Hari Ini di Kota Kupang, Usman Husin Salurkan Bantuan Pangan untuk 2.549 Penerima
- account_circle Mario
- calendar_month 6 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Hari ini Senin, 14 September 2026 penyaluran bantuan pangan di dua kelurahan di Kota Kupang, yakni Oesapa dan Bakunase, tidak hanya menjadi momentum pembagian beras kepada masyarakat. Persoalan data penerima turut menjadi perhatian, setelah ditemukan adanya perubahan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) dibandingkan penyaluran sebelumnya.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, turun langsung bersama jajaran Perum BULOG NTT dalam penyaluran bantuan pangan tersebut. Di Oesapa, Usman didampingi Anggota DPRD Kota Kupang sekaligus Ketua DPC PKB Kota Kupang, Satario Julius Pandie, sementara di Bakunase didampingi Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB, Celly Ngganggus.
Secara keseluruhan, terdapat 2.549 PBP di dua kelurahan tersebut yang menerima bantuan pangan.
Di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, tercatat 2.059 PBP pada penyaluran tahap kedua. Jumlah ini turun 180 penerima dibandingkan penyaluran sebelumnya yang mencapai 2.239 PBP.
Sementara di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, jumlah penerima sebanyak 490 PBP, turun dari sebelumnya 532 PBP atau berkurang 42 penerima.
Perubahan jumlah penerima tersebut menjadi perhatian karena bantuan pangan harus benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan penyaluran di Oesapa merupakan tahap kedua program bantuan pangan.
“Untuk Kecamatan Kelapa Lima, khususnya Kelurahan Oesapa, jumlah PBP pada tahap kedua sebanyak 2.059. Sebelumnya 2.239, sehingga ada pengurangan 180 PBP,” jelas Arrahim.
Ia berharap program tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat berharap dan mengucapkan terima kasih atas program ini. Mudah-mudahan program ini bisa membantu, bukan menyelesaikan seluruh masalah, tetapi setidaknya mengurangi permasalahan yang ada di masyarakat,” katanya.
Arrahim juga berharap penyaluran dapat berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapkan.
Dari Oesapa, Muncul Masukan Agar Data Turun hingga RT
Persoalan data juga mendapat perhatian dari masyarakat di tingkat lingkungan.
Ina, Ketua RT 27/RW 10 Kelurahan Oesapa, berharap proses pendataan penerima bantuan tidak hanya berhenti pada data yang turun dari instansi terkait, tetapi dapat melibatkan pengurus RT.
Menurutnya, RT merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga lebih mengetahui kondisi warga sehari-hari.
“Data turun dari Dinas Sosial. Kalau mau, data turun di RT supaya lebih akurat dan lengkap,” ujarnya.
Masukan tersebut dinilai penting karena kondisi masyarakat dapat berubah. Ada warga yang sebelumnya masuk dalam daftar penerima, namun kemudian tidak lagi tercantum. Sebaliknya, bisa saja ada warga yang kondisinya membutuhkan tetapi belum masuk dalam data.
Anggota DPRD Kota Kupang, Satario Julius Pandie, mengapresiasi bantuan pangan yang kembali dirasakan masyarakat Oesapa.
Ia mengatakan masyarakat patut bersyukur karena melalui program BULOG dan aspirasi Usman Husin, warga masih mendapatkan bantuan pemerintah.
“Beliau selalu hadir dan membantu masyarakat di tengah kesulitan. Kita berterima kasih kepada BULOG atas program ini dan juga melalui aspirasi Bapak Usman Husin, masyarakat di Oesapa masih bisa merasakan bantuan,” ujar Satario.
Namun, Satario juga mengingatkan penerima agar bantuan yang diterima benar-benar digunakan untuk kebutuhan keluarga.
“Saya berharap ketika beras ini diterima, jangan sampai belum sampai rumah beras sudah singgah di kios,” katanya.
Sebagai warga yang lahir dan besar di Oesapa, Satario mengatakan dirinya memahami karakteristik masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, menurutnya, pemutakhiran data harus terus dilakukan.
“Menjadi PR adalah updating terkait dengan data. Itu terus dilaksanakan sehingga bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Usman Husin menegaskan bahwa ketepatan data merupakan hal penting dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Menurutnya, perubahan kondisi masyarakat harus diikuti dengan pembaruan data. Jangan sampai warga yang sebenarnya membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan hanya karena belum terdata atau datanya tidak lagi sesuai kondisi terbaru.
“Harus tepat sasaran. Kalau ada yang belum terdata, data kembali, data,” tegas Usman.
Ia mendorong agar pemerintah terus melakukan pemutakhiran data dengan melihat kondisi nyata masyarakat di lapangan.
Bagi Usman, data tidak boleh hanya menjadi angka administratif. Data harus mampu menggambarkan kondisi masyarakat sebenarnya sehingga program bantuan pemerintah dapat menyentuh mereka yang memang membutuhkan.
Penyaluran bantuan pangan di Oesapa dan Bakunase pun memperlihatkan bahwa di balik ribuan penerima, masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan: memastikan data terus diperbarui, melibatkan masyarakat hingga tingkat RT, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi Usman, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan tersebut tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi dapat didengar dan diperjuangkan hingga ke tingkat pusat.
Lurah Bakunase, Wilhy Diken turut menyampaikan terima kasih atas keharin Usman Husin dan Perum Bulog NTT.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah dan kehadiran Bapak Usman Husin bersama BULOG. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. Kami berharap data penerima terus diperbarui agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar