Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Dukcapil NTT Kejar 100 Persen Perekaman e-KTP: Jonny Ataupah Tegaskan Layanan Gratis, Bersih, dan Manusiawi

Dukcapil NTT Kejar 100 Persen Perekaman e-KTP: Jonny Ataupah Tegaskan Layanan Gratis, Bersih, dan Manusiawi

  • account_circle Mario
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Data bukan sekadar angka. Di balik setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK), tersimpan identitas dan hak dasar warga negara untuk diakui dan dilayani secara setara.

Semangat inilah yang terus digaungkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi NTT, Jonny Ericson Ataupah, saat membagikan capaian dan tantangan pengelolaan administrasi kependudukan di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Jonny, hingga semester pertama tahun 2025, tingkat perekaman KTP elektronik (e-KTP) di NTT telah mencapai 95 persen.

Dari total 5.751.491 penduduk, 3.949.324 jiwa sudah melakukan perekaman, namun sekitar 183 ribu warga masih belum terekam.

“Kalau bicara administrasi kependudukan, data semester satu 2025 sudah kita rilis. Masih ada sekitar 186 ribu warga yang belum rekam e-KTP, dan yang terendah ada di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang,” jelas Jonny Ataupah, (27/10/2025).

Menurut Jonny, perbedaan antara data lama dan sistem baru menjadi penyebab utama ketidaksesuaian data.

Sejak 2021, Indonesia telah menggunakan satu sistem nasional kependudukan, sehingga data lama yang tidak diperbarui berpotensi tertinggal.

“Ada warga yang dulu buat KTP, tapi sekarang sudah pindah ke luar daerah bahkan luar negeri. Misalnya TKW, dia punya NIK masih tercatat di NTT, padahal sudah lama tinggal di luar,” ujarnya.

Kendala lain datang dari warga yang sudah meninggal tetapi belum diurus akta kematiannya.

Masalah ini kerap terjadi di daerah pedesaan dan menimpa keluarga berpenghasilan rendah.

“Penduduk miskin sering kesulitan mengurus akta karena biaya ke ibu kota kabupaten. Akibatnya, data mereka masih tercatat aktif,” katanya.

Selain itu, kelompok orang sakit dan penyandang masalah kejiwaan (ODGJ) juga termasuk dalam kategori yang belum melakukan perekaman, serta warga yang baru mencapai usia wajib rekam.

Untuk mempercepat capaian 100 persen perekaman, Dukcapil NTT telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur kepada 22 kabupaten/kota agar segera menuntaskan proses rekam data.

Jonny menegaskan bahwa percepatan ini bukan hanya karena momentum politik, tetapi bentuk tanggung jawab pelayanan publik.

“Saya tidak mau Dukcapil baru jadi perhatian saat pemilu. Kita selesaikan dari sekarang, bukan tunggu masa kampanye baru cari orang untuk rekaman,” tegasnya.

Di lapangan, berbagai inovasi pelayanan juga digerakkan, termasuk layanan jemput bola ke desa terpencil, serta kerja sama dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar warga yang belum memiliki KTP tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan.

Selain itu, Dukcapil juga berupaya memastikan warga NTT di luar daerah dan luar negeri tetap terlayani.

“Kalau warga kita sudah tinggal dan mapan di luar NTT, kita bantu urus surat pindahnya agar datanya sinkron,” ujarnya.

Dukcapil NTT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang bersih dan bebas pungutan liar.

Jonny menekankan dua langkah utama: sosialisasi kepada masyarakat dan pembenahan moral aparatur.

“Kita beri pemahaman kepada masyarakat bahwa semua layanan ini gratis. Jangan kasih uang kepada petugas. Melayani itu tugas kami, bukan jasa yang harus dibayar,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, aspek akhlak dan integritas petugas menjadi kunci keberhasilan reformasi pelayanan publik.

Jonny juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar urus dokumen kependudukan sebelum benar-benar dibutuhkan.

“Dokumen kependudukan itu dasar dari semua layanan, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Pastikan semuanya lengkap sejak awal agar tidak panik di saat genting,” pesannya.

Dengan semangat melayani tanpa sekat dan tanpa pungli, Dukcapil NTT terus bergerak menjangkau hingga pelosok kepulauan dan perbatasan.

Bagi Jonny Ericson Ataupah, administrasi kependudukan bukan sekadar dokumen, tetapi tanda pengakuan negara atas keberadaan setiap manusia NTT di mana pun mereka berada.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Kepri Pimpin Upacara Kenaikain Pangkat 442 Personel Polda Kepri

    Kapolda Kepri Pimpin Upacara Kenaikain Pangkat 442 Personel Polda Kepri

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.356
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Polda Kepri melaksanakan upacara kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi para personel Polri periode 1 Juli 2025, yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.H., serta diikuti oleh Pejabat Utama Polda […]

  • PR Rodia Sejahtera Diduga Tidak Beroperasi dan Aktif Lakukan Penebusan Pita, Cederai Kebijakan Bupati?

    PR Rodia Sejahtera Diduga Tidak Beroperasi dan Aktif Lakukan Penebusan Pita, Cederai Kebijakan Bupati?

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Semangat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan moratorium perusahaan rokok (PR) terkesan tidak diindahkan. Bahkan kebijakan tersebut diduga dimanfaatkan perusahaan lama. Salah satunya PR Rodia Sejahtera. Perusahaan yang beralamatkan di Desa Lenteng Barat itu diduga kuat aktif melakukan penebusan pita. Padahal perusahaan itu disinyalir tidak beroperasi layaknya perusahaan rokok pada umumnya. “Indikasi […]

  • Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Kunker Temui Warga Serap Aspirasi.

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.Com – Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfiah, SH, MH melaksanakan silaturahmi dan kunjungan kerja (Kunker) untuk menyerap aspirasi warga. Kunker tersebut dalam rangka Reses ke I anggota DPRD tahun sidang 2025-2026. Acara diselenggarakan di Desa Cipeujeuh Watan Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jum, at 17/10/2025. Kehadiran Sophi di sambut antusias oleh ibu-ibu dari […]

  • Heboh! Pria di Mertoyudan Seminggu Tak Terlihat Ditemukan Meninggal Didalam Rumah

    Heboh! Pria di Mertoyudan Seminggu Tak Terlihat Ditemukan Meninggal Didalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Heboh penemuan jasad di Mertoyudan Magelang pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Korban merupakan seorang pria berusia 53 tahun yang tinggal di Dusun Kedon 02/01 Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Usai ditemukan, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kematian tidak wajar seperti penganiayaan, […]

  • Cita Madani dan ChildFund Rajut Warisan Program Learning Untuk Masa Depan Anak NTT

    Cita Madani dan ChildFund Rajut Warisan Program Learning Untuk Masa Depan Anak NTT

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 369
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Perjalanan panjang Program LEARNING yang dijalankan ChildFund International di Indonesia bersama Yayasan Cita Masyarakat Madani resmi memasuki tahap akhir implementasi melalui kegiatan Lokakarya Pengakhiran Program LEARNING bertema “Merajut Keberlanjutan, Mengukir Masa Depan” di Hotel Neo Kupang, Selasa (26/5/2026). Meski memasuki fase pengakhiran program, semangat keberlanjutan justru menjadi pesan utama yang digaungkan dalam kegiatan […]

  • Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Prajurid Guntur Geni dan Warga Kota Magelang nonton bersama

    Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Prajurid Guntur Geni dan Warga Kota Magelang nonton bersama

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Batalyon Armed 11 Kostrad menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol di depan Markas Batalyon Armed 11 Kostrad, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Magelang yang turut memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan […]

expand_less