Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » MBG : Investasi Besar Untuk Anak Desa Dan Indonesia Emas

MBG : Investasi Besar Untuk Anak Desa Dan Indonesia Emas

  • account_circle Putu Sta
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Oleh : Eko Mulyadi, S.I.P, M.Pd Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI)

Ekonom peraih Nobel, Amartya Sen, dalam Development as Freedom mengingatkan bahwa hakikat pembangunan bukan semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi, melainkan memperluas kemampuan (capabilities) setiap manusia untuk hidup sehat, berpendidikan, dan memiliki kesempatan berkembang. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukanlah pada beton dan baja, melainkan pada kualitas manusianya.

Dalam kerangka itulah, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto layak dipandang sebagai investasi strategis negara yang harus dijaga keberlanjutannya.

Program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Perdebatan mengenai besarnya anggaran merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, biaya terbesar sesungguhnya bukanlah membangun manusia, melainkan membiarkan lahirnya generasi yang mengalami kekurangan gizi, kehilangan kesempatan belajar secara optimal, dan tumbuh dengan kualitas kesehatan yang rendah. Kerugian akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia jauh lebih mahal dibandingkan investasi yang dilakukan hari ini.

Dari perspektif desa, manfaat Program MBG sangat nyata. Sebagai organisasi yang beranggotakan kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia, AKSI melihat langsung bahwa masih banyak keluarga di pedesaan yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Di tengah naiknya berbagai kebutuhan hidup, menyediakan makanan bergizi setiap hari bagi anak-anak bukan perkara mudah bagi sebagian masyarakat. Karena itu, Program MBG menjadi bentuk nyata kehadiran negara. Program ini membantu memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang layak tanpa membedakan latar belakang ekonomi keluarganya. Kehadiran negara melalui kebijakan seperti ini memberikan ketenangan bagi jutaan orang tua yang setiap hari bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Data menunjukkan bahwa tantangan pembangunan gizi Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional telah menurun menjadi sekitar 19,8 persen, tetapi angka tersebut tetap menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia masih berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan agar target penurunan stunting nasional dapat tercapai.

Di sisi lain, implementasi Program MBG terus berkembang. Badan Gizi Nasional mencatat jutaan penerima manfaat telah merasakan program ini melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai daerah. Cakupan tersebut akan terus diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin merata oleh masyarakat. Namun, sesungguhnya nilai strategis MBG tidak berhenti pada aspek kesehatan. Program ini memiliki efek ekonomi yang sangat besar apabila ditopang oleh potensi desa.

Indonesia memiliki lebih dari 75 ribu desa yang selama ini menjadi basis produksi pangan nasional. Beras dihasilkan oleh petani desa. Telur berasal dari peternak rakyat. Sayuran diproduksi kelompok tani. Ikan berasal dari nelayan dan pembudidaya lokal. Buah-buahan berasal dari kebun masyarakat. Ketika seluruh kebutuhan Program MBG disuplai dari ekosistem produksi desa, maka negara tidak hanya sedang membangun generasi yang sehat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat secara berkelanjutan. Setiap dapur pelayanan MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap hari. Kebutuhan tersebut menciptakan permintaan yang stabil terhadap hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Artinya, setiap rupiah yang dibelanjakan negara berpotensi berputar kembali di desa, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat UMKM pangan, menghidupkan koperasi, dan memperluas kesempatan kerja.

Perspektif ini sejalan dengan pemikiran James Heckman, peraih Nobel Ekonomi, yang menegaskan bahwa investasi pada kesehatan dan gizi sejak usia dini memberikan tingkat pengembalian sosial (social rate of return) yang sangat tinggi. Anak-anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi di sekolah, produktif ketika dewasa, serta memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi negaranya. Dengan kata lain, investasi pada gizi hari ini akan menghasilkan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar di masa depan. Karena itu, Program MBG tidak layak dipandang sebagai sekadar belanja sosial. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat modal manusia (human capital) Indonesia. Negara sedang membangun generasi yang kelak menjadi ilmuwan, petani modern, guru, dokter, pengusaha, prajurit, hingga pemimpin bangsa.

Sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), saya meyakini bahwa desa memiliki komitmen yang sama dengan pemerintah dalam menyukseskan agenda besar tersebut. Desa siap menjadi bagian dari ekosistem keberhasilan MBG melalui penguatan produksi pangan lokal, pemberdayaan petani, peternak, nelayan, Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), serta pelaku UMKM. Semangat gotong royong yang menjadi karakter desa merupakan modal sosial yang sangat kuat untuk menopang keberhasilan program ini.

Dukungan desa terhadap MBG bukan semata-mata bentuk loyalitas terhadap sebuah program pemerintah. Dukungan tersebut lahir dari keyakinan bahwa masa depan Indonesia dibangun dari kualitas anak-anak yang hari ini tumbuh di desa-desa, di wilayah pesisir, di pegunungan, hingga di daerah terpencil.

Apabila Indonesia benar-benar ingin menjadi negara maju pada 2045, maka investasi terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat hanya karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Kami di AKSI menyatakan dukungan penuh terhadap perbaikan tata kelola dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Kami percaya, ketika desa bergerak bersama mendukung pembangunan manusia, sesungguhnya Indonesia sedang memperkuat fondasi peradabannya sendiri.(*)

  • Penulis: Putu Sta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wadan Kodiklat TNI Buka Dikma TNI di Akmil Magelang

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer (Akmil), Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E., menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pertama (Dikma) Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI Reguler, PA PK TNI Program Khusus, serta Perwira Siswa Dinas Pendek (PSDP) TNI Tenaga Kerja Pertanian Tahun Anggaran 2025. Acara yang berlangsung di Lapangan Sapta Marga Akmil ini diikuti oleh […]

  • SABOAK Catat Omzet Rp4 Miliar, Bukti Komitmen Pemkot Kupang Dorong Kesejahteraan Pelaku UMKM

    SABOAK Catat Omzet Rp4 Miliar, Bukti Komitmen Pemkot Kupang Dorong Kesejahteraan Pelaku UMKM

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 236
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang terus menunjukkan keberpihakannya pada kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif. Salah satu bukti paling nyata terlihat pada Festival SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang), yang sejak dibuka pada 21 Juni 2025 kini telah mencatat transaksi menembus Rp 4 miliar hanya dalam 18 minggu penyelenggaraan. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, […]

  • OTT 4 Aktivis , Ketua IPW : Penerimaan Uang Oleh Aktivis Tanpa Ada Paksaan adalah Pemberian Suka Rela

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Gonjang-ganjing OTT yang dilakukan Polres Padangsidimpuan, Sumatera Utara terhadap 4 orang aktivis, dari Jakarta Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso angkat bicara. Ketua IPW kepada media, Selasa (14/10/2025), menjelaskan mencoba memberikan arti dasar terhadap Frasa Suap dengan Frasa Pemerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal-pasal yang tertuang dalam undang-undang tindak pidana korupsi. Menurutnya, […]

  • Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

    Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JAKARTA, jarrakpos.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aktivisme JUSTICE dari Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN), bersama keluarga, pemerhati kasus, dan tim kuasa hukum Bhayangkari Vanessa, menggelar aksi damai di depan Gedung Baharkam Mabes Polri, Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB. Dalam pernyataan resminya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan merendahkan institusi Polri, melainkan […]

  • Integrasi Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Provinsi NTT

    Integrasi Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Provinsi NTT

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh: Adhi Nurul Hadi Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur NTT, Jarrakpos.com- Di puncak gunung yang hijau, air akan melimpah di bawahnya. Filosofi Manggarai itu, mbau eta temek wa, tela galang pe’ang kete api one, menyimpan kebijaksanaan yang sudah lama dipraktikkan masyarakat adat Nusa Tenggara Timur jauh sebelum negara hadir dengan […]

  • Menwa Mahatara Sesalkan Aksi Vandalisme Rumah Wakil Bupati Deli Serdang

    Menwa Mahatara Sesalkan Aksi Vandalisme Rumah Wakil Bupati Deli Serdang

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Medan – Resimen Mahasiswa (menwa) Mahatara Sumatera Utara menyayangkan aksi vandalisme berupa pelemparan kaca jendela kamar tidur di Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, terjadi pada pertengahan Juni 2026. Insiden perusakan kaca jendela kamar tidur di Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, tersebut diduga diakibatkan oleh lemparan atau tembakan […]

expand_less