Spanyol vs Argentina, Syafril: Laga Seru dan Menarik
- account_circle Syawal
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan- Timnas Spanyol akan berhadapan dengan Argentina di partai final Piala Dunia 2026. Pertandingan digelar di Stadion New York New Jersey, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Laga nanti diprediksi menarik lantaran Spanyol yang berstatus juara Euro 2024 bertemu Argentina, juara bertahan Piala Dunia.
Duel nanti juga akan menghadirkan pertarungan dua pelatih hebat. Luis de la Fuente di kubu Spanyol beradu taktik dengan Lionel Scaloni di Argentina.
“Selain itu duel seru untuk ditonton dan memukau para si gila bola, karena satu pertahanan yang solid dan satu permainan yang cantik” kata pengamat sepakbola Syafril SH dalam pesan wasthap nya, Sabtu (18/7)
Dan jika diliat dari permainan nampak nya Argentina sangat lelah dalam laga perempat final dan semi final lawan nya banyak yang tangguh dan ini bisa membuat Argentina kelelahan untuk menghadapi lawan spanyol.
“Jika hal ini kita lihat dengan seksama Spanyol bisa menang satu gol bila Argentina tidak menjaga penyerang Spanyol yang agresif yang sangat tangguh dalam cas body dan bola atas tidak ada kata takut dalam laga body tetap berani dalam kondisi apa pun, maka nya Spanyol bisa meraih kemenangan yang mana back Argentina tidak menjaga penyerang Spanyol yang lincah dan lugas,”kata mantan pemain PSMS itu
Walaupun ada Messi di Argentina, mereka sudah sering ketemu dan trik untuk menjaga Messi sudah diketahui mereka adalah jangan berani merebut sekali harus di wanti wanti, karena kita liat setiap pertandingan bola berpusat dengan Messi silap jaga Messi akan hancur Spanyol dalam laga final piala dunia.
“Hal ini kita lihat sama sama dimana kekuatan Spanyol dan Argentina, karena pendatang baru dalam piala dunia Spanyol itu jarang masuk final, hal ini masuk final mereka akan mencurahkan segala tenaga yang mereka miliki, Argentina harus wanti wanti jika mau juara kalau tidak akan berpindah juara nya ke Spanyol. Hal ini membuat wajah baru piala dunia yang dengan sangat kagum mereka atau Spanyol bisa lolos final dengan Argentina yang langganan masuk final, inilah yg perlu kita amati, Argentina siap bermain antisipasi dengan penyerang Spanyol, tapi Spanyol harus berani bermain man to men marking dalam permainan ini, jika hal ini di buat oleh spanyol maka Spanyol jadi juara dunia jika dalam permainan nanti spanyol lengah akan hancur di bombardir Argentina, jika savety dalam man to man marking Spanyol vs juara skor 1- 0”, ujar pria yang juga berprofesi sebagai lawyer ini
Banyak yang menyebut pertemuan kedua pelatih berprestasi itu layaknya duel guru melawan murid.
Jelas, peran pelatih sangat menentukan perjalanan kedua tim.
Spanyol akan berusaha mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua setelah 16 tahun lalu meraih gelar pertama. Sementara Argentina berupaya menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang memenangkan gelar juara dunia secara berturut-turut.
“Juara Eropa melawan juara dunia dan Amerika Selatan, dengan seorang guru dan mantan muridnya berdiri di area teknis yang berlawanan,” .
Luis de la Fuente berusia 65 tahun, sedangkan Lionel Scaloni berumur 48 tahun. Keduanya punya hubungan dekat yang sudah terjalin lama.
Persahabatan dan hubungan baik keduanya terjalin bertahun-tahun lalu di akademi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.
Kedua pelatih itu pada akhirnya sama-sama mengangkat trofi kontinental masing-masing. Spanyol menjuarai Euro 2024 dan Argentina menjuarai Copa America 2024.
Kini, mereka bertemu kembali, bukan di ruang kelas, melainkan dengan mempertaruhkan hadiah terbesar dalam dunia sepak bola bertajuk Piala Dunia 2026.
Ikatan Lionel Scaloni dengan Spanyol lebih dari sekadar soal lisensi kepelatihan. Istri Scaloni, Elisa Montero adalah orang Spanyol, kemudian anak-anak mereka lahir di Spanyol, dan mereka pun bertempat tinggal di Mallorca.
Scaloni, yang kini berusia 48 tahun, juga menghabiskan beberapa musim bermain di Spanyol bersama Deportivo La Coruna, Racing Santander, dan Mallorca.
“Sebagian keluarga saya berasal dari Spanyol dan, tentu saja, saya mendukung Spanyol di Euro,” kata Scaloni pada 2024.
Scaloni antusias menyambut duel melawan Spanyol di final Piala Dunia 2026, terlebih perjumpaanya dengan De la Fuente sebagai lawan.
“Saya ikut senang untuknya. Dia layak mendapatkannya. Dia sosok yang hebat. Segala hal yang kita lihat pada tim nasional asuhannya adalah apa yang juga ingin kita lihat pada tim kita sendiri,” ujar Scaloni setelah Spanyol menyingkirkan Prancis di semifinal.
Kini, partai final akan menjadi ajang pembuktian bagi sang guru dan murid, siapa yang lebih siap dan lebih memahami karakter lawannya.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar