Pelatihan VCO di Sambinasi Dorong Kelapa Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Buah kelapa yang selama ini menjadi salah satu potensi sumber daya lokal masyarakat Desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, didorong untuk tidak berhenti sebagai hasil perkebunan mentah.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dari Universitas Nusa Cendana (Undana) memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) kepada masyarakat Desa Sambinasi.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Tim pelaksana terdiri dari Maria Teresia Danong, Maria Teresia Longa Ruma, dan Kristina Moi Nono dari Universitas Nusa Cendana.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima penjelasan secara teori. Peserta juga diajak terlibat langsung dalam seluruh tahapan pembuatan VCO, mulai dari pemilihan kelapa segar, pengolahan santan, pemisahan minyak, penyaringan hingga pengemasan produk.
Proses pembuatan VCO dilakukan menggunakan metode fermentasi alami tanpa penambahan bahan kimia. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan teknologi tepat guna yang relatif sederhana dan dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan mereka.
Melalui praktik langsung, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengetahui apa itu VCO, tetapi memiliki keterampilan untuk memproduksinya secara mandiri.
VCO sendiri memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk pangan fungsional. Karena itu, pengolahan kelapa menjadi VCO dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa sekaligus mendorong diversifikasi produk di tingkat masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sambinasi dalam memanfaatkan potensi tanaman kelapa sebagai sumber daya lokal melalui penerapan teknologi tepat guna,” demikian tujuan kegiatan yang disampaikan tim pelaksana.
Tidak berhenti pada proses produksi, kegiatan tersebut juga diarahkan pada penguatan jiwa kewirausahaan masyarakat. Warga didorong untuk melihat VCO bukan hanya sebagai hasil olahan rumah tangga, tetapi sebagai produk yang dapat dikembangkan menjadi usaha.
Pengembangan kemasan, pendampingan produksi dan strategi pemasaran menjadi bagian dari tindak lanjut kegiatan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan VCO yang lebih menarik, memiliki kualitas yang baik dan mempunyai daya saing ketika dipasarkan.
Potensi tersebut menjadi semakin penting karena Desa Sambinasi berada di wilayah yang memiliki sumber daya kelapa. Dengan pengolahan yang tepat, hasil perkebunan yang sebelumnya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi ketika diolah menjadi produk jadi.
Dari Kelapa Menjadi Peluang Ekonomi
Kegiatan PKM ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis. Lebih jauh, pelatihan tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap potensi yang ada di sekitar mereka.
Kelapa yang tumbuh dan tersedia di desa dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. VCO menjadi salah satu pilihan karena proses produksinya dapat diperkenalkan melalui teknologi yang sederhana dan bahan baku yang relatif mudah diperoleh.
Melalui diversifikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penjualan hasil perkebunan dalam bentuk mentah sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru bagi keluarga.
Pengembangan VCO juga diharapkan dapat mendorong lahirnya produk unggulan Desa Sambinasi yang memiliki identitas lokal dan berpotensi dipasarkan lebih luas.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini membawa pesan mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara efektif, efisien dan berkelanjutan. Masyarakat diajak mengoptimalkan potensi lokal tanpa harus bergantung pada bahan baku dari luar daerah.
Sejalan dengan Target SDGs
Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Di antaranya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan melalui penciptaan peluang pendapatan dan peningkatan kesejahteraan keluarga; SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pemanfaatan hasil pertanian; serta SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan produk berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas karena terdapat proses transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
Sementara dari sisi ekonomi, pengembangan VCO berkaitan dengan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas produktif, usaha mikro dan kewirausahaan masyarakat.
Pemanfaatan kelapa secara optimal juga sejalan dengan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak dan pengembangan produksi yang berkelanjutan.
Ke depan, pendampingan produksi, pengembangan kemasan dan strategi pemasaran diharapkan dapat membuat keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Dengan demikian, dari buah kelapa yang sederhana, masyarakat Desa Sambinasi diharapkan mampu melahirkan produk bernilai tambah, membuka peluang usaha dan secara perlahan memperkuat ekonomi keluarga serta perekonomian desa.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar