Panitia Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang Matangkan Perayaan Syukur Bernuansa Inkulturasi Umat
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Panitia Perayaan Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang, SVD mulai mematangkan berbagai persiapan menuju perayaan syukur 40 tahun imamat yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
Langkah awal itu ditandai dengan rapat perdana yang digelar di Aula Paroki Santa Familia, Sikumana, Kota Kupang, Minggu (17/5).
Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam penyusunan rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan hingga kebutuhan anggaran untuk seluruh rangkaian perayaan Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang periode 8 Juli 1987 hingga 8 Juli 2027.
Ketua Panitia, Robert Rero, mengatakan perayaan tersebut merupakan bentuk rasa syukur umat atas pengabdian Pater Sebast yang telah melayani dan berkarya selama 10 tahun di Paroki Santa Familia.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan akan dikemas secara religius, bermartabat, meriah namun tetap tertib, serta dipadukan dengan nuansa inkulturasi guna mempererat persaudaraan seluruh umat.
“Seluruh umat diharapkan turut berpartisipasi aktif demi menyukseskan setiap rangkaian acara yang ada. Segala kegiatan yang disusun akan selalu disesuaikan dengan makna dasar perayaan ini, yaitu ungkapan syukur kepada Tuhan,” ujar Robert.
Puncak perayaan sendiri direncanakan berlangsung melalui Perayaan Ekaristi Kudus pada Minggu, 11 Juli 2027.
Selain agenda liturgi, panitia juga mulai merancang berbagai kegiatan pendukung seperti penerbitan buku napak tilas perjalanan imamat Pater Sebast Wadjang serta sejumlah pertandingan dan perlombaan bernuansa panggilan rohani.
Sementara itu, Pastor Rekan Paroki Santa Familia, RD Yohanes Kiri, S.Fil., mengingatkan agar seluruh kegiatan tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan serta disesuaikan dengan kondisi umat saat ini.
Romo Yan Kiri menekankan bahwa perayaan tersebut harus menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan sejati di tengah umat.
“Jangan dibuat terlalu mewah. Perayaan ini harus mampu menumbuhkan dan menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta persaudaraan sejati di antara kita semua,” tegasnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan koordinasi antara tiga ketua bidang bersama 13 ketua seksi untuk membahas agenda kerja, rincian anggaran, hingga jadwal teknis pelaksanaan kegiatan.
Salah satu seksi yang mendapat perhatian khusus ialah Seksi Liturgi yang bertanggung jawab atas tata perayaan ibadah, persiapan lagu rohani bernuansa budaya lokal, kegiatan Triduum, hingga persiapan Salve Agung yang direncanakan dipimpin oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Sebagai penutup rapat, panitia menetapkan pleno lanjutan akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026 guna menindaklanjuti hasil kerja masing-masing seksi dan memantapkan persiapan menuju perayaan puncak.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar