Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Usman Husin Hadirkan Langsung Kementerian ke Mutis Bukan Hal Mudah, Tiga Kali Undang Menteri

Usman Husin Hadirkan Langsung Kementerian ke Mutis Bukan Hal Mudah, Tiga Kali Undang Menteri

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Aksi warga yang menggema sejak pagi di kawasan Mutis Timau, Senin (27/4/2026), menjadi penanda kuat bahwa persoalan pengelolaan kawasan belum sepenuhnya menemukan titik temu.

Massa menyuarakan kegelisahan mereka, mulai dari akses, hak kelola, hingga penolakan terhadap skema zonasi yang belum dipahami secara utuh.

Namun di tengah ketegangan itu, ruang dialog akhirnya terbuka. Pemerintah pusat hadir langsung, mendengar, dan berdiskusi dengan masyarakat.

Di balik kehadiran tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, mengungkapkan bahwa proses menghadirkan kementerian ke Mutis bukan perkara mudah, melainkan melalui upaya panjang dan berulang.

“Ia mengakui, proses menghadirkan kementerian ke Mutis bukan hal mudah. Tiga kali dalam rapat saya undang Menteri Kehutanan ke Mutis. Hari ini kita bersyukur Dirjen hadir langsung, berdialog dan mendengar masyarakat secara kontekstual dan realistis,” ujarnya.

Dalam proses itu, Usman Husin tampil sebagai penghubung yang membuka jalan, mendorong agar pemerintah tidak hanya mendengar dari kejauhan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami kondisi riil di lapangan.

Kehadiran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, bersama jajaran sebagai perwakilan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menjadi titik balik dimulainya dialog terbuka tersebut.

Dalam pemaparannya, Satyawan menjelaskan bahwa kawasan Mutis Timau yang berasal dari hutan lindung dan cagar alam memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan pelindung keanekaragaman hayati.

Karena itu, pengelolaannya membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi. Ia menegaskan, perubahan status menjadi taman nasional bukan berarti membuka kawasan secara bebas, melainkan memperkuat perlindungan melalui sistem zonasi.

Kawasan inti tetap dijaga seperti fungsi cagar alam, sementara kebutuhan masyarakat, seperti ruang budaya, spiritual, pemanfaatan air, hingga penggembalaan akan diakomodasi secara terukur.

“Taman nasional memberi ruang pengelolaan yang lebih fleksibel, adaptif, dan adil, sekaligus tetap mengedepankan kearifan lokal,” jelasnya.

Menurutnya, Mutis Timau ke depan akan dikembangkan sebagai model taman nasional yang mengharmoniskan pelestarian alam dengan budaya masyarakat lokal, melalui penguatan dialog, pengakuan kearifan lokal, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi setempat.

Usman Husin menambahkan, pendekatan tersebut tidak hanya menjaga kelestarian, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan adat dan tradisi.

Dukungan juga datang dari Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, yang menekankan pentingnya keadilan pembangunan bagi masyarakat sekitar kawasan.

Ia mengingatkan agar pemerintah pusat tidak hanya melihat potensi alam Mutis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan dan listrik.

Sementara itu, Kepala Desa Nenas, Simon Sasi, menegaskan bahwa masyarakat pada prinsipnya mendukung rencana taman nasional, dengan catatan adanya pembagian zonasi yang jelas.

Ia menyebut, selama berstatus cagar alam, pembangunan sulit masuk. Karena itu, masyarakat berharap melalui skema taman nasional, akses pembangunan dapat dibuka tanpa merusak kawasan inti.

“Kami mendukung, tapi kami juga butuh jalan dan listrik. Sejak Indonesia merdeka, kami belum sepenuhnya merasakan pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga mengusulkan agar perwakilan masyarakat dilibatkan dalam program pembelajaran ke daerah lain yang telah berhasil mengelola taman nasional, sehingga pemahaman masyarakat semakin utuh.

Seiring dialog berlangsung, suasana yang semula tegang perlahan mencair. Pemerintah mendengar, masyarakat berbicara, dan komunikasi yang selama ini tersumbat mulai menemukan jalannya.

Dari momen itu, lahir kesepakatan penting: kawasan Taman Nasional Mutis Timau ditutup sementara. Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat meredam situasi sekaligus memberi ruang bagi sosialisasi lanjutan, terutama untuk menyamakan persepsi terkait pembagian zonasi.

Sejumlah pejabat pusat dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur DPRD Kabupaten setempat, TNI-Polri, serta jajaran balai teknis kehutanan dan taman nasional.

Di tengah dinamika yang terjadi, satu hal menjadi terang, Mutis Timau bukan sekadar kawasan konservasi, tetapi ruang hidup bersama yang menuntut keseimbangan antara kelestarian alam, penghormatan terhadap adat, dan masa depan masyarakatnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vonis Mantan Bupati Sleman Terkait Korupsi Digelar Hari ini

    Vonis Mantan Bupati Sleman Terkait Korupsi Digelar Hari ini

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    SLEMAN,JARRAKPOS.COM – Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, mendekati penghujung. Majelis hakim akan membacakan vonis Sri Purnomo pada Kamis (23/4/2026) hari ini Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta. Dalam sidang tuntutan, beberapa waktu lalu, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sleman menuntut Sri Purnomo dengan […]

  • Insan Tinju Sumut Bersatu Dukung Zainuddin Lubis Pimpin PERBATI di Momen Hari Kemerdekaan

    Insan Tinju Sumut Bersatu Dukung Zainuddin Lubis Pimpin PERBATI di Momen Hari Kemerdekaan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MEDAN — Kepengurusan baru Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Sumatera Utara periode 2026-2030 resmi terbentuk. Zainuddin Lubis akan menakhodai roda organisasi untuk empat tahun ke depan didampingi Benget Simorangkir sebagai Sekretaris, dan Muhammad Edison Ginting selaku Bendahara. Susunan kepengurusan yang disepakati bersama pada Senin malam (17/8/2026) di Kota Medan, terasa spesial karena bertepatan dengan momentum […]

  • Program Buka Segel Perumda Air Kupang: Hadirkan Keringanan, Pulihkan Aliran Air Warga

    Program Buka Segel Perumda Air Kupang: Hadirkan Keringanan, Pulihkan Aliran Air Warga

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 371
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Pagi yang hangat di Kota Kupang itu disambut senyum warga yang berdatangan ke kantor Perumda Air Minum Kota Kupang. Bukan untuk mengadukan keluhan, melainkan menyambut peluang baru. Mereka datang membawa harapan bahwa hari itu, aliran air yang lama terhenti akan kembali mengisi rumah dan kehidupan mereka. Di tangan sebagian warga terlihat map yang […]

  • Warna-warni Tradisi Flobamora di Event Budaya TDM 2025, Wali Kota Kupang Dorong Pelestarian dan Ekonomi Lokal

    Warna-warni Tradisi Flobamora di Event Budaya TDM 2025, Wali Kota Kupang Dorong Pelestarian dan Ekonomi Lokal

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 610
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri pembukaan Event Budaya Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) yang digelar di Lapangan Gereja St. Petrus TDM, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam semangat keberagaman. Acara pembukaan turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang, Plt. Camat Oebobo, Romo Emos Daung, […]

  • BLT DBHCHT di Sumenep Disunat? 

    BLT DBHCHT di Sumenep Disunat? 

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dipastikan tidak sampai dengan utuh kepada penerima manfaat. Pasalnya bantuan tersebut dikabarkan disunat oleh satu oknum tertentu. Informasi yang berhasil dihimpun media ini setiap penerima dipotong sebsar Rp200 ribu. Sehingga setiap penerima mendapatkan Rp700 ribu dari […]

  • Aktivitas Pelabuhan Tikus di Tanjung Sengkuang Disorot, Diduga terkait Impor Buah dan Barang Ilegal

    Aktivitas Pelabuhan Tikus di Tanjung Sengkuang Disorot, Diduga terkait Impor Buah dan Barang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com — Aktivitas pengiriman barang melalui pelabuhan rakyat yang kerap disebut pelabuhan tikus di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menjadi sorotan. Aktivitas tersebut diduga berlangsung secara masif dan berpotensi berkaitan dengan distribusi barang tanpa melalui mekanisme kepabeanan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa sore (25/8/2026) sekitar pukul 17.30 […]

expand_less