Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Tak Sekadar Jual Laptop, Injeksi Creative Center Cetak SDM Muda NTT dan Siapkan Penemu Jus Pepaya Hijau Pertama di Dunia

Tak Sekadar Jual Laptop, Injeksi Creative Center Cetak SDM Muda NTT dan Siapkan Penemu Jus Pepaya Hijau Pertama di Dunia

  • account_circle Mario
  • calendar_month 8 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di balik reputasinya sebagai “pasar laptop murah” di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan slogan “Laptop Bos, Harga Kos”, Injeksi Creative Center atau yang lebih dikenal sebagai Injeksi Laptop Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) muda di daerah.

Tidak hanya menjadi pusat penjualan perangkat teknologi, Injeksi secara rutin menggelar berbagai kegiatan pengembangan kapasitas seperti pelatihan public speaking, seminar kewirausahaan, kelas pengembangan bisnis, pelatihan kepemimpinan, literasi digital, branding usaha, hingga pendampingan lahirnya ide-ide inovatif berbasis potensi lokal.

Direktur Utama Injeksi Creative Center, Jeksi Siokain, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda NTT untuk berani berinovasi dan menciptakan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu inovasi yang kini sedang dikembangkan adalah Jus Pepaya Hijau (buah pepaya mentah) yang diyakini menjadi inisiatif pertama di dunia.

“Jadi sebenarnya ide-ide seperti ini sudah saya bawa sejak tahun 2022. Setiap kali saya mengisi seminar kewirausahaan di kampus, komunitas maupun gereja, saya selalu menawarkan berbagai ide usaha berbasis pangan lokal. Bukan hanya jus pepaya hijau, tetapi juga bakso pepaya, pepaya goreng, dan banyak ide lainnya. Namun selama ini belum ada yang benar-benar berani memulai,” ujar Jeksi, (24/7/2026).

Menurutnya, titik balik terjadi ketika dirinya mengisi seminar di Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya mahasiswa Program Studi Farmasi.

Ia menilai mahasiswa farmasi memiliki bekal pengetahuan mengenai kandungan dan manfaat buah pepaya sehingga peluang mengembangkan produk tersebut menjadi lebih besar.

Awalnya, Jeksi menantang sekitar 80 mahasiswa untuk menyusun konsep atau skrip pembuatan jus pepaya hijau. Hampir seluruh peserta antusias membuat konsep.

Namun ketika tantangan ditingkatkan menjadi praktik langsung membuat produk sekaligus mendokumentasikan prosesnya dalam bentuk video, hanya empat mahasiswa yang berhasil menghasilkan karya dengan baik dan memenuhi kriteria.

Keempat mahasiswa tersebut yakni Christo Dwi Mahendra Mbura, Archangela Ghirlani Nino, Ristawanti Abas, dan Indah Yunita Luin. Mereka akan menjadi finalis yang menampilkan demonstrasi pembuatan Jus Pepaya Hijau pada tahap penilaian akhir.

“Dari sekitar 80 orang yang membuat konsep, akhirnya hanya empat yang benar-benar membuat dan mendemonstrasikan produk dengan sangat baik. Ini membuktikan bahwa ide saja belum cukup, tetapi keberanian untuk memulai jauh lebih penting,” katanya.

Keempat finalis tersebut akan mengikuti demonstrasi langsung pada 30 Juli mendatang.

Mereka diberi waktu maksimal 15 menit untuk menyajikan Jus Pepaya Hijau layaknya produk yang siap dipasarkan kepada konsumen.

Penilaian tidak hanya melihat kecepatan, tetapi juga mencakup aspek higienitas, sanitasi, rasa, tekstur, kandungan serat, hingga kualitas penyajian.

Jeksi menjelaskan peserta diperbolehkan menambahkan bahan lain, namun komposisi utama tetap harus didominasi buah pepaya hijau.

Menurut hasil penelusuran berbagai jurnal yang dipelajarinya, sudah terdapat produk jus daun pepaya, tetapi hingga kini belum ditemukan produk jus dari buah pepaya hijau yang dikembangkan sebagai minuman komersial.

“Ternyata di dunia sudah ada jus daun pepaya, tetapi jus buah pepaya hijau belum kami temukan. Karena itu kami ingin menghadirkan inovasi baru yang lahir dari NTT,” ujarnya.

Ia mengaku, pada awalnya para mahasiswa termotivasi mengikuti tantangan karena adanya peluang memperoleh beasiswa. Namun seiring proses berjalan, motivasi mereka berubah menjadi keinginan untuk menjadi pencipta produk baru yang bisa dikenal dunia.

“Mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa menjadi penemu Jus Pepaya Hijau pertama di dunia. Itu yang sebenarnya ingin kami bangun, keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru,” katanya.

Mahasiswa terbaik nantinya tidak hanya memperoleh beasiswa.

Injeksi Creative Center juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan, mulai dari promosi, penguatan merek, proses legalitas, pendampingan pengurusan izin BPOM, pelabelan produk, hingga peluang bantuan permodalan apabila inovasi tersebut berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Kalau perkembangan produknya bagus, tentu kami siap membantu eksposur, pendanaan, proses BPOM, branding sampai membuka peluang gerai usaha. Kami ingin anak NTT tidak berhenti pada ide, tetapi benar-benar melahirkan produk yang bisa dipasarkan,” jelasnya.

Jeksi menilai NTT memiliki potensi besar karena ketersediaan buah pepaya yang melimpah serta harga bahan baku yang murah. Kondisi tersebut memungkinkan produk dijual dengan harga yang terjangkau, sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas.

Ia berharap inovasi ini menjadi awal lahirnya berbagai produk pangan lokal lainnya yang memiliki nilai tambah.

“Harapan kami sederhana, bagaimana menghasilkan produk baru yang berbasis kearifan lokal. Kalau ini berhasil, nanti akan lahir inovasi-inovasi berikutnya. Kita selesaikan satu per satu dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di NTT,” tutupnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peningkatan PAD jadi Catatan Pansus LKPj DPRD, Pemkot Mulai Kaji Potensi Baru

    Peningkatan PAD jadi Catatan Pansus LKPj DPRD, Pemkot Mulai Kaji Potensi Baru

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu tahun 2024 yang masih di bawah 80 persen. Catatan ini disampaikan oleh Juru Bicara Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Bengkulu tahun 2024, Desi, dalam rapat paripurna DPRD Kota Bengkulu pada Senin (5/5/2025). Rapat paripurna, […]

  • Paripurna HUT ke-23 Seluma Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Daerah yang Maju dan Sejahtera

    Paripurna HUT ke-23 Seluma Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Daerah yang Maju dan Sejahtera

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SELUMA, jarrakpos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Seluma, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkokoh sinergi seluruh elemen dalam mewujudkan kemajuan Seluma. Paripurna istimewa digelar setelah […]

  • 20 Tim Ramaikan Kejurda Bola Voli Raja Inal Cup III 2026 di Sipirok

    20 Tim Ramaikan Kejurda Bola Voli Raja Inal Cup III 2026 di Sipirok

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Medan – Sejumlah 20 tim bersaing pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Antar Pelajar Raja Inal Cup III 2026 di Gelanggang Olahraga (GOR) Sibualbuali, Kompleks Yayasan Pendidikan Marsipature Hutana Be (YPMHb), Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada 11-16 Mei 2026. Dua tim bola voli dari luar Provinsi Sumatera Utara turut ambil bagian, yakni SMKN 1 […]

  • Dari Kupang untuk Indonesia: Kolaborasi Bangun Karya Teguhkan Harapan UMKM NTT

    Dari Kupang untuk Indonesia: Kolaborasi Bangun Karya Teguhkan Harapan UMKM NTT

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 674
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di balik dinding megah rumah jabatan Gubernur NTT, semangat membangun bangsa bergema hangat saat Program Bangun Karya resmi ditutup. Program yang digagas sebagai hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bentoel Group ini telah menjadi bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh dari desa-desa […]

  • Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Residivis Pengedar Sabu

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.360
    • 0Komentar

    LABUHANBATU Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Labuhanbatu kembali berhasil menggagalkan transaksi narkotika jenis sabu di wilayahnya. Seorang residivis berinisial MWH alias Ewin Buang (41) ditangkap saat berada di Jalan Asam Jawa, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, pada Sabtu (22/2/2025). Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Syafrudin menjelaskan […]

  • Komitmen Usman Husin Perbanyak Sumur Bor di NTT Optimis Tingkatkan Produksi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

    Komitmen Usman Husin Perbanyak Sumur Bor di NTT Optimis Tingkatkan Produksi Pertanian Menuju Swasembada Pangan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 649
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Ketulusan hati melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi spirit pengabdian dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Komitmen melayani masyarakat bukan semata-mata hanya habis dijanji, namun sebagai anggota DPR RI dapil NTT, Usman Husin mewujudkan itu lewat berbagai hal yang bermanfaat untuk masyarakat. Salah satunya yang sedang gencar dilakukannya saat ini […]

expand_less