Pemuda Kenang Sosok Abdurrahmansyah Sebagai Bapak Persatuan Pemuda
- account_circle Rahmad Ariadi
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Subulussalam, Jarrakpos.com — Kepergian almarhum Abdurrahmansyah, SE., MM meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Kota Subulussalam. Sosok yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini dikenang sebagai figur pemersatu di tengah dinamika daerah
Beberapa bulan sebelum wafatnya, almarhum diketahui masih aktif menggagas pertemuan lintas pemuda. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai organisasi dan kelompok untuk menjaga kondusifitas daerah dari potensi perpecahan. Dalam setiap pertemuan itu, beliau tak hanya hadir sebagai penggagas, tetapi juga sebagai penyejuk yang mampu merangkul perbedaan menjadi kekuatan bersama
Salah satu tokoh pemuda, Nando Munthe, menyebut almarhum sebagai sosok yang konsisten merangkul semua pihak tanpa memandang latar belakang.
“Almarhum ini bukan hanya hadir sebagai pejabat, tapi sebagai orang tua bagi pemuda. Beliau selalu membuka ruang komunikasi dan mengajak kami untuk tetap menjaga persatuan, terutama di tengah situasi yang rawan gesekan,” ujar Nando.
Menurutnya, kepedulian almarhum terhadap daerah bukan hal baru. Sejak usia muda, Abdurrahmansyah telah terlibat dalam perjuangan pemekaran Kota Subulussalam.
“Beliau pernah menjadi bagian dari panitia kurir pemekaran. Itu bukan peran yang mudah, tapi sangat penting dalam menjaga alur komunikasi perjuangan saat itu. Artinya, sejak dulu beliau sudah berkontribusi untuk daerah ini,” tambahnya
Di mata pemuda, lanjut Nando, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah dijangkau oleh siapa saja. Perannya sebagai Plh Ketua Perpas semakin memperkuat posisinya sebagai penghubung antar generasi dan kelompok, sekaligus menjadi figur yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman pemuda Subulussalam
Lebih dari itu, almarhum juga dikenal sering menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam konflik yang merugikan daerah. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu mengingatkan bahwa masa depan Subulussalam ada di tangan pemuda yang mampu menjaga persatuan.
“Beliau selalu berpesan kepada kami, jaga daerah ini dengan hati yang jernih. Jangan mudah terpecah hanya karena perbedaan. Karena kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” kenang Nando.
Atas dedikasi dan keteladanannya, almarhum pun layak dikenang dengan julukan “Bapak Persatuan Pemuda Subulussalam.”
“Yang beliau tinggalkan bukan hanya kenangan, tapi juga nilai—tentang bagaimana menjaga daerah ini dengan kebersamaan, bukan dengan perpecahan,” tutup Nando.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, namun jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam perjalanan pembangunan dan persatuan di Kota Subulussalam. Nilai-nilai yang beliau tanamkan kini menjadi warisan moral bagi generasi muda untuk terus merawat kebersamaan dan menjaga keutuhan daerah
- Penulis: Rahmad Ariadi




Saat ini belum ada komentar