Tak Sampai 24 Jam, Respons Cepat Usman Husin Hadirkan Alat Berat ke Desa Bena, Ribuan Petani Sampaikan Terima Kasih
- account_circle Mario
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Langkah cepat Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat kembali membuahkan hasil. Tidak sampai 24 jam setelah menerima dan mengomunikasikan keluhan petani kepada pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) langsung menurunkan ekskavator dan truk untuk mengeruk sedimentasi saluran irigasi di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Pengerjaan tersebut menjadi angin segar bagi sekitar 5.000 petani yang mengelola lahan persawahan seluas kurang lebih 2.700 hektare di Desa Bena dan wilayah sekitarnya.
Selama sekitar lima tahun terakhir, saluran irigasi mengalami pendangkalan akibat material sedimen sehingga debit air yang mengalir ke areal persawahan terus berkurang dan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat.
Salah seorang petani Desa Bena, Roni Nubatonis, mengatakan persoalan kekurangan air telah menjadi keluhan utama petani setiap musim tanam, selain keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Banyak masalah yang sering dihadapi petani, terutama kekurangan debit air pada Musim Tanam I maupun Musim Tanam II. Persoalan ini terjadi setiap tahun,” ujarnya.
Menurut Roni, minimnya pasokan air membuat petani terlambat mengolah lahan. Akibatnya, produktivitas pertanian menurun, bahkan tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen.
Ia menjelaskan, keluhan tersebut disampaikan pada reses Anggota DPR RI, Usman Husin, pada Sabtu, 2 Agustus 2026. Aspirasi itu kemudian langsung diteruskan kepada kementerian dan instansi teknis terkait.
Komunikasi dan koordinasi yang dibangun Usman Husin dengan pemerintah pusat pun membuahkan hasil. BBWS NT II bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran irigasi yang selama ini tertutup sedimentasi.
“Kami sangat senang karena komunikasi yang dibangun Bapak Usman direspons pemerintah sangat cepat. Tidak sampai 24 jam, alat berat langsung diturunkan ke lokasi pada malam harinya,” kata Roni.
Ia menilai kehadiran alat berat menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan hingga menghasilkan tindakan nyata di lapangan.
Atas respons tersebut, Roni mewakili para petani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Usman Husin yang dinilai konsisten memperjuangkan kebutuhan masyarakat tani.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Usman Husin yang telah memperjuangkan aspirasi kami. Harapan kami, Bapak Usman tetap menjadi penyambung suara petani dan terus memperjuangkan kepentingan petani ke pemerintah pusat agar ke depan petani bisa hidup lebih sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, Usman Husin menegaskan bahwa persoalan irigasi merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kehidupan ribuan petani dan ketahanan pangan daerah.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, saya langsung berkomunikasi dengan kementerian dan BBWS Nusa Tenggara II agar persoalan ini segera ditindaklanjuti dan responsnya sangat cepat,” ujar Usman.
Menurutnya, sebagai anggota Komisi IV DPR RI, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi diwujudkan menjadi solusi nyata.
“Saya akan terus mengawal berbagai persoalan yang dihadapi petani NTT, mulai dari irigasi, ketersediaan air, alat dan mesin pertanian, hingga program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, tugas kami adalah memperjuangkannya sampai ada hasil yang benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Usman berharap normalisasi saluran irigasi tersebut dapat memperlancar distribusi air ke areal persawahan sehingga petani dapat kembali mengolah lahan secara optimal dan meningkatkan hasil panen.
Dengan dimulainya pengerukan sedimentasi oleh BBWS Nusa Tenggara II, masyarakat berharap aliran air kembali normal sehingga ribuan hektare sawah di Kecamatan Amanuban Selatan dapat terairi dengan baik.
Bagi warga Desa Bena, langkah cepat tersebut bukan sekadar menghadirkan alat berat ke lokasi, tetapi menjadi bukti bahwa komunikasi yang efektif antara wakil rakyat, pemerintah pusat, dan instansi teknis mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang telah bertahun-tahun dihadapi petani. Mereka berharap upaya ini menjadi awal meningkatnya produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar