Papan Proyek Tak Cantumkan Jadwal Pelaksanaan, Transparansi Pembangunan RKB SMAN 26 Batam Dipertanyakan
- account_circle Habil
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Batam, jarrakpos.com – Pekerjaan pembangunan enam Ruang Kelas Baru (RKB) di SMAN 26 Batam, Kompleks Botania Garden, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan.
Selain progres pembangunan yang menjadi sorotan, papan informasi proyek pembangunan enam Ruang Kelas Baru (RKB) di SMAN 26 Batam juga menimbulkan pertanyaan terkait tidak dicantumkan tanggal dimulainya dan tanggal target penyelesaian pekerjaan.
Padahal, informasi mengenai jadwal pelaksanaan menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pekerjaan tersebut.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu diduga berpotensi mengalami keterlambatan penyelesaian.
Pasalnya, papan informasi yang terpasang di lokasi proyek hanya mencantumkan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, tanpa terlihat adanya tanggal mulai maupun tanggal target penyelesaian pekerjaan.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, pembangunan enam RKB tersebut masih berlangsung. Sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan struktur, dengan material dan peralatan konstruksi terlihat di sekitar lokasi.
Sementara itu, seorang pekerja yang meminta namanya tidak disebutkan sebelumnya mengaku telah bekerja sekitar tiga bulan di lokasi tersebut. Ia menyebut jumlah pekerja yang berada di lapangan tidak sampai 10 orang.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian progres pekerjaan dengan waktu pelaksanaan yang tercantum dalam papan proyek.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sendiri merupakan program pemerintah yang menekankan pentingnya tata kelola, transparansi dan akuntabilitas. Kemendikdasmen juga menyebut aplikasi revitalisasi dikembangkan untuk mendukung proses perencanaan hingga evaluasi agar program berjalan secara terintegrasi, transparan dan akuntabel.
Dalam pelaksanaan program revitalisasi, skema pembangunan dapat dilakukan secara swakelola dengan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Kemendikdasmen juga menyebut kepala sekolah dan P2SP memiliki peran dalam pengelolaan kegiatan pembangunan tersebut.
Karena itu, keberadaan papan informasi proyek menjadi penting sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar pekerjaan, termasuk nilai kegiatan, sumber anggaran, jenis pekerjaan serta jangka waktu pelaksanaannya.
Dari sisi regulasi, UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengatur kewajiban badan publik untuk menyediakan dan mengumumkan informasi publik tertentu. Pasal 9 antara lain mengatur kewajiban badan publik mengumumkan informasi secara berkala, termasuk informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan kinerja badan publik.
Namun, apakah tidak dicantumkannya tanggal mulai dan selesai pada papan proyek SMAN 26 Batam merupakan pelanggaran terhadap ketentuan tertentu, masih perlu dipastikan berdasarkan petunjuk teknis program, dokumen PKS, serta ketentuan administrasi pembangunan yang berlaku.
Terlebih, pada sejumlah proyek revitalisasi sekolah Kemendikdasmen, informasi pelaksanaan bahkan dicantumkan secara spesifik. Misalnya, informasi revitalisasi SDN 02 Banda Sakti yang dipublikasikan Kemendikdasmen mencantumkan waktu pelaksanaan 120 hari kalender sekaligus tanggal mulai dan tanggal berakhir pekerjaan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tentu memiliki alasan untuk meminta penjelasan mengenai kapan pekerjaan pembangunan enam RKB SMAN 26 Batam secara resmi dimulai, kapan batas akhir pekerjaan, berapa progres fisik saat ini, serta apakah terdapat perubahan atau perpanjangan waktu pelaksanaan.
Keterangan tersebut penting agar publik dapat membandingkan antara jadwal yang ditetapkan dengan kondisi fisik pekerjaan di lapangan.
Apalagi proyek tersebut menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp2.029.050.000, (dua miliar dua puluh sembilan juta lima puluh ribu rupiah) sebagaimana tercantum dalam papan informasi proyek.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi Kepala SMAN 26 Batam, Midiyanto, untuk memperoleh penjelasan mengenai jadwal pekerjaan, progres pembangunan, jumlah tenaga kerja, serta alasan tidak dicantumkannya tanggal mulai dan tanggal penyelesaian pada papan informasi proyek.
- Penulis: Habil




Saat ini belum ada komentar