Tanah Longsor di Lereng Gunung Sumbing, 4 Warga Alami Luka Akibat Tertimpa Material Longsor
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak
MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Telah terjadi tanah longsor di wilayah lereng barat Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, pada Senin (13/10/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga rumah warga terdampak, satu di antaranya rusak berat, serta empat orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor dan reruntuhan bangunan.
Bencana ini dipicu oleh kebocoran pipa jaringan air PAMSIMAS yang berada di atas tebing setinggi sekitar 10 meter dengan panjang longsoran mencapai 5 meter.
Kebocoran tersebut membuat struktur tanah di lereng menjadi jenuh air dan tidak stabil. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Kaliangkrik beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan tanah tebing amblas dan menimpa rumah-rumah warga di bawahnya.
Berdasarkan hasil pendataan sebanyak tiga rumah warga terdampak, yakni rumah milik Mahson (60) mengalami rusak berat, sedangkan dua rumah lainnya milik Marsid (60) dan Takun (58) mengalami rusak ringan di bagian dinding belakang serta atap.
Empat warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor dan reruntuhan saat peristiwa terjadi dini hari ketika sebagian besar warga sedang terlelap.
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat sebagian besar warga masih tertidur. Longsoran berasal dari tebing di belakang permukiman yang memiliki kemiringan cukup curam. Material berupa tanah dan batu berjatuhan ke bawah dan langsung menimpa tiga rumah yang berada di lereng bawah.
“Hasil asesmen sementara menunjukkan penyebab utama longsor adalah kebocoran pipa air PAMSIMAS di atas tebing, yang membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan akhirnya longsor. Faktor lain yang memperparah adalah curah hujan tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kaliangkrik,” jelas Edi Wasono.
BPBD Kabupaten Magelang juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan siap saji, air minum, dan perlengkapan kerja bakti untuk mendukung kegiatan penanganan darurat serta membantu kebutuhan korban luka dan keluarga terdampak. Rabu,(14/9/2025).
Editor: Feri
Humas: BPBDkabupatenmgl
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar