Staf Ahli Prayitno Wakili Pemkab Pacitan dalam Ziarah dan Doa Bersama Peringati Hari Santri 2026
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hari Santri 2026, Staf Ahli Bupati Pacitan, Prayitno, ziarah makam KH Abdul Manan.
Pacitan,JarrakPos.com-Pemerintah Kabupaten Pacitan turut memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui kegiatan ziarah dan doa bersama untuk mengenang jasa para ulama dan pejuang bangsa. Dalam kegiatan yang berlangsung di Makam KH Abdul Manan Dipomenggolo, Desa Semanten, Kabupaten Pacitan, Selasa (20/10), Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili pemerintah daerah.
Ziarah tersebut menjadi momentum untuk menundukkan diri, mengenang jejak perjuangan para ulama, sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi para ulama dan pejuang bangsa yang telah berperan dalam perjuangan kemerdekaan serta perkembangan kehidupan keagamaan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prayitno menekankan pentingnya menjadikan perjuangan para ulama sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Keikhlasan, semangat pengabdian, serta komitmen menjaga persatuan merupakan nilai-nilai yang perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” katanya.
Menurutnya, semangat perjuangan para ulama dan santri tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah, tetapi juga harus hadir dalam tindakan nyata untuk membangun daerah dan memperkuat kehidupan sosial yang harmonis. Nilai-nilai keagamaan yang berpadu dengan semangat kebangsaan menjadi landasan penting dalam mewujudkan masyarakat yang saling menghormati dan menjaga kerukunan.
Peringatan Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. “Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu mengambil bagian dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga jati diri bangsa yang berlandaskan nilai-nilai luhur,” tegas mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian ini.
Melalui ziarah dan doa bersama tersebut, diharapkan semangat perjuangan para ulama dan santri terus hidup dalam sanubari masyarakat, tidak berhenti pada seremoni peringatan, tetapi tumbuh menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap nilai-nilai religiusitas, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu senantiasa menjadi pijakan dalam pembangunan daerah, demi mewujudkan Pacitan yang religius, rukun, dan sejahtera.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar