Delapan Pertemuan Pengabdian Universitas Bengkulu Tingkatkan Kompetensi Guru Kelas Olahraga melalui Aplikasi BadVision Berbasis VIS
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

BENGKULU, Jarrakpos.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bengkulu (UNIB) yang diketuai oleh Septian Raibowo, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Dr. Bogy Restu Ilahi, S.Pd., M.Pd. dan Fina Hiasa, M.A., melaksanakan Program Pengabdian Berbasis Riset (PPM-R) Tahun 2026 melalui kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru Khusus Kelas Olahraga Program Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Inovasi Media Latihan Bulutangkis Berbasis Virtual Instruction System (VIS) untuk Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Siswa.”
Program ini merupakan implementasi hasil riset Universitas Bengkulu yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru kelas olahraga dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran sekaligus meningkatkan keterampilan teknik dasar bulutangkis siswa melalui Aplikasi BadVision berbasis Virtual Instruction System (VIS). Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan SMP Negeri 18 Kota Bengkulu dan Kelompok Guru Kelas Khusus Olahraga Kota Bengkulu sebagai mitra pelaksana serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu sebagai pendamping lapangan.

Program pengabdian ini dilaksanakan melalui delapan kali pertemuan yang dirancang secara sistematis, mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, pelaksanaan pelatihan, implementasi aplikasi, hingga evaluasi keberhasilan program. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang bulan Juli 2026 dengan melibatkan guru kelas olahraga dan siswa kelas olahraga sebagai sasaran utama program.
Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada 2 Juli 2026 yang bertempat di SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. FGD dihadiri oleh perwakilan Guru Kelas Khusus Olahraga se-Kota Bengkulu yang dipimpin oleh Ketua Kelompok Guru Kelas Khusus Olahraga Kota Bengkulu, Jimmy Ardiansyah, M.Pd., beserta jajaran guru kelas olahraga. Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran bulutangkis, menyusun strategi implementasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta menyepakati jadwal pelaksanaan kegiatan pengabdian. Selain itu, tim pengabdian juga memperkenalkan konsep Virtual Instruction System (VIS) sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran teknik dasar bulutangkis di sekolah.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada 4 Juli 2026 melalui kegiatan pre-test yang bertempat di Lapangan Indoor Bulutangkis Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu, Jalan Raden Fatah, Bengkulu. Kegiatan ini diikuti oleh guru kelas olahraga dan siswa kelas olahraga. Pre-test dilakukan untuk mengukur kemampuan awal siswa pada teknik dasar bulutangkis yang meliputi servis, forehand, backhand, smash, dan footwork, sekaligus mengidentifikasi tingkat pemahaman guru terhadap pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Hasil pre-test menjadi data dasar dalam mengukur efektivitas implementasi aplikasi BadVision berbasis VIS selama program berlangsung.
Selanjutnya, pada 10 Juli 2026, tim pengabdian melaksanakan Sosialisasi Aplikasi BadVision Berbasis Virtual Instruction System (VIS) kepada seluruh guru kelas olahraga. Pada kegiatan ini peserta memperoleh materi mengenai perkembangan teknologi pembelajaran olahraga, manfaat penggunaan Virtual Instruction System, pengenalan fitur-fitur aplikasi BadVision, teknik penggunaan video analisis gerak, hingga praktik langsung mengoperasikan aplikasi sebagai media pembelajaran bulutangkis. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi yang berkembang mengenai penerapan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran olahraga di sekolah.

Tahap inti kegiatan dilaksanakan melalui empat kali pertemuan implementasi aplikasi BadVision berbasis VIS. Pada tahap ini aplikasi secara resmi diserahkan kepada guru kelas olahraga untuk digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Guru memperoleh pendampingan secara intensif dari tim pengabdian Universitas Bengkulu yang didukung oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani sebagai pendamping lapangan. Selama implementasi, guru menerapkan aplikasi BadVision dalam pembelajaran teknik dasar bulutangkis, sedangkan tim pengabdian melakukan monitoring, observasi, serta memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang muncul selama proses pembelajaran. Pendampingan ini memastikan guru mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran secara mandiri dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup pada 30 Juli 2026 melalui evaluasi akhir dan pelaksanaan post-test. Evaluasi dilakukan kepada guru maupun siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilan program setelah seluruh rangkaian implementasi selesai dilaksanakan. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan dibandingkan hasil pre-test. Guru mengalami peningkatan kompetensi dalam mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi BadVision berbasis VIS sebagai media pembelajaran, sedangkan siswa menunjukkan peningkatan keterampilan teknik dasar bulutangkis pada aspek servis, forehand, backhand, smash, dan footwork. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Virtual Instruction System mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran olahraga sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Keberhasilan program ini mendapat apresiasi dari para guru kelas olahraga yang menjadi mitra kegiatan. Ketua Kelompok Guru Kelas Khusus Olahraga Kota Bengkulu, Jimmy Ardiansyah, M.Pd., menyampaikan bahwa inovasi Aplikasi BadVision berbasis VIS memberikan manfaat nyata bagi guru maupun siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian Universitas Bengkulu yang telah menghadirkan inovasi pembelajaran melalui Aplikasi BadVision berbasis Virtual Instruction System (VIS). Kehadiran aplikasi ini sangat membantu guru dalam menjelaskan teknik dasar bulutangkis secara lebih sistematis karena siswa dapat melihat contoh gerakan melalui video yang dapat dipelajari berulang kali. Pendampingan yang diberikan juga membuat guru semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi, kami melihat adanya peningkatan kemampuan teknik dasar siswa dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Kami berharap kerja sama dengan Universitas Bengkulu dapat terus berlanjut sehingga inovasi seperti ini dapat diterapkan di lebih banyak sekolah kelas olahraga di Kota Bengkulu.”
Perwakilan guru kelas olahraga lainnya juga menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi BadVision berbasis VIS memberikan pengalaman baru dalam proses pembelajaran.
“Aplikasi BadVision berbasis VIS sangat membantu kami dalam mengajar. Materi latihan tersusun secara sistematis, video pembelajaran mudah dipahami, dan siswa menjadi lebih antusias mengikuti latihan. Pembelajaran terasa lebih menarik karena memadukan praktik langsung dengan teknologi digital. Kami berharap aplikasi ini terus dikembangkan sehingga dapat dimanfaatkan pada berbagai cabang olahraga lainnya,” singkatnya.
Testimoni tersebut memperkuat hasil evaluasi kegiatan yang menunjukkan bahwa implementasi Virtual Instruction System (VIS) tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar bulutangkis siswa. Program ini sekaligus menjadi contoh implementasi hasil riset perguruan tinggi yang mampu memberikan solusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan pembelajaran olahraga berbasis teknologi digital.
Di akhir kegiatan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bengkulu menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Bengkulu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian Berbasis Riset (PPM-R) Tahun 2026. Dukungan tersebut telah memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Focus Group Discussion (FGD), pre-test, sosialisasi, implementasi Aplikasi BadVision berbasis Virtual Instruction System (VIS), pendampingan guru, hingga evaluasi dan post-test dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan tanpa hambatan.
Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, SMP Negeri 18 Kota Bengkulu, Ketua Kelompok Guru Kelas Khusus Olahraga Kota Bengkulu Jimmy Ardiansyah, M.Pd., seluruh guru kelas olahraga, mahasiswa pendamping Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Bengkulu, serta seluruh siswa kelas olahraga yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi, sekolah, dan guru kelas olahraga diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan pembelajaran olahraga yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital di Kota Bengkulu.
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar