Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Diduga Ingkar Janji, Bos Tarub Cirebon Ancam Lapor Bupati Imron Soal Tunggakan Rp7 Juta Dinas Pertanian

Diduga Ingkar Janji, Bos Tarub Cirebon Ancam Lapor Bupati Imron Soal Tunggakan Rp7 Juta Dinas Pertanian

  • account_circle Hadi Supangat
  • calendar_month 32 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – H. Yatno, pemilik usaha penyewaan alat pesta (tarub) di Kabupaten Cirebon, melayangkan protes keras terkait lambannya pelunasan pembayaran jasa sewa untuk acara “Apresiasi Petani Musim Tanam 3 (MT-3)” yang digelar pada 19 Agustus 2026 lalu. Ia menilai sikap sejumlah oknum penyelenggara dan pejabat di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon telah mencoreng citra pelayan publik.

H. Yatno menyampaikan kekecewaannya kepada media, menyoroti praktik birokrasi yang berbelit dan tidak dapat dipercaya. Menurutnya, janji-janji manis yang dilontarkan berulang kali hanya menjadi alat pengulur waktu hingga ia merasa dipermainkan.

Transaksi Rp15 Juta, Baru Terbayar Rp8 Juta

Berdasarkan perjanjian awal, total nilai kontrak penyewaan alat termasuk panggung, kursi sofa, dan peralatan pendukung lainnya adalah sebesar Rp15.000.000. Namun, realisasi pembayaran sangat minim. Hingga saat ini, H. Yatno baru menerima pembayaran sebesar Rp8.000.000 melalui tiga kali cicilan.

Sisa tunggakan sebesar Rp7.000.000 hingga kini belum juga dibayarkan. Belum lagi kerugian materiil akibat hilangnya 34 unit kursi dari total 300 unit yang disewa, yang status ganti ruginya masih abu-abu.

“Ini bukan soal nominal kecil, tapi soal integritas. Sebagai abdi negara, seharusnya mereka memberikan contoh kejujuran dan ketepatan janji,” tegas H. Yatno, Senin (14/9/2026).

Kronologi “Lempar Bola” yang Melelahkan

H. Yatno membeberkan pengalaman pahitnya saat menagih haknya. Saat menagih ke Kabid Waryono, ia diarahkan ke Pa Kurnadi (Penanggung Jawab Acara). Saat menghubungi Pa Kuryadi, ia dialihkan ke Pa Herudin (Kordinator BPP Pertanian Kecamatan Pasaleman). Setiap kali dihubungi, jawabannya selalu sama: “Besok” atau “Sore ini”, namun bukti transfer nihil.

“Saya merasa tidak dihargai. Janji sudah puluhan kali, tapi bukti transfer nol. Ini bentuk ketidakpercayaan publik terhadap institusi Dinas Pertanian,” keluhnya.

Marwah Acara Tercemar, Pekerja Kecil Menjerit

H. Yatno menyesalkan acara besar yang dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K., yang bertujuan mulia justru dicederai oleh oknum yang memanfaatkan momen tersebut.

“Acara yang meriah bentuk apresiasi kepada para petani, namun tidak sebanding dengan internalnya yang merusak marwah acara tersebut. Sampai saat ini tarub belum lunas, sementara karyawan tarub juga harus dibayar. Hal ini sangat menciderai hati para pekerja tarub yang merupakan rakyat kecil,” ujar Yatno dengan nada sedih.

Versi Dinas Pertanian & KTNA: Saling Lempar Tanggung Jawab

Menanggapi tudingan tersebut, awak media melakukan konfirmasi ke ruang Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan bertemu Kabid Waryono, Kordinator Penyuluh Pertanian Pasaleman Haerudin, serta Ketua KTNA Kuryadi. Hasilnya, terjadi perbedaan versi mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab.

Waryono selaku Kabid menyatakan bahwa acara tersebut merupakan acara KTNA dan penyelenggaranya adalah KTNA, sedangkan Dinas Pertanian hanya membantu. Sikap ini dinilai seolah-olah melepas tanggung jawab sebagai Kabid Penyuluhan. Sementara itu, Haerudin membantah dengan alasan KTNA adalah mitra Dinas Pertanian, dan anggaran tersebut berasal dari bantuan lima Kabid Pertanian yang berarti menggunakan APBD/APBN.

“Kami adalah bawahan Dinas Pertanian, tidak mungkin dana sebesar itu menggunakan uang pribadi,” kata Haerudin saat ditemui secara terpisah di suatu tempat di Karangsembung.

Kuryadi, Ketua KTNA yang mengaku memiliki akses ke Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian, mencoba meluruskan alur anggaran yang membingungkan. Menurutnya, anggaran acara awalnya sebesar Rp50.000.000, namun sempat diturunkan menjadi Rp20.000.000 hingga Rp25.000.000. Dana sebesar Rp16.000.000 kemudian diserahkan kepada Haerudin, dengan alokasi Rp15.000.000 untuk tarub. Namun, fakta di lapangan menunjukkan baru Rp8.000.000 yang dibayarkan ke H. Yatno.

Pertanyaan Kritis: Ke Mana Sisa Anggaran?

Melihat adanya kesenjangan antara dana yang diserahkan (Rp16 juta) dengan realisasi pembayaran ke vendor (Rp8 juta), H. Yatno juga mempertanyakan kejelasan sisa anggaran dari total paket kegiatan tersebut. Ia menduga adanya ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana acara yang berujung pada tunggakan pembayaran kepada mitra kerja lokal.

Ultimatum: Lapor Bupati Jika Tidak Dilunasi

Menyikapi kebuntuan dan saling lempar tanggung jawab ini, H. Yatno memberikan tenggat waktu dan ancaman serius. Ia menegaskan akan membawa masalah ini ke tingkat tertinggi di eksekutif daerah jika tidak ada kejelasan.

“Jika hal ini tidak segera dilunasi, maka akan saya laporkan ke Bupati Cirebon, agar ketidakprofesionalan pengelolaan anggaran Dinas Pertanian segera dibenahi, dan pegawai yang memanfaatkan situasi segera ditindak tegas,” ujar Yatno dengan nada geram.

Yatno menekankan bahwa perbaikan tata kelola ini mendesak dilakukan demi kepercayaan publik.

“Dalam skala kecil saja bermasalah, apalagi dalam skala besar? Jika ketidakprofesionalan tersebut tidak segera dibenahi, bisa jadi di setiap momen akan terjadi hal yang sama kepada orang lain, dan selalu mencederai hati masyarakat. Sebagai ASN pelayan masyarakat, harusnya amanah melayani masyarakat, bukan memanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Secara struktural, KTNA adalah mitra dari Dinas Pertanian dan tidak mungkin memiliki anggaran mandiri tanpa keterlibatan dinas. Oleh karena itu, H. Yatno menuntut Dinas Pertanian untuk segera melunasi sisa haknya tanpa alasan teknis lagi.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, H. Deni Nurcahya, ST., M.Si. Publik menunggu langkah tegas pimpinan daerah untuk menertibkan tata kelola anggaran acara agar tidak lagi merugikan pihak ketiga.

 

  • Penulis: Hadi Supangat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Pembangunan, Pemkab Cirebon Pastikan Progres Infrastruktur Capai 90 Persen

    Safari Pembangunan, Pemkab Cirebon Pastikan Progres Infrastruktur Capai 90 Persen

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 241
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I Pemerintah Kabupaten Cirebon meninjau sejumlah hasil pembangunan dalam kegiatan Safari Pembangunan di wilayah Cirebon Timur, Selasa (16/12/2025). Peninjauan dilakukan untuk memantau langsung progres pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025. Kegiatan Safari Pembangunan tersebut mencakup peninjauan Instalasi Pengelolaan Air, revitalisasi sekolah, rehabilitasi gedung puskesmas, peningkatan jalan, serta pembangunan infrastruktur lainnya yang […]

  • Bhayangkara Presisi Butuh Dua Set Memastikan ke Final Four

    Bhayangkara Presisi Butuh Dua Set Memastikan ke Final Four

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 223
    • 0Komentar

    GRESIK – Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi hanya butuh dua set lagi untuk mengamankan posisi ke babak empat besar (final four) Proliga 2026 usai mengalahkan Surabaya Samator 3-0 (25-20, 26-24, 25-12) pada laga pekan pertama putaran kedua di GOR Tri Dharma Gresik, Minggu (1/2/2026). Lima laga yang sudah dimainkan dan memantapkan posisi mereka di urutan […]

  • Rahmad Sukendar Desak Kapolri Mundur: Reformasi Polri Gagal, Publik Sudah Kehilangan Kepercayaan

    Rahmad Sukendar Desak Kapolri Mundur: Reformasi Polri Gagal, Publik Sudah Kehilangan Kepercayaan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Jakarta, jarrakpos.com | Desakan agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera mundur dari jabatannya kian keras. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai posisi Kapolri saat ini sudah tidak lagi mendapat dukungan publik. Menurutnya, langkah paling bermartabat adalah mengundurkan diri secara legowo. “Publik sudah muak, sudah terlalu lama Listyo Sigit bertahan tanpa memberikan perubahan […]

  • Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Menindak Tegas 8 Pemuda Yang Membawa Sajam

    Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Menindak Tegas 8 Pemuda Yang Membawa Sajam

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 378
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon berhasil menindak tegas delapan pemuda yang membawa senjata tajam (sajam). Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/10/2025) dinihari kira-kira pukul 03.20 WIB. “Kami juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, sepeda motor, kayu sepanjang satu meter, dan lainnya. Sehingga pelaku […]

  • Pupuk Prestasi, Prajurit Yon TP 446/Satria Dipoyudo Berlatih Olahraga Beladiri

    Pupuk Prestasi, Prajurit Yon TP 446/Satria Dipoyudo Berlatih Olahraga Beladiri

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Para prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan 446/Satria Dipoyudo (Yon TP 446) selalu menjaga kesehatan dan kesamaptaan fisik. Kegiatan tersebut terus dilakukan di Marshaling Area, Poncol, Kota Magelang. Berbagai aktivitas olahraga menjadi agenda rutin prajurit untuk memiliki fisik tangguh dan siap melaksanakan tugas. Bahkan sejumlah prajurit memanfaatkan kesempatan selama di Marshaling Area dengan memperdalam […]

  • Hari Pertama Bertugas, Wabup Syaefudin Keliling Pendopo Indramayu dan Ramah Tamah Dengan ASN.

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 3.920
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Wakil Bupati Indramayu periode 2025-2030, H. Syaefudin, memulai hari pertama tugasnya dengan penuh semangat dan optimisme. Sehari setelah dilantik, Syaefudin langsung berkeliling untuk melihat situasi Pendopo Indramayu dan sekitarnya. Tiba di Pendopo Indramayu untuk menjalankan agenda pertamanya sebagai Wakil Bupati Indramayu, kedatangannya disambut langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu, Aep Surahman beserta […]

expand_less