencapai sekitar 450 ekor kuda, jumlah terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan Hus di Rote Ndao.
“Ini menunjukkan masyarakat sangat antusias ketika budaya ini diangkat kembali. Budaya bukan hanya harus dijaga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar