Cetak Sejarah! Kuningan Gelar Ciremai Coffe Culture Festival Pertama Untuk Angkat Potensi Kopi Lokal
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) resmi menggelar Ciremai Coffee Culture Festival untuk pertama kalinya. Acara bertempat di Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, dan dibuka langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar pada Jumat malam (04/09/2026).
Festival yang menjadi ajang perdana dalam mempertemukan seluruh ekosistem kopi di Kuningan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026. Selain menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan kopi daerah, kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-528 Kuningan.

Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, AP., M.Si., melalui Kepala Bidang Perdagangan Asep Tomi Novian, S.E., menyampaikan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah promosi sekaligus penguat daya saing UMKM kopi lokal di pasar nasional maupun internasional.
”Melalui Ciremai Coffee Culture Festival, kami ingin memperkenalkan potensi kopi Kuningan secara lebih luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara petani, pelaku UMKM, barista, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah,” ujar Asep.
Kabupaten Kuningan memiliki keunggulan alam yang mendukung budidaya tiga jenis kopi sekaligus dari lereng Gunung Ciremai, yaitu Arabika, Robusta, dan Liberika. Potensi kekayaan cita rasa inilah yang menjadi daya tarik utama dalam pameran yang diisi oleh 75 stand tersebut.

Selama festival berlangsung, pengunjung dan pelaku usaha disuguhkan berbagai kegiatan interaktif serta edukatif, seperti
Sarasehan kopi dan workshop penyangraian kopi,
Lomba public cupping, tarung seduh, hingga lomba barista,
Business matching serta klinik kemasan dan legalitas UMKM.
Tak sekadar menjadi ajang hiburan dan promosi, festival pertama ini juga mencatatkan langkah strategis melalui penandatanganan SK Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) bersama antara Pemkab Kuningan, Pemkab Majalengka, dan Bank Indonesia. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam melindungi keaslian, mutu, dan cita rasa khas Kopi Ciremai.
Melalui perhelatan perdana ini, Kopi Ciremai diharapkan mampu memikat pasar yang lebih luas serta memberi dampak ekonomi nyata bagi para petani dan pelaku UMKM lokal. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar