Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Koperasi Desa Merah Putih : Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa Menuju Kedaulatan Nasional

Koperasi Desa Merah Putih : Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa Menuju Kedaulatan Nasional

  • account_circle Putu Sta
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Oleh : Eko Mulyadi, S.I.P., M.Pd. Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI)

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, ketahanan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga oleh kokohnya fondasi ekonomi di tingkat lokal. Dalam konteks Indonesia, fondasi itu adalah desa.

Atas dasar itulah, Program *Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih* layak dipandang sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bukan sekadar pembentukan koperasi baru, melainkan momentum untuk menata ulang arsitektur ekonomi desa agar tidak lagi menjadi pelengkap pembangunan nasional, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya.

Mewarisi Gagasan Besar Para Pendiri Bangsa

Sejarah koperasi di Indonesia sesungguhnya merupakan sejarah perjuangan membangun kemandirian ekonomi rakyat. Mohammad Hatta meletakkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional karena meyakini bahwa demokrasi politik hanya akan bermakna apabila ditopang oleh demokrasi ekonomi. Konstitusi pun kemudian menegaskan prinsip tersebut melalui Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan asas kekeluargaan sebagai dasar penyelenggaraan perekonomian nasional.

Dalam perjalanan sejarah itu, terdapat sosok “R.M. Margono Djojohadikoesoemo”pendiri Bank Negara Indonesia sekaligus kakek Presiden Prabowo Subianto yang juga memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan koperasi Indonesia. Sebagai Inspektur Jawatan Koperasi pada masa Hindia Belanda, Margono memandang koperasi sebagai instrumen pemberdayaan rakyat untuk melepaskan diri dari ketergantungan ekonomi dan praktik rente. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa koperasi sejak awal tidak dimaksudkan sekadar sebagai badan usaha, melainkan sebagai gerakan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi masyarakat.

Dalam perspektif itu, Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat dibaca sebagai kelanjutan dari cita-cita panjang para pendiri bangsa: membangun Indonesia melalui ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Dari Dana Desa Menuju Kapitalisasi Desa

Selama satu dekade terakhir, Dana Desa telah menjadi instrumen penting dalam membangun infrastruktur dasar, meningkatkan pelayanan publik, dan memperkuat kapasitas pemerintahan desa. Jalan desa dibangun, jembatan diperbaiki, irigasi ditata, dan berbagai fasilitas publik mulai tersedia.

Namun, pembangunan fisik saja belum cukup. Desa membutuhkan mesin ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Karena itu, saya memandang Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai fase baru pembangunan desa. Jika Dana Desa membangun infrastruktur fisik dan sosial, maka koperasi harus membangun infrastruktur ekonomi.

Inilah momentum untuk menggeser paradigma pembangunan desa dari pendekatan yang berorientasi pada belanja publik menuju penguatan kapasitas produksi, penguasaan rantai nilai, dan akumulasi modal masyarakat desa.

Persoalan Desa Bukan Produksi, tetapi Rantai Nilai

Sebagai kepala desa, saya melihat persoalan utama desa bukan rendahnya produktivitas. Desa menghasilkan padi, jagung, tebu, kopi, hasil peternakan, perikanan, hingga berbagai produk UMKM.

Masalahnya, desa masih berada di posisi paling lemah dalam rantai nilai ekonomi. Nilai tambah justru lebih banyak dinikmati oleh pihak yang menguasai pembiayaan, logistik, penyimpanan, pengolahan, distribusi, dan akses pasar. Akibatnya, desa memproduksi kekayaan, tetapi belum sepenuhnya menikmati hasil dari kekayaan tersebut.

Karena itu, koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga simpan pinjam atau sekadar badan usaha baru. Koperasi harus bertransformasi menjadi *orkestrator ekosistem ekonomi desa* yang menghubungkan produksi, pembiayaan, pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga kemitraan usaha dalam satu sistem yang terintegrasi.

Menata Ulang Arsitektur Ekonomi Desa

Keberhasilan Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tidak boleh diukur dari jumlah koperasi yang berdiri, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat.

Sudah saatnya indikator keberhasilan bergeser dari *output* menuju *outcome*. Yang harus menjadi ukuran adalah meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya usaha mikro, bertambahnya lapangan kerja, menguatnya posisi tawar produsen desa, serta semakin besarnya nilai ekonomi yang tetap berputar di desa.Untuk itu, terdapat beberapa agenda strategis yang perlu mendapat perhatian :

Pertama, koperasi harus dibangun salah satunya berdasarkan potensi unggulan masing-masing desa,dan melibatkan penuh Pemerintah Desa.

Kedua, tata kelola koperasi harus berbasis profesionalisme, digitalisasi, transparansi, dan akuntabilitas sehingga mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.

Ketiga, diperlukan sinergi lintas kementerian agar koperasi memperoleh dukungan dari sisi produksi, pembiayaan, hilirisasi, logistik, hingga pemasaran. Membangun koperasi bukan hanya tugas satu kementerian; ia merupakan proyek besar pembangunan ekonomi nasional.

Keempat, koperasi harus menjadi simpul kolaborasi seluruh kekuatan ekonomi desa—BUMDes, kelompok tani, kelompok peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan komunitas usaha lainnya—bukan menjadi pesaing mereka.

Dari Desa untuk Indonesia

Pada akhirnya, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih bukan sekadar program ekonomi. Ia adalah ikhtiar membangun kembali kepercayaan bahwa desa bukan lagi halaman belakang pembangunan, melainkan halaman depan masa depan Indonesia.

Jika desa mampu menguasai produksi sekaligus nilai tambahnya, maka desa tidak hanya menjadi tempat lahirnya komoditas, tetapi juga tempat tumbuhnya kesejahteraan.

Sejarah mengajarkan bahwa bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang sekadar mampu memproduksi, melainkan bangsa yang mampu menguasai nilai tambah dari apa yang diproduksinya. Karena itu, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih harus kita maknai sebagai instrumen untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi kepada rakyat. Ketika desa mampu menguasai ekonominya sendiri, sesungguhnya Indonesia sedang memperkokoh fondasi kemajuan dan kedaulatannya sebagai sebuah bangsa.

Terkait dengan , DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) mendukung penuh Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen strategis untuk menata ulang arsitektur ekonomi desa menuju ekonomi yang lebih berdaulat, inklusif, dan berkeadilan.

Ketika desa menguasai nilai tambah atas sumber dayanya sendiri, saat itulah Indonesia sedang membangun kedaulatan ekonominya dari fondasi yang paling kokoh: desa.

  • Penulis: Putu Sta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Tani Merdeka: Kolaborasi Kawal Kesejahteraan Petani Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com SUMENEP – Musim panen garam di daerah seringkali menghadirkan tantangan tersendiri bagi petani. Masalah utama yang dihadapi adalah penyerapan hasil garam yang tidak optimal, sehingga menyebabkan penumpukan stok yang berdampak pada turunnya harga dan merugikan petani. Hal tersebut menjadi perhatian serius Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, saat mengunjungi lahan pertanian di […]

  • AGN Berikan Hadiah Umroh Bagi Mahasiswa “UNIKU” yang Berprestasi

    AGN Berikan Hadiah Umroh Bagi Mahasiswa “UNIKU” yang Berprestasi

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 317
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Universitas Kuningan (Uniku) sukses menyelenggarakan Wisuda ke-33 di Gedung Student Center (SC) Iman Hidayat Kampus I, Rabu (19/11/2025). Acara saklar tersebut diikuti oleh 900 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi yang dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan penampilan seni dari UKM Dapur Sastra (Dapsas) dan Rhineka Sunda. Turut hadir dalam acara tersebut […]

  • Belajar Melawan Lupa dari Saung Media Literasi dan Edukasi (SMILE) Wawan JR

    Belajar Melawan Lupa dari Saung Media Literasi dan Edukasi (SMILE) Wawan JR

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Tempatnya sederhana, tetapi mampu meninggalkan kesan yang begitu dalam. Saung Media Literasi dan Edukasi (SMILE) milik Wawan Jr (74), seorang jurnalis senior yang tinggal di Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan, adalah salah satunya. Kamis, 16 Juli 2026, saya berkesempatan mengunjunginya. Ruangan itu hanya berukuran sekitar 2,5 x 6 meter. Tidak luas, tetapi begitu melangkah […]

  • Pelindo Tenau Kupang Tebar Kepedulian Idul Adha, Sapi Kurban untuk Jamaah Masjid Nurul Ikhwan

    Pelindo Tenau Kupang Tebar Kepedulian Idul Adha, Sapi Kurban untuk Jamaah Masjid Nurul Ikhwan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 176
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Tenau Kupang menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kehadiran perusahaan pelabuhan terbesar di Indonesia itu bukan hanya sebagai penggerak sektor transportasi dan logistik, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Komitmen PT Pelindo Cabang Tenau Kupang dalam […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 757
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Bupati Imron dan Mendikdasmen Tinjau Rehabilitasi SDN 1 Kedungjaya Senilai Rp1,8 Miliar

    Bupati Imron dan Mendikdasmen Tinjau Rehabilitasi SDN 1 Kedungjaya Senilai Rp1,8 Miliar

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 47
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Bupati Cirebon, Imron, menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pada Senin (28/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi sekolah yang sedang menjalani program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dengan bantuan dari pemerintah pusat. Bupati Imron menyampaikan bahwa SDN 1 […]

expand_less