Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Lakukan Studi Banding ke Pangalengan
- account_circle Ghana
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM Jatam (jamaah tani muhammadiyah) Kabupaten Kuningan melalui MPM (majelis pemberdayaan masyarakat) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan melakukan kunjungan kerja serta pelatihan pertanian organik di Pangalengan Bandung, Senin (29/12/2025).
Peningkatan kapasitas tersebut melibatkan anggota aktif Jatam dari penyuluh pertanian dan empat desa, diantaranya Desa Sagarahiang, Sembawa, Kalapagunung dan Desa Cilowa, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan SDM khususya dalam pertanian organik, dan juga kepedulian terhadap lingkungan yang semakin hari tingkat kerusakan tanahnya terus meningkat sehingga berdampak pada hasil tani yang merugikan.
Ketua MPM PDM Kuningan Nunu Nugraha menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut MPM melalui Jatam dalam menunjukan keseriusannya untuk konsen dalam bidang pertanian juga tentunya untuk mengangkat derajat para petani.
“Jangan sampai petani terus menerus mengeluh tentang harga murah tentang susahnya menjual hasil tani, keseriusan kami bukan sampai disitu tapi kami akan perjuangkan Pendidikan anak petani sehingga mereka mempunyai Pendidikan yang layak dan orang tuanya tidak risau lagi mengenai biaya sekolah” ujarnya.
Ia menjelaskan, JATAM akan berusaha untuk menjadi mitra bagi para petani dari mulai permodalan, alat produksi, bibit, sampai penjualan yang akan membantu petani jatam sehingga petani akan merasakan kebaikan dan kebermanfaatan yang berkelanjutan.
Pimpinan Wilayah Jawa Barat sekaligus pelaku pertanian organik H. Usep mengatakan, menjadi petani itu harus cerdas dan bisa memprediksi nilai jual dan tepat terhadap apa yang akan kita tanami, sehingga kita dapat merasakan hasil yang sangat maksimal dan dapat mengurangi resiko kerugian dalam penjualan.
“Jadi petani itu harus cerdas jangan mau dibohongi, selain cerdas ingat kita juga harus kerja keras sehingga apa yang kita kerjakan akan berbuah baik dan besar, terus jangan lupa kita sebagai petani harus ikhlas agar apa yang kita tanam dan hasilkan akan menjadi berkah dan halal, sebab mau besar atau kecil yang kita hasilkan bukan hanya untuk kita sendiri tetapi ada anak istri, tetangga, juga agama kita. ujarnya”
Ketua Jatam Kabupaten Kuningan Yuda Kelana Geni mengatakan, Jatam akan terus bergerak dalam kebaikan, kita akan buat petani menjadi pahlawan pangan yang sesungguhnya, dan Muhamadiyah akan terus menjadi kapal yang membawa penumpangnya menuju jalan yang baik.
“Petani Jatam kuningan akan mengedepankan organik sehingga bisa menekan biaya produksi, penguruh Jatam Kabupaten Kuningan juga akan memberikan yang terbaik untuk petani Kabupaten Kuningan, salah satunya memberikan program beasiswa Kuliah untuk anak buruh tani semoga dengan program ini akan memberikan dampak positif untuk sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan dan Jatam Kuningan akan selalu bersinergi dengan kementrian pertanian dan mengawal swasembada pangan, ujarnya.” (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar