Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menanti Nahkoda Baru Bakesbangpol Pacitan, Herman Ramahi Masuk Radar Promosi?

Menanti Nahkoda Baru Bakesbangpol Pacitan, Herman Ramahi Masuk Radar Promosi?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Pergantian kepemimpinan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan mulai menjadi perbincangan.

Meski waktunya masih sekitar tujuh bulan lagi, kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dipastikan akan berganti nahkoda seiring memasuki masa purna tugas Kepala Bakesbangpol Pacitan saat ini, Turmudi, pada April 2027.

Bursa kandidat pun perlahan mengemuka. Sejumlah nama birokrat potensial mulai diperbincangkan untuk mengisi posisi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial-politik di Kota 1001 Gua tersebut.

Salah satu nama yang disebut memiliki kans cukup kuat adalah Herman Ramahi, yang kini dipercaya sebagai Camat Bandar.

Nama Herman bukan tanpa alasan mencuat. Sebelum menduduki jabatan camat, ia pernah menjadi Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik di Bakesbangpol Pacitan. Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami karakter tugas, dinamika kelembagaan, sekaligus medan kerja Bakesbangpol.

Dengan rekam pengalaman itu, Herman dinilai memiliki modal yang relevan apabila kelak mengikuti proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Bakesbangpol.

“Herman ada talenta untuk mengendalikan Bakesbangpol,” ujar sumber internal yang mengetahui dinamika birokrasi Pemkab Pacitan, Jumat (11/9).

Menurut sumber tersebut, pengalaman Herman saat menangani bidang kewaspadaan nasional dan penanganan konflik menjadi salah satu catatan yang patut diperhitungkan.

Bidang tersebut menuntut kemampuan membaca potensi kerawanan, membangun komunikasi lintas elemen, serta mengambil langkah secara terukur ketika menghadapi dinamika sosial di masyarakat.

Tak hanya pengalaman teknis, nama Herman disebut juga masuk dalam radar penilaian manajemen talenta. Hal ini menjadi modal penting dalam sistem pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) yang menempatkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, dan potensi sebagai bagian dari pertimbangan.

Herman Ramahi, Menguatkan Kewaspadaan Daerah dengan Bekal Intelijen

Di balik tugas menjaga kewaspadaan nasional dan penanganan konflik di tingkat daerah, terdapat pengalaman dan kapasitas yang tidak selalu dimiliki setiap aparatur sipil negara.

Sosok Herman Ramahi, yang selama menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan, turut mewarnai penguatan sistem deteksi dini dan koordinasi keamanan di daerah.

Salah satu gagasan yang pernah ia dorong adalah rapat koordinasi (rakor) Tiga Pilar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman dan memperkuat koordinasi antarelemen pemerintahan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, konflik sosial, maupun berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Herman, kewaspadaan bukan semata-mata soal merespons persoalan ketika konflik telah terjadi. Lebih dari itu, kewaspadaan membutuhkan kemampuan membaca situasi, mengenali potensi kerawanan sejak awal, serta membangun komunikasi dan koordinasi sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Pemikiran tersebut tidak berdiri sendiri. Ada bekal khusus yang membentuk cara pandangnya dalam menjalankan tugas.

Herman tercatat pernah menempuh pendidikan intelijen sebanyak dua kali. Pendidikan pertama ditempuh bersama Mabes Polri, sementara pendidikan berikutnya dijalani bersama Badan Intelijen Negara (BIN) di Kota Batu, Malang.

Pengalaman pendidikan intelijen tersebut menjadi salah satu modal yang memberi perspektif berbeda dalam menjalankan tugas pemerintahan, khususnya pada bidang kewaspadaan nasional dan penanganan konflik. Kemampuan membaca indikasi, melakukan pemetaan potensi kerawanan, serta memahami dinamika sosial menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang menuntut kepekaan dan ketelitian.

Bekal semacam ini terbilang tidak umum. Di lingkungan aparatur sipil negara, terutama pada lingkup pemerintahan daerah, pengalaman memperoleh pendidikan intelijen melalui dua institusi strategis negara tersebut merupakan pengalaman yang relatif khusus.

Namun, bagi Herman, pengetahuan dan pengalaman itu bukan untuk menempatkan dirinya sebagai sosok yang berbeda. Justru sebaliknya, bekal tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat kerja-kerja pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Di bidang kewaspadaan nasional, seorang aparatur dituntut mampu berdiri di antara dua kebutuhan: menjaga stabilitas sekaligus memahami denyut persoalan yang berkembang di masyarakat. Di titik inilah pengalaman Herman menjadi relevan.

Gagasan rakor tiga pilar bersama Forkopimda, misalnya, menunjukkan bahwa pendekatan kewaspadaan tidak hanya bertumpu pada satu institusi. Dibutuhkan keterhubungan antara unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan komponen masyarakat agar setiap potensi persoalan dapat dikenali serta ditangani secara proporsional.

Dengan pengalaman di bidang pemerintahan, ditambah dua kali pendidikan intelijen melalui institusi strategis nasional, Herman Ramahi membawa satu modal yang cukup khas dalam perjalanan pengabdiannya: kemampuan melihat persoalan tidak hanya dari permukaan, tetapi juga membaca tanda-tanda yang mungkin muncul sebelum sebuah persoalan menjadi konflik.

Di tengah kompleksitas persoalan sosial dan dinamika keamanan daerah, kemampuan semacam itu menjadi penting. Sebab menjaga daerah tetap kondusif bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan konflik, melainkan juga tentang bagaimana mencegah konflik sebelum ia menemukan ruang untuk tumbuh.

Namun, bursa calon kepala Bakesbangpol masih jauh dari kata final. Pengisian jabatan tersebut tetap harus berjalan melalui mekanisme yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip sistem merit.

Artinya, siapa pun yang nantinya dipercaya menduduki kursi AE 67—sebutan untuk Kepala Bakesbangpol Pacitan—idealnya bukan semata karena kedekatan atau preferensi tertentu, melainkan karena memiliki kompetensi, integritas, pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta rekam kinerja yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Dalam konteks itu, pengalaman Herman di lingkungan Bakesbangpol dan posisinya saat ini sebagai camat menjadi bekal yang membuat namanya layak diperhitungkan. Tetapi pada akhirnya, keputusan tetap berada pada mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Sebab, pergantian nahkoda Bakesbangpol bukan sekadar soal siapa yang mengisi sebuah kursi jabatan. Lebih dari itu, posisi tersebut membutuhkan sosok yang mampu membaca zaman, merawat kondusivitas daerah, sekaligus menjembatani kepentingan pemerintah dengan dinamika masyarakat.

Dan ketika masa purna tugas Turmudi semakin mendekat, pertanyaan tentang siapa yang paling tepat menjadi nahkoda berikutnya pun kini mulai menemukan ruang untuk diperdebatkan.

Herman Ramah salah satu nama yang mencuat. Namun, meritokrasi tetap menjadi kata kunci.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kara Guest House” Batam Center Batam, Diduga Belum Memiliki PBG dan Belum Memiliki Izin Usaha

    Kara Guest House” Batam Center Batam, Diduga Belum Memiliki PBG dan Belum Memiliki Izin Usaha

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 303
    • 0Komentar

    BATAM, jarrakposbali.com |  Kara Guest House, yang bertempat di Kawasan Kara Industri Batam Center Batam, mempunyai 2 bangunan mewah yang besar dan luas, berlantai 4, yang berfungsi sebagai tempat penginapan yang berlogo “O’YO”, tarif per satu malam 150.000,- rupiah. Kebanyakan disewa kalangan muda yang berpacaran dan pasangan selingkuh, dan orang asing, karena aman dan nya’man […]

  • Emi Nomleni: “Konsolidasi dan Semangat Gotong Royong untuk NTT”

    Emi Nomleni: “Konsolidasi dan Semangat Gotong Royong untuk NTT”

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 402
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- “Konsolidasi dan Semangat Gotong Royong untuk NTT!”, pesan penuh makna dari Emilia Nomleni, Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019-2024 usai Konferensi Daerah (Konferda) ke-VI PDIP NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Jumat (7/11/2025). Konferda kali ini dihadiri oleh pengurus partai dari seluruh kabupaten/kota se-Daratan Timor, serta tiga daerah […]

  • Kavitha Nadjwa Aulia temui kesulitan ketika hadapi Dai Qin Yi  

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Medan – Kavitha Nadjwa Aulia menemui kesulitan saat menghadapi tunggal putri asal China Dai Qin Yi di babak penyisihan wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di GOR PBSI Sumut Jalan Pancing Medan, Selasa (22/10) Kavitha Nadjwa Aulia menang rubber set atas Dai Qin Yi (China)21-16/21-23/21-17. Kavitha Nadjwa Aulia pun bersyukur bisa memenangkan pertandingan hari ini, […]

  • Berjaya di Ajang Piala Gubernur 2024, Pj Bupati Cirebon Apresiasi Para Atlet Taekwondo

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 722
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Prestasi memuaskan kembali ditorehkan atlet Taekwondo Kabupaten Cirebon dalam ajang bergengsi Piala Gubernur 2024. Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, secara langsung memberikan penghargaan kepada para atlet yang berhasil membawa pulang satu medali emas, tiga perak, dan tujuh perunggu di Pendopo Bupati Cirebon. “Alhamdulillah, ini merupakan prestasi yang luar biasa. Setelah sekian […]

  • Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim Pimpin Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Pandian

    Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim Pimpin Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Pandian

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 345
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Desa Pandian, pada Minggu (10/11/2025). Turut mendampingi Wabup, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Rumah Sakit, serta para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep. Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa sebagai wujud […]

  • Di ujung Kota Kupang, Fatubena jadi sejarah baru Gerakan Pramuka di NTT

    Di ujung Kota Kupang, Fatubena jadi sejarah baru Gerakan Pramuka di NTT

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 81
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Ketua Umum Panitia Jambore Daerah (JAMDA) X  Pramuka NTT, Ambrosius Kodo yang juga Kadis P&K NTT pada Senin 27 Juli 2026 menyatakan, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dijadwalkan membuka Jambore Daerah Pramuka Penggalang Se-NTT  pada Rabu Pagi 29 Juli 2026 di Bumi Perkemahan (BUPER) Fatubena, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. ” […]

expand_less