Siapkan Generasi Rimbawan Baru, Badan P2SDM Dorong Lulusan SMK Kehutanan Perkuat Polisi Kehutanan
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya Kementerian Kehutanan mengejar target 25.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) mendapat sorotan baru dari jalur pendidikan vokasi. Dalam audiensi bersama Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Kupang, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si., menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tenaga teknis di lapangan.
Menurut Plt. Kepala BP2SDM, pengelolaan hutan membutuhkan keseimbangan antara tenaga keahlian dan tenaga keterampilan. Lulusan SMK Kehutanan dinilai memiliki kompetensi vokasi yang sangat dibutuhkan sebagai tenaga teknis di lapangan, mulai dari patroli, pengamanan kawasan hutan, hingga berbagai operasi perlindungan hutan.
“Lulusan SMK Kehutanan merupakan aset strategis dalam menyiapkan SDM teknis kehutanan. Kompetensi yang mereka miliki sangat relevan untuk memperkuat kebutuhan personel Polisi Kehutanan di lapangan sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang lebih efektif dan profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sistem jabatan fungsional, tenaga keterampilan dan tenaga keahlian sejatinya saling melengkapi. Jalur keterampilan menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas operasional di lapangan, sementara jalur keahlian berperan dalam analisis, penyusunan kebijakan, serta pengembangan sistem perlindungan hutan.
Menurut Kepala BP2SDM, kompetensi vokasi yang dimiliki lulusan SMK Kehutanan sangat relevan dengan kebutuhan jalur keterampilan, sehingga mereka berpeluang langsung berkontribusi sebagai ujung tombak operasional di lapangan sejak jenjang Polhut Pemula. Karena itu, keberadaan lulusan SMK Kehutanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem SDM kehutanan yang utuh, mulai dari petugas lapangan hingga tenaga ahli yang merancang kebijakan dan sistem perlindungan hutan nasional.
“Kompetensi vokasi lulusan SMK Kehutanan berada tepat di titik yang paling dibutuhkan jalur keterampilan, mulai dari Polhut Pemula hingga Polhut Penyelia, untuk tugas-tugas seperti patroli dan pengamanan kawasan. Tapi jenjang karier mereka tidak berhenti di situ. Dengan jam terbang di lapangan dan pengembangan kompetensi yang konsisten, personel jalur keterampilan berpeluang bertransformasi mengisi jalur keahlian, misalnya di bidang intelijen kehutanan, analisis ancaman, hingga perumusan kebijakan perlindungan hutan,” ujar Indra.
Audiensi turut menyoroti pentingnya regenerasi tenaga teknis kehutanan, menyusul kesenjangan pasokan lulusan yang sempat terjadi pada 2003–2009 ketika penyelenggaraan pendidikan kehutanan terhenti. Kekosongan tersebut berdampak pada terbatasnya jumlah tenaga teknis di lapangan hingga kini, sehingga penguatan regenerasi SDM kehutanan menjadi agenda berkelanjutan yang terus didorong BP2SDM.
Merespons hal tersebut, IKA SKMA Kupang menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BP2SDM dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi kehutanan, memperkuat jejaring alumni, serta berkontribusi menyiapkan lulusan SMK Kehutanan yang kompeten dan siap menjawab kebutuhan sektor kehutanan nasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan alumni ini, Kementerian Kehutanan berharap lulusan SMK Kehutanan semakin berdaya saing dan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan hutan Indonesia, sekaligus mempercepat langkah menuju target 25.000 Polisi Kehutanan yang profesional dan berintegritas.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar