Kadis DLH Batam Diduga Blokir Nomor Wartawan, Publik Pertanyakan Transparansi Hasil Uji Sampel Air
- account_circle Habil
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BATAM, jarrakpos.com | Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam ,Dohar Mangalando Hasibuan,diyakini memiliki mental ganda yaitu mental pengecut dan bermental blokir WhatsApp Jurnalis.
Informasi yang berhasil dijaring dilapangan ,Kadis DLH Batam ini telah banyak memblokir nomor jurnalis yang konfirmasi kepadanya.mental aneh ini ternyata bukan lagi berita baru,bahkan telah meluas kemana mana secara khusus dikalangan wartawan.
” Awal kita hubungi atau kita kirim pesan konfirmasi lewat chat WhatsApp dia mau balas.Tp besoknya nomor kita dia blokir.sudah banyak nomor wartawan yang dia blok” demikian diutarakan inisial H saat ngopi bareng di Greenland Batam Center ,pada Kamis tanggal (24/9/2026) pengakuan seperti ini telah berulang didengar awa media ini dari beberapa oknum wartawan.
Wali Kota Batam ,Amsakar Achmad ,belum berhasil dimintai tanggapan terkait tingkah laku Kadis DLH Batam yang memiliki jurus blokir nomor wartawan tersebut.Publik meminta pertanggung jawaban Wali Kota Batam terhadap pejabat yang diangkatnya dapat menjawab pertanyaan wartawan agar informasi publik sampai kepada masyarakat secara riel dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kadis DLH Batam yang belum lama ini viral di TikTok karena berkata dalam rekaman suara sedang diatas perut tersebut terbaru memblokir nomor wartawan tim media ini hanya karena kerap meng konfirmasinya terkait suara viral di TikTok ‘sedang diatas perut ‘ serta mengkonfirmasinya terkait pengambilan sampel air diduga limbah yang mengalir dari salah satu pipa milik Batamindo Cakrawala Investment di Jl S Parman ,Sei Beduk,Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau.
Pengambilan sampel air dari pipa berukuran jumbo ini dilakukan diyakini karena viralnya pemberitaan media grup Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepri terkait pipa berdiameter besar yang melintas di Jl S Parman diduga mengganggu proyek saluran drainase Dinas Bina Marga yang menggunakan APBD tahun anggaran 2026 sebesar Rp15 Miliar.
Pertanyaan pun muncul,ada apa dengan pipa tersebut, siapa yang memerintahkan DLH Batam mengambil sampel air yang keluar dari pipa ini dan apa keperluannya masih menjadi misteri karena terbukti Kadis DLH Batam merahasiakannya tidak bersedia mengungkapkannya kepada publik.bahkan DLH Batam tidak menjawab surat konfirmasi resmi yang dikirim SWI terkait uji sampel air tersebut.
Meski sekitar dua minggu yang lalu kepada tim media ini diakuinya hasil uji lab air yang diambil dari pipa tersebut telah keluar,namun ia tidak bersedia membeberkan kepada publik dengan alasan menunggu hasil uji lab dari Batamindo untuk kemudian dicocokkan dengan hasil uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam.(hbl)
- Penulis: Habil




Saat ini belum ada komentar