Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup, Ini Pesan Kadinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup, Ini Pesan Kadinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 41 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Kabar mengenai kasus bunuh diri kembali menyentak perhatian masyarakat Pacitan. Peristiwa semacam ini bukan sekadar persoalan kematian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik seseorang yang terlihat baik-baik saja, bisa saja tersimpan beban psikologis yang tidak pernah terucapkan.

Depresi berat menjadi salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Namun, kesehatan mental tidak bisa dilihat secara sederhana sebagai akibat dari satu persoalan.

Tekanan ekonomi, masalah keluarga, konflik sosial, kehilangan orang yang dicintai, penyakit, kesepian, hingga perasaan tidak memiliki jalan keluar dapat saling bertumpuk dan memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Karena itu, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap persoalan kesehatan mental. Orang yang sedang mengalami tekanan bukan berarti lemah. Begitu pula meminta bantuan bukan tanda ketidakmampuan menghadapi kehidupan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagaimana menjaga kesehatan fisik. “Tekanan kehidupan memang tidak selalu dapat dihindari, tetapi kemampuan mengelola tekanan dapat dilatih,” ujarnya, Ahad (13/9).

Jangan memendam semua persoalan sendirian

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi masalah adalah berbicara dengan orang yang dipercaya.

Menceritakan persoalan bukan berarti membebani orang lain. Justru, mengeluarkan apa yang selama ini dipendam dapat membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Keluarga, sahabat, tokoh yang dipercaya maupun tenaga kesehatan dapat menjadi tempat untuk mencari dukungan.

Beri ruang bagi diri untuk beristirahat
Kehidupan yang penuh tuntutan sering membuat seseorang merasa harus selalu kuat. Padahal, tubuh dan pikiran juga membutuhkan jeda.

Tidur yang cukup, mengatur aktivitas harian, berolahraga, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.

Istirahat bukan berarti menyerah. Ada kalanya seseorang justru membutuhkan waktu untuk mengembalikan tenaga sebelum kembali menghadapi persoalan.

Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus

Ketika berbagai persoalan datang bersamaan, semuanya dapat terasa seperti jalan buntu. Dalam kondisi seperti itu, menyelesaikan masalah satu per satu dapat membantu mengurangi tekanan.

Fokus pada hal yang masih bisa dikendalikan. Jika persoalan terasa terlalu berat, jangan ragu mencari bantuan profesional.

Psikolog, psikiater, dokter, maupun fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu seseorang memahami kondisi yang sedang dialaminya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Perhatikan perubahan pada orang terdekat
Kepedulian lingkungan sekitar juga memiliki peran penting.

Seseorang yang tiba-tiba menarik diri dari pergaulan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mengalami perubahan pola tidur atau makan, terus-menerus merasa tidak berharga, atau menunjukkan keputusasaan perlu mendapatkan perhatian lebih.

Tidak perlu menghakimi atau mengatakan bahwa masalahnya sepele. Terkadang, kalimat sederhana seperti “Saya ada di sini kalau kamu ingin bercerita” justru dapat menjadi pintu bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan.

Yang terpenting, jangan membiarkan orang yang sedang berada dalam krisis menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Jika terdapat kekhawatiran seseorang akan menyakiti dirinya, segera cari bantuan dari keluarga, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan terdekat, atau layanan kegawatdaruratan setempat.

Menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama

Kasus bunuh diri semestinya tidak hanya berhenti sebagai berita yang ramai dibicarakan sesaat. Peristiwa tersebut perlu menjadi momentum untuk membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

Masyarakat perlu belajar mendengarkan tanpa menghakimi, keluarga perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarganya, dan mereka yang sedang menghadapi persoalan perlu mengetahui bahwa meminta pertolongan selalu menjadi pilihan yang layak.

Sebab, ketika seseorang merasa hidupnya terlalu berat, yang paling dibutuhkan bukan ceramah tentang bagaimana ia seharusnya kuat. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang bersedia duduk, mendengarkan, dan membantu menunjukkan bahwa masih ada jalan untuk melewati masa sulit.

Tidak semua luka terlihat. Karena itu, kepedulian terkadang menjadi bentuk pertolongan pertama yang paling berarti.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEREN! “UNIKU” Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Ciremai Fest

    KEREN! “UNIKU” Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat Ciremai Fest

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku). Tim Pencak Silat Uniku berhasil meraih Juara Umum I Kategori Dewasa sekaligus menyabet gelar Pesilat Terbaik pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Ciremai Fest Series I Piala Kemenpora RI Tingkat Jawa Barat yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 di GOR Ewangga Kuningan. Pada kejuaraan […]

  • Atlet Medan Barat Raih Emas, Camat nya Kemana?

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 797
    • 0Komentar

    MEDAN – Pesan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat pembukaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV Tahun 2025 di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (11/10/2025) kemarin, tampaknya tak diindahkan. Fakta di lapangan, masih ada atlet-atlet yang tak mendapat perhatian dari kecamatannya masing-masing. Padahal Wali Kota Medan Rico Waas sudah mewanti-wanti hal itu. “Saya […]

  • Kakanwil Kemenkum Jabar Hadiri Upacara Tabur Bunga Peringati Hari Bhakti Imigrasi ke-75

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Derry Rachman
    • visibility 497
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. Bandung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat, Asep Sutandar, menghadiri Upacara Tabur Bunga dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-75 pada Kamis (23/01/2025). Kegiatan ini berlangsung di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, dan dihadiri berbagai pejabat penting, seperti Kepala Divisi Peraturan Perundang-Undangan dan Pembinaan Hukum Funna Maulia Massaile, Kepala Kanwil Direktorat […]

  • Di Paroki Tarus, Gubernur Melki dan Uskup Hironimus Sepakat: Pangan Lokal Adalah Jalan Kemandirian

    Di Paroki Tarus, Gubernur Melki dan Uskup Hironimus Sepakat: Pangan Lokal Adalah Jalan Kemandirian

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 371
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Suasana penuh sukacita dan makna kebersamaan mewarnai Acara Puncak HUT Paroki St. Simon Petrus Tarus yang dirangkai dengan Perayaan Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Jumat (29/10/2025). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diawali dengan Misa Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bersama sembilan imam konselebran. Perayaan ini tidak […]

  • Masyarakat dan Media Kunjungi Rumah Jokowi di Solo

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 597
    • 0Komentar

    SOLO,JARRAKPOS.COM – Rombongan 1 Bus berjumlah kurang lebih 45 – 50 orang keseluruhan berasal dari Magelang baik dari Magelang Kota atau Kabupaten Magelang yang berasal dari berbagai kecamatan. 5 orang terdiri dari media yang berasal dari Magelang dan lainnya berasal dari masyarakatnya umum dari berbagai daerah. Hal ini mencerminkan bagaimana figur pimpinan nasional dapat menjadi […]

  • 15 Butir Diduga Pil Ekstasi Berhasil Disita Satuan Reserse Narkotika Polres Dumai Dan Amankan Seorang Pemuda

    15 Butir Diduga Pil Ekstasi Berhasil Disita Satuan Reserse Narkotika Polres Dumai Dan Amankan Seorang Pemuda

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 130
    • 0Komentar

      DUMAI,JARRAKPOS.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan yang dilakukan pada Kamis (25/6/2026) dini hari, petugas berhasil mengamankan seorang pria beserta barang bukti 15 butir diduga narkotika jenis pil ekstasi. Kapolres Dumai AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., melalui Kasat Resnarkoba […]

expand_less