Pemprov NTT Sampaikan Terima Kasih, Kemenhub Kembali Operasikan Kapal Perintis untuk Layani Masyarakat Kepulauan
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI atas kembali beroperasinya layanan kapal penyeberangan perintis di wilayah NTT.
Kembalinya layanan tersebut disambut lega karena menjadi penopang utama mobilitas masyarakat serta distribusi barang di berbagai daerah kepulauan.
Sebelumnya, sejumlah rute kapal perintis di NTT sempat dihentikan sementara pada 1–19 Juli 2026. Namun mulai 20 Juli 2026, Kementerian Perhubungan kembali mengoperasikan layanan tersebut sehingga konektivitas antarpulau di NTT kembali pulih.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Frederik Koenunu, mengatakan Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat yang telah memastikan pelayanan transportasi laut kembali berjalan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Perhubungan, atas kembali beroperasinya pelayanan kapal perintis di NTT. Kami berharap pelayanan yang difasilitasi pemerintah pusat ini terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para pengguna jasa, terutama masyarakat di wilayah kepulauan NTT yang sangat bergantung pada transportasi laut,” ujar Frederik, (21/7/2026).
Ia menegaskan, kapal perintis bukan sekadar moda transportasi, tetapi menjadi penghubung kehidupan masyarakat di pulau-pulau kecil.
Kehadirannya mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok, memperlancar aktivitas ekonomi, membuka akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di NTT.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menepis anggapan bahwa penghentian sementara operasional kapal perintis terjadi karena pemerintah kehabisan anggaran.
Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah melakukan penyesuaian sehingga pelayanan tetap dapat berlangsung hingga akhir tahun anggaran.
Dudy menjelaskan, penghentian sementara layanan penyeberangan perintis di NTT disebabkan oleh belum selesainya proses lelang rute operasi. Setelah proses tersebut rampung, operasional kapal perintis subsidi kembali dijalankan secara normal.
Kembalinya operasional kapal perintis diharapkan semakin memperkuat konektivitas wilayah kepulauan di NTT sekaligus memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap memperoleh akses transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.
Bagi Provinsi NTT yang memiliki banyak pulau, keberadaan kapal perintis merupakan salah satu urat nadi pembangunan yang mendukung pemerataan ekonomi dan pelayanan publik di seluruh wilayah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar