Usman Husin Ajak Masyarakat Jaga Hutan, Rehabilitasi Lahan Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
- account_circle Mario
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, mengajak masyarakat menjadikan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) sebagai gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi ekonomi warga.
Hal tersebut disampaikan Usman saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang digelar Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina di Hotel Sasando Kupang, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang itu membahas pentingnya penghijauan, rehabilitasi lahan kritis, serta pemanfaatan lahan kosong secara produktif untuk mendukung kelestarian lingkungan dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Usman menyampaikan apresiasi kepada BPDAS Benain Noelmina yang terus membangun sinergi bersama DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
Menurutnya, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang menghadapi tantangan serius berupa degradasi lahan, kekeringan, menurunnya kualitas daerah aliran sungai, hingga dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
“Sosialisasi ini sangat penting. Jangan sampai kita baru menyesal setelah terjadi bencana. Saat ini kita merasakan cuaca semakin panas dan angin semakin kencang. Karena itu saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya bersama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup demi menjamin keberlanjutan sumber daya alam kita,” ujar Usman.
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi kehutanan, pertanian, kelautan, dan ketahanan pangan, Usman menegaskan DPR RI memiliki komitmen kuat mendukung kebijakan rehabilitasi hutan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan rehabilitasi hutan tidak hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam.
“Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi bagaimana pohon itu tumbuh, dipelihara, dan memberikan manfaat ekologis, sosial, sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Usman juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga kawasan hutan.
“Menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Hutan adalah paru-paru dunia. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga sumber air, mengurangi risiko bencana, dan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Ia berharap seluruh peserta menjadi agen edukasi di tengah masyarakat dengan menyampaikan pentingnya menjaga hutan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, menyampaikan apresiasi kepada Usman Husin atas dukungannya sehingga kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut dapat terlaksana.
Menurutnya, hutan memiliki peran yang sangat penting sebagai penyangga kehidupan.
“Hutan adalah penyangga kehidupan kita. Sesungguhnya alam tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan alam. Alam memiliki mekanisme untuk memulihkan dirinya sendiri,”
“Kami tentu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Usman Husin. Kehadiran seluruh peserta hari ini tidak lepas dari peran beliau sebagai Anggota DPR RI yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk menghadirkan program-program nyata seperti ini kepada masyarakat,” ujar Kludolfus.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam menjaga kawasan hutan dan mengembangkan penghijauan di wilayah masing-masing.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai rehabilitasi hutan, penghijauan, dan pemanfaatan lahan kosong agar memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sabu Raijua; Dedy Roja beserta jajaran, tokoh masyarakat, kelompok tani hutan, serta para pemangku kepentingan di bidang kehutanan.
Melalui kegiatan ini, Usman berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan terus meningkat sehingga rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya mampu memulihkan lingkungan, tetapi juga menjadi salah satu pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar