Dari Kabid Ekraf ke Prokopim? Nama Adetya Wicaksana Putra Mengemuka di Bursa Promosi
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi (doc).
Pacitan,JarrakPos.com-Dinamika rotasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menjadi perbincangan.
Jika rencana promosi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Pacitan, Luthfi Azza Azizah, ke jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) terealisasi, perhatian kemudian mengarah pada sosok yang bakal dipercaya mengisi posisi strategis tersebut.
Nama Adetya Wicaksana Putra, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, disebut-sebut mulai masuk dalam bursa kandidat pengganti Luthfi.
Kabar tersebut memang belum menjadi keputusan resmi. Namun, nama Adit—sapaan akrab Adetya—dinilai cukup beralasan untuk diperbincangkan mengingat pengalaman dan rekam jejaknya di lingkungan birokrasi Pemkab Pacitan.
Selain menjabat definitif sebagai Kabid Ekraf, Adit saat ini juga dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kebudayaan. Dua tanggung jawab tersebut membuat kiprahnya bersinggungan dengan sektor yang membutuhkan kemampuan komunikasi, koordinasi, serta pemahaman terhadap agenda pemerintahan daerah.
Seorang sumber internal Pemkab Pacitan menilai kemunculan nama Adit dalam bursa promosi bukan sesuatu yang mengherankan.
“Adit ini pejabat senior dan sangat mampu jika menduduki jabatan sebagai Kabag Prokopim,” ujar sumber tersebut, Selasa (22/9).
Dari sisi pengalaman birokrasi, Adit dan Luthfi memiliki latar belakang pendidikan kedinasan dari Sekolah Tinggi Kepamongprajaan. Latar pendidikan tersebut menjadi salah satu modal dalam memahami tata kelola pemerintahan, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, hingga dinamika pelayanan pemerintahan.
Perjalanan karier Adit juga tidak hanya berkutat pada satu bidang.
Sebelum dipercaya menangani sektor ekonomi kreatif dan kemudian mendapat tugas tambahan di bidang kebudayaan, ia disebut pernah menduduki posisi Kepala Bidang Aset pada Badan Keuangan Daerah.
Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang membuat namanya dinilai layak diperhitungkan apabila terjadi pergantian di jajaran Prokopim.
Rekam Jejak Keluarga Birokrat dan Militer
Nama Adit juga tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Kedua orang tuanya diketahui pernah mengabdi sebagai aparatur negara.
Ayah kandungnya, Bambang Supriyoko, merupakan purnabakti pejabat JPTP yang pernah dipercaya memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan.
Sementara ibunya merupakan prajurit TNI Angkatan Darat yang pernah dipercaya menjabat sebagai Komandan Polisi Militer (PM) di Pacitan.
Latar belakang keluarga tersebut disebut sumber menjadi salah satu lingkungan yang turut membentuk pengalaman Adit dalam mengenal dunia birokrasi dan pemerintahan sejak dini. Kendati demikian, rekam jejak profesional Adit tetap menjadi faktor yang dinilai lebih relevan dalam melihat kapasitasnya sebagai seorang pejabat.
“Adit memiliki rekam jejak cukup mumpuni. Dedikasi dan integritasnya cukup tinggi. Sehingga layak masuk dalam radar promosi pejabat,” kata sumber tersebut.
Posisi Prokopim dan Figur yang Dibutuhkan
Kabag Prokopim bukan sekadar jabatan administratif. Posisi ini berada pada simpul komunikasi antara kepala daerah, jajaran pemerintahan, media, dan publik.
Agenda kepala daerah yang padat membuat pejabat yang menempati posisi tersebut dituntut memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, kepekaan terhadap isu, sekaligus pemahaman yang kuat mengenai tata kelola pemerintahan.
Karena itu, apabila Luthfi Azza Azizah benar diproyeksikan mengisi jabatan JPTP, proses pengisian posisi Kabag Prokopim tentu akan menjadi perhatian tersendiri.
Sejauh ini, nama Adetya Wicaksana Putra masih berada dalam ranah pembicaraan dan belum terdapat keputusan resmi mengenai siapa yang akan menduduki posisi tersebut.
Namun, dengan pengalaman birokrasi, latar pendidikan kepamongprajaan, serta rekam jejak penugasan di sejumlah bidang, nama Adit kini mulai terdengar dalam percakapan mengenai kemungkinan regenerasi di salah satu posisi yang cukup dekat dengan pusat aktivitas kepala daerah tersebut.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar