Gagarin Apresiasi Gebyar Langen Tayub Pecahkan Rekor MURI 2026, Jadi Momentum Kebangkitan Budaya Nasional di Pacitan
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin (empat dari kiri).
Pacitan,JarrakPos-Suksesnya penyelenggaraan Gebyar Langen Tayub hingga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) 2026 mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Pacitan, Gagarin.
Menurut Gagarin, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan menggelar sebuah pertunjukan seni tradisional, melainkan menjadi penanda bangkitnya kembali kekayaan budaya nasional yang tumbuh dan berakar kuat di tengah masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan ini menjadi momentum penting untuk semakin mengukuhkan eksistensi Langen Tayub sebagai salah satu ikon seni dan budaya adiluhung yang dimiliki Kabupaten Pacitan.
“Ini sebagai bukti kebangkitan budaya nasional yang merupakan ikon seni dan budaya adiluhung di Pacitan,” kata Gagarin, Jumat (30/10).
Gagarin juga menyampaikan apresiasi atas prakarsa Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang dinilai turut memberikan dorongan bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Baginya, keberhasilan Gebyar Langen Tayub menembus catatan rekor MURI menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pacitan. Lebih dari itu, pencapaian ini menunjukkan bahwa seni tradisi tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mampu tampil sebagai kekuatan budaya yang relevan di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, Langen Tayub diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat sekaligus kekayaan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.
Gebyar Langen Tayub akan menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus meninggalkan akar tradisi. “Justru dari kekayaan budaya dan kearifan lokal, Pacitan memiliki ruang untuk memperkenalkan jati dirinya kepada Indonesia,” tukasnya.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar