Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Wajib Belajar 13 Tahun, Dindik Pacitan Dorong Anak Usia 5–6 Tahun Masuk TK

Wajib Belajar 13 Tahun, Dindik Pacitan Dorong Anak Usia 5–6 Tahun Masuk TK

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 17 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Kebijakan wajib belajar kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya program wajib belajar ditempuh selama 12 tahun, kini cakupannya menjadi 13 tahun dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5 hingga 6 tahun sebelum memasuki jenjang sekolah dasar (SD).

Perubahan tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan tidak ada anak usia 5–6 tahun yang terlewat dari layanan pendidikan prasekolah, khususnya Taman Kanak-Kanak (TK).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pacitan, Dr. Ririh Enggar Murwati, mengatakan keberhasilan pelaksanaan wajib belajar 13 tahun tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, lurah, kepala desa hingga masyarakat.

“Usia 5 sampai 6 tahun sekarang masuk dalam cakupan wajib belajar pendidikan dasar. Karena itu perlu kolaborasi semua pihak, termasuk OPD terkait, camat dan lurah, untuk memastikan anak-anak usia tersebut masuk TK,” ujar Ririh Enggar, Kamis (24/9).

Menurut dia, pendidikan prasekolah memiliki posisi penting sebagai fondasi sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Satu tahun pendidikan sebelum SD diharapkan dapat membantu mempersiapkan anak, baik dari sisi kemampuan dasar maupun kesiapan mengikuti proses pembelajaran di jenjang berikutnya.

Untuk memperkuat pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Satu Tahun Pra-SD.

Regulasi tersebut sekaligus menjadi pijakan dalam membangun koordinasi lintas sektor. Di dalamnya juga dibentuk kelompok kerja (Pokja) yang bertugas menangani serta memastikan anak usia 5–6 tahun mendapatkan akses pendidikan TK.

“Dengan adanya regulasi tersebut, sudah terbentuk Pokja untuk menangani dan memastikan anak usia 5 sampai 6 tahun masuk TK,” jelas mantan Kepala UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ini.

Menjangkau Anak yang Belum Bersekolah

Selain memperluas akses pendidikan prasekolah, Dinas Pendidikan Pacitan juga terus melakukan penanganan terhadap anak tidak sekolah (ATS). Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan data di lapangan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Verifikasi data dilakukan bersama administrator desa dan kelurahan. Langkah ini penting agar pemerintah memiliki gambaran yang akurat mengenai anak yang putus sekolah maupun anak yang telah lulus dari suatu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Data yang telah diverifikasi kemudian menjadi dasar untuk melakukan intervensi dan mendorong anak-anak tersebut kembali memperoleh hak pendidikannya.

“Untuk penanganan anak tidak sekolah, sudah dilaksanakan verifikasi data bersama admin desa dan kelurahan. Kami juga mendorong anak putus sekolah atau yang lulus tetapi tidak melanjutkan untuk kembali ke sekolah,” terang Ririh.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh anak. Sebab, memastikan anak tetap berada dalam jalur pendidikan bukan semata persoalan angka partisipasi sekolah, melainkan juga menyangkut masa depan generasi daerah.

Ririh menegaskan, pekerjaan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen. Pemerintah, satuan pendidikan, pemerintah desa dan kelurahan, keluarga, serta masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

“Perlu dukungan semua pihak,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang kuat, pelaksanaan wajib belajar 13 tahun diharapkan tidak berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Setiap anak usia dini memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan prasekolah dan setiap anak usia sekolah yang sempat keluar dari jalur pendidikan memiliki kesempatan untuk kembali belajar.

Pada akhirnya, keberhasilan program tersebut bukan hanya diukur dari bertambahnya angka partisipasi pendidikan, tetapi dari semakin sedikitnya anak yang tertinggal dan semakin luasnya kesempatan setiap anak Pacitan untuk menapaki masa depan melalui pendidikan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PON Bela Diri II/2025 Berakhir, Sumut Posisi Tujuh Besar

    PON Bela Diri II/2025 Berakhir, Sumut Posisi Tujuh Besar

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Kudus ,- Tambahan tiga medali emas, tiga perak dan empat perunggu dari cabor wushu, mengantarkan Kontingen Sumut finis di peringkat tujuh besar PON Bela Diri II/2025 yang berakhir Minggu (26/10) sore di GOR Kaliputu, Kudus, Jateng. Sumut pada pertandingan hari terakhir Minggu kemarin meloloskan enam atlet ke final Wushu Sanda, dan berhasil meraih tiga medali […]

  • Polisi Ditikam Pengedar Narkoba, 7,83 Gram Sabu dan 2 Pisau Diamankan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 563
    • 0Komentar

    LABUSEL – Seorang personel Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) harus dilarikan ke rumah sakit akibat dua luka tikaman di punggung yang dideritanya saat menangkap seorang pengedar narkoba. “Seorang pengedar narkoba melakukan perlawanan ketika ditangkap. Tersangka menikam anggota menggunakan pisau,” ujar Kapolres Labusel, AKBP Arfin Fachreza, melalui Kasi Humas AKP Sujono, Jumat (10/1/2025). Personel […]

  • Kapolresta Magelang Resmikan Ojol Kamtibmas Mart Borobudur

    Kapolresta Magelang Resmikan Ojol Kamtibmas Mart Borobudur

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polda Jateng | Upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus dilakukan Polresta Magelang. Salah satunya melalui peresmian Ojol Kamtibmas Mart Borobudur yang digelar di Jalan Medang Kamulan, Borobudur, tepatnya di sebelah Kantor Obvit Polresta Magelang, Jumat (19/12/2025). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, S.I.K., S.H., bersama perwakilan […]

  • Kolaborasi Untuk Ketahanan Pangan, Polres Kuningan dan Diskatan Gelar Panen Jagung

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 547
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kepolisian Resort (Polres) Kuningan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, KPH Kuningan dan kelompok Tani Hutan Desa Cimulya menggelar kegiatan panen jagung di Lokasi Petak 88B-2 RPH Margamukti BKPH Ciledug Desa Cimulya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, Rabu (5/2/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta […]

  • Tiga GTK Subulussalam Wakili Aceh ke Tingkat Nasional, Bukti Mutu Pendidikan Terus Meningkat

    Tiga GTK Subulussalam Wakili Aceh ke Tingkat Nasional, Bukti Mutu Pendidikan Terus Meningkat

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com | Tiga Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terbaik dari Kota Subulussalam berhasil mengharumkan nama daerah setelah dinobatkan sebagai juara pertama dalam ajang Apresiasi GTK Provinsi Aceh Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGGTK) Kemendikdasmen. Mereka adalah: 1. Merawatu – Juara 1 GTK Dedikatif Kategori Kepala Sekolah TK 2. Azilda […]

  • Dari Kupang untuk Indonesia: Pemuda Muhammadiyah NTT Serukan Kebinekaan dan Kemakmuran Bersama

    Dari Kupang untuk Indonesia: Pemuda Muhammadiyah NTT Serukan Kebinekaan dan Kemakmuran Bersama

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 202
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Semangat persatuan dan cita-cita membangun Indonesia yang lebih maju menggema dari Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang saat RAPIMWIL dan Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur resmi digelar pada 14–16 Mei 2026. Mengangkat tema “Kemakmuran Untuk Semua, Dari Nusa Tenggara Timur Untuk Indonesia Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader muda […]

expand_less