Kecelakaan Minibus Yang Menimpa Wistawan China di Buleleng, ASITA Bali Pastikan Anggotanya Tak Terlibat
- account_circle Tude
- calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua ASITA Bali, Putu Winastra (Ket.Foto : Ist/Jp).
BALI, jarrakpos.com – Sebuah kecelakaan minibus yang menimpa wisatawan asal China di Buleleng, Bali, Jumat (14/11) mengundang perhatian serius industri pariwisata. Lima wisatawan tewas, sementara delapan lainnya luka-luka.
Namun, Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Bali menegaskan bahwa anggotanya tidak terkait dengan rombongan tersebut.
Inspeksi internal ASITA Bali, terutama oleh Komite Tiongkok, memastikan bahwa rombongan wisatawan yang mengalami kecelakaan tidak ditangani oleh travel agent resmi anggota asosiasi.
Ketua ASITA Bali, Putu Winastra, menekankan pentingnya pengawasan terhadap travel agent, terutama yang berbasis online maupun luar Bali.
“Faktanya, kecelakaan itu terjadi bukan dihandle oleh driver atau travel agent yang resmi. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang tata kelola industri pariwisata, khususnya travel agent,” ujar Winastra.
ASITA Bali mendorong agar travel agent luar negeri maupun platform online selalu bekerja sama dengan agen lokal berizin. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga nama baik pariwisata Bali dan memastikan keamanan wisatawan.
Winastra menekankan, kerja sama ini seharusnya menjadi kewajiban yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) baru.
“Kami meminta agar travel agent anggota ASITA dijadikan partner resmi, baik oleh travel agent di Bali maupun luar negeri. Karena saat terjadi sesuatu, nama travel agent lokal yang ikut tercoreng,” tegasnya.
Kepolisian juga menguatkan temuan ASITA bahwa agen yang menangani rombongan tersebut bukan anggota asosiasi.
Temuan ini menjadi dasar dorongan ASITA untuk memasukkan ketentuan legalisasi agen luar negeri yang wajib bekerja sama dengan agen lokal berizin.
“Kami mendorong pemerintah agar pihak-pihak ilegal dan online diwajibkan mengurus perizinan dan masuk sebagai anggota asosiasi ASITA,” tambah Winastra.
Komitmen ASITA Bali jelas: menjaga kualitas dan keamanan pariwisata, menegakkan aturan, serta melindungi nama baik agen lokal.
Sementara itu, pihaknya tetap menyoroti keberadaan oknum ilegal yang beroperasi tanpa prosedur, yang berpotensi merusak citra industri pariwisata Bali.(Jp).
- Penulis: Tude




Saat ini belum ada komentar