Usman Husin Apresiasi Keberhasilan BPDAS Benain Noelmina Pulihkan Hutan Gersang, Puluhan Mata Air Kembali Muncul
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mengapresiasi keberhasilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina dalam merehabilitasi kawasan hutan yang sebelumnya tandus hingga kembali menghijau dan memunculkan puluhan mata air di Desa Lelobatan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi tersebut disampaikan Usman Husin saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) bersama BPDAS Benain Noelmina di Kota Kupang, Senin (3/8/2026).
Menurut Usman, keberhasilan rehabilitasi di Desa Lelobatan membuktikan bahwa program RHL bukan sekadar menanam pohon, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan air, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Bagus sekali. Terima kasih kepada Kepala Balai dan seluruh jajaran BPDAS Benain Noelmina. Inilah bukti bahwa jika rehabilitasi hutan dilakukan dengan baik, maka water security atau ketahanan air dapat terbentuk, kelestarian lingkungan terjaga, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Usman.
Ia menegaskan, sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, dirinya akan terus mengawal program rehabilitasi hutan dan lahan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan agar program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah di NTT yang masih menghadapi persoalan lahan kritis dan kekeringan.
“Apa yang berhasil dilakukan di Lelobatan harus menjadi contoh. Kawasan yang dulu tandus kini kembali hijau, bahkan mata air kembali muncul. Ini menunjukkan bahwa jika pemerintah dan masyarakat bekerja bersama, pemulihan lingkungan bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya.
Usman berharap kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, BPDAS, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, kelompok tani, dan masyarakat terus diperkuat sehingga rehabilitasi hutan mampu memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil rehabilitasi hutan yang dimulai sejak 2019 di kawasan hutan Desa Lelobatan seluas 175 hektare.
Saat itu kondisi kawasan sangat gersang. Melalui pendekatan rehabilitasi hutan yang melibatkan masyarakat, dilakukan penanaman berbagai jenis pohon, termasuk pohon cemara, serta penerapan pola agroforestri dengan tanaman produktif seperti ubi jalar dan wortel di bawah tegakan pohon.
Selain itu, kawasan rehabilitasi dipasang pagar kawat duri untuk mencegah ternak masuk dan merusak tanaman yang baru ditanam sehingga tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman dapat terjaga.
“Kunci keberhasilan rehabilitasi bukan hanya menanam pohon, tetapi juga melibatkan masyarakat sejak awal. Kawasan dipagari agar ternak tidak masuk, masyarakat ikut menjaga dan merawat tanaman hingga tumbuh,” jelas Dolfus.
Menurutnya, hasil rehabilitasi tersebut kini terlihat nyata. Kawasan yang dahulu tandus telah berubah menjadi kawasan berhutan, vegetasi kembali pulih, dan hingga saat ini telah muncul 57 mata air baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Keberhasilan itu juga mendorong masyarakat mulai menata sistem penggembalaan ternak serta mengembangkan komoditas pertanian sehingga kondisi ekonomi warga ikut membaik seiring pulihnya lingkungan.
Dolfus mengatakan, keberhasilan rehabilitasi di Desa Lelobatan telah dijadikan pilot project atau model rehabilitasi hutan yang kini mulai diterapkan di beberapa daerah lain di NTT, termasuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Sikka.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah faktor pembatas dalam pelaksanaan rehabilitasi hutan, terutama keterbatasan anggaran, kondisi biofisik lahan, serta perlunya dukungan dan partisipasi masyarakat agar kawasan yang telah dipulihkan tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Kami berharap keberhasilan di Lelobatan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa kawasan hutan yang semula tandus sekalipun dapat dipulihkan apabila seluruh pihak bekerja bersama,” pungkasnya. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar